`

Suka Duka Anak Olim: Dukanya

>> Minggu, 28 Februari 2010

Anak olim?

ini perbedaan besar antara orang awam vs. orang yang sudah tahu "sedikit" soal olimpiade sains. Kalau orang alam, eh awam, anak olim dikonotasikan dengan imej anak kacamataan tebel, hobi nekurin buku, belajaaaaaar terus kerjanya, dan cudi-cudi *culun dikit* gitu deh.


Beda dengan guru pembina olim, dosen-dosen pengajar olim, termasuk peserta "baru" olimpiade sains. Dari anak culun..... bayangan bergeser ke anak supergenius, sering "menghilang" dari kelas tapi tetep aja anak pinter, nyambung diajak bicara soal game, eh tapu nyambung juga tentang topik-topik sains terkini (apalagi yang sesuai bidangnya)

Bener ga sih?
gampangnya: karakter manusia beda-beda ... tapi yang jelas anak olim juga manusia, bukan E.T dari mars yang IQ nya 630 (TOEFL kaleee??) yang punya suka dan duka...

ini suka duka-ku pribadi berlabel anak olim *kebumian* selama dua tahun terakhir... sekalian curhat juga sih.. boleh dong?! hahahahahaha

Berita Buruknya...?

1. anak olim = musuh bebuyutan para guru
meskipun ga bisnis parfum, anak olim bisa dibilang "mengharumkan" nama sekolah. Ironisnya, anak olim sering diperlakukan tidak adil oleh sekolah!! Eitss,, ini bukan gosip bung, ini fakta yang kerap saya dengar dengan kuping saya sendiri (soalnya tetangga ogah minjemin kuping) dari berbagai spesies anak olim, terutama olimpiade kebumian.

Secara umum, anak olim dituntut untuk membanting otak memeras syaraf demi memenangkan seonggok medali di OSN. Oleh karena itu, sekolah biasanya memberikan dispensasi "bolos" pelajaran kepada anak olim supaya bisa konsen penuh baik di tingkat kota, provinsi, nasional, apalagi internasional. Tapi anehnya, banyak sekolah (WARNING! tidak semua, tapi ke-ba-nya-kan sekolah) juga berharap anak olim bisa "mengikuti" pelajaran biasa di sekolah. Jadi, meskipun si anak olim sedang mendekam di Jogjakarta untuk mengikuti Pelatnas IESO, misalnya, dia juga dianggap "hadir" di ruang kelasnya di kota Surabaya, misalnya. Konsekuensinya, segala tugas, ulangan harian, UTS, UAS yang si anak olim tinggalkan selama 30 hari HARUS JADI dalam waktu singkat setibanya di rumah. Dalam waktu yang sama, anak olim juga harus kejar-kejaran dengan pelajaran lampau, juga pelajaran sekolah in progresio.

Siksaan terberat: para guru yang tidak terlibat dan tidak tahu-menahu tentang proses OSN dan Olimpiade Internasional biasanya menganggap anak olim ini "pembolos". Yah, tidak ada yang menyalahkan, secara kita memang jalan-jalan ke Makassar, Jakarta, Jogja, Bandung dkk waktu teman sekelas pada duduk manis di bangku sekolah. Jadi, bersiaplah anak olim tuh dicaci maki, disindir, digosipkan sesama guru akibat alpa ngerjain tugas, ulangan, atau hasil tugas/ulangan jelek abis. (mending jelek daripada nyontek!!)

Syukur Alhamdulillah, ga semua guru seperti itu. Banyak loh guru-guru yang juga care sama anak olim. Care nya itupun diwujudkan nyata dengan cara: dispensasi tugas, pengkatrolan nilai rapor, dan privat pelajaran. Guru-guru mulia ini bener-bener "malaikat" yang menyiramkan setitik keademan di antara panasnya otak terforsir anak olim.

2. anak olim kelas 3 = H.E.L.L

ada satu paradox pendidikan Indonesia yang amat sangat sulit dipahami oleh anak olim se-Indonesia. Bagaimana bisa, Departemen Pendidikan Nasional, yang mengurusi baik OSN maupun UN, hobi membentrokkan jadwal antara satu dengan yang lain! Seringkali, jadwal Pelatnas Olimpiade sangat amat mepet sekali dengan Ujian Nasional. Salah satu anak olim Kimia pernah bilang kalau dia baru datang ke sekolahnya 10 hari sebelum Ujian Nasional dimulai, dan harus bolos beberapa minggu sebelumnya untuk ikut Pelatnas Kimia.

Untuk Pelatnas Kebumian II tahun ini saja sudah dilaksanakan pada 31 Januari sampai 15 Februari 2010 lalu--praktis sebulan sebelum Ujian Nasional.

Alhasil, beberapa peserta pelatnas dari kalangan 'senior' terpaksa undur diri dari proses ini.
Jadi, buat kalian anak kelas XI yang berencana go international tahun ini, benar-benar persiapkan diri menghadapi Ujian Nasional sedini mungkin. Saran saya, buat jadwal pencicilan materi Ujian Nasional (sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit!). Daripada nanti dapat medali di Nasional tapi mundur teratur dari Pelatnas, percuma dong??

3. anak olim = pembolos sejati

untuk artikel lengkap silakan baca di sini.

apalagi ya?? sejatinya.... (cieh bahasanya euy) hanya itu saja yang terlintas di benak saya. Masalahnya, memang lebih banyak untungnya jadi anak olim daripada ruginya! :D misalnya saja...
eits, baca lebih lanjut di artikel berikutnya!

1 komentar:

suwaibatul annisa 14 Juli 2016 13.27  

Hehehehehe sangat mewakili kak (?) pembolos sejati

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP