`

EarthScience Heroes (2)

>> Rabu, 21 April 2010

- Sir Alfred Wegener: Sang Jenius yang Melampaui Masanya
-Nicolas Steno, Bapak Geologi Dunia

Read more...

Melihat Lebih Dekat: Peta Sinoptik

>> Senin, 12 April 2010

Posting ini di-request oleh Rista Amalia. Aku juga mau request!

Peta Sinoptik?
Sebenarnya, “peta sinoptik” itu istilah ilmiahnya peta cuaca.
Secara umum peta sinoptik berguna untuk mengetahui keadaan cuaca di suatu area pada suatu waktu. Arah angin, kecepatan angin, awan, hujan/salju, perubahan tekanan udara, dsb.dalam daerah itu bisa disajikan secara sederhana dalam satu lembar kertas. Melegakan banget!

Surface chart,100 mb chart, 500-mb chart?
Peta sinoptik banyak macamnya. Jika kamu menerima peta ini, pertama-tama kamu harus tahu peta ini termasuk surface chart, 100-mb chart, 500-mb chart, atau bagaimana. Weleh-weleh, apa pula itu?

Surface chart menunjukkan keadaan cuaca pada level permukaan laut, atau ketinggian 0 m.


Perhatikan surface chart di atas.

Komponennya antara lain:
a. isobar: Garis berlabel 1008, 1004, 1000, 996 adalah isobar yang menunjukkan tekanan udara. 1008 berarti 1008 mb, 1004  berarti 1004 mb, dan seterusnya. Perhatikan, isobar selalu digambarkan tiap interval 4 mb, dimulai dari 1000 mb (kurang dari atau lebih dari). Jadi, peta cuaca yang benar tidak mungkin menggambar isobar 994 atau 990, misalnya.

b. Simbol meteorologi: Menunjukkan arah angin, kecepatan angin, tutupan awan, suhu udara, titik embun, tekanan udara, tekanan udara 3 jam yang lalu, tren tekanan udara, jenis awan, jenis presipitasi, juga front. Untuk lebih lengkapnya, silakan klik simbol meteorologi. Ngomong-ngomong, tidak semua simbol meteorologi dipakai dalam peta cuaca. Kadang-kadang malah cuma arah, kecepatan angin dan front saja yang ditampilkan. Seberapa lengkap lambang meterologi ditampilkan akan tergantung pada tujuan penggunaan peta cuaca itu.

c. L dan H : L berarti pusat tekanan rendah (Low pressure), H berarti pusat tekanan tinggi (High pressure)

Upper air Map

peta cuaca semacam 100-mb chart, 300-mb chart, 500-mb chart menggambarkan keadaan udara atas (upper air) atau mudahnya keadaan udara di tempat yang tinggiiiii sekali. Beda dengan peta permukaan, garis pada  peta ini bukanlah isobar, tapi justru garis kontur yang mengambarkan ketinggian tempat-tempat yang tekanan udaranya konstan! Itulah mengapa peta ini biasa disebut peta tekanan konstan (constant map pressure).

Gampangnya begini. Coba liat peta surface chart di atas tadi.
Udah kok! Terus?
Nah, seperti yang kamu sudah lihat, pada peta permukaan ini ada tempat-tempat yang bertekanan udara 1004 mb, 1000 mb, dan sebagainya, tapi semua tempat ini berada di ketinggian sama, yaitu sea level ( 0 m).
Bandingkan dengan peta 500-mb ini.


Angka 5580 itu bukan berarti tekanannya 5580 mb (kalau iya, mati dong kita! Tekanan supertinggi tuh!). Pada peta ini, semua tempat punya tekanan udara sama, yaitu 500 mb. Nah, garis berlabel 5580 itu menghubungkan tempat-tempat yang punya tekanan 500 mb di ketinggian 5580 m. Sama halnya dengan garis 5500, berarti di daerah itu tekanan udara sebesar 500 mb bisa ditemui pada ketinggian 5500 m.

Karena menunjukkan variasi ketinggian untuk tekanan udara yang sama (isobaric), maka peta ini disebut juga peta isobarik.
Tapi kok bisa, sih, ketinggiannya beda-beda?
Ini ada hubungannya dengan suhu udara. Secara umum kan semakin tinggi suatu tempat, tekanan udaranya lebih rendah. Pada daerah yang dingin, udara lebih rapat sehingga kolom udaranya lebih pendek. Akibatnya tekanan 500 mb akan dijumpai di ketinggian lebih rendah. Sebaliknya, udara lebih renggang pada daerah panas sehingga kolom udara lebih tinggi, menyebabkan tekanan 500 mb dijumpai di ketinggian lebih tinggi.
Owalah.. begitu toh!
peta isobarik punya sistem simbol meteorologi sendiri. Perbedaannya terutama pada bagian yang menunjukkan tekanan udara. Untuk lebih jelasnya kunjungi simbol meteorologi.

Jadi komponen-komponen peta isobarik antara lain
a. garis kontur
b. simbol meteorologi upper-air
c. L dan H: L pusat garis kontur rendah. H pusat garis kontur tinggi,
d. Punggung dan Lembah (Ridges and Through). Ridges (elongated highs) daerah panas, through (elongated lows) daerah dingin
e. isotherm: garis merah putus putus, menunjukkan suhu udara dalam derajat celcius

begitulah~
monggo jika ingin bertanya.. :D

Read more...

Simbol Meteorologi

posting ini direquest oleh Ajang, Jawa Barat. Aku juga mau request!

Bulatan-bulatan bertiang yang sering bertebaran di peta-peta cuaca tidak lain adalah simbol meteorologi. 


Berdasarkan buku manual dari World Meteorological Organization (WMO), simbol yang lengkap bisa memuat sampai 20 elemen informasi cuaca. Wooh… banyak banget, tuh. Nggak heran kalau diciptakan pula versi simbol meteorologi yang lebih “sederhana”, atau dalam bahasa sononya disebut simplified meteorological symbol. Dalam model yang lebih sering dipakai sehari-hari ini, beberapa komponen yang dianggap kurang penting dihilangkan. Komponen mana yang harus dihilangkan? Tentunya bergantung pada tujuan pembuatan peta cuaca, mau menonjolkan sisi cuaca yang mana. Jadi, jangan heran kalau para geociensters suatu saat menemukan simbol yang gak ada data awannya, atau simbol lain yang data visibilitasnya raib… 
itu mah biasa :D
Seperti halnya peta sinoptik, simbol meteorologi juga dibedakan antara stasiun pengamatan permukaan (surface-station model) dan udara atas (upper-air model)

Surface Station Model

Komponen simbol meteorologi surface station model yang sudah disederhanakan, antara lain:

A. Tutupan Awan: menunjukkan berapa bagian langit yang tertutup awan. Pada simbol ini, 6/8 langit tertutup awan.
B. Tekanan Udara: menunjukkan tekanan udara setempat. Pada simbol ini, tekanan udara 979,8 mb
Cara membaca kodenya:
1) jika angka dimulai dengan 0 atau 1 (angka-angka kecil), maka tambahkan angka 10 di depan tiga angka di simbol lalu beri koma di depan digit terakhir. Misalnya pada simbol tertulis 138, berarti tekanannya 1013,8 mb
2) jika angka dimulai dengan 7, 8, 9 (angka-angka besar), maka tambahkan angka 9 di depan tiga angka di simbol lalu beri koma di depan digit terakhir. Misalnya, simbol di atas diartikan tekanan udara 979,8 mb
C. Temperatur Udara: Pada simbol ini, temperatur udara 20oC. Hati-hati, jika angkanya tinggi sekali dan tidak masuk akal (misalnya 50), bisa jadi temperatur itu dalam Fahrenheit.
D. Visibilitas: jarak pandang, artinya seberapa jauh mata normal bisa melihat dengan jelas. Biasanya kalau berkabut tebal, jarak pandang bisa sampai 0 m! Pada simbol ini, visibilitas sejauh 20 m.
E. Cuaca Saat Ini: kode gambar yang menunjukkan keadaan cuaca. Pada simbol ini, cuaca hujan moderat.
F. Titik Embun: Temperatur titik embun. Pada simbol ini, titik embun 14oC. Cermati skalanya, apakah Celcius atau Fahrenheit.
G. Angin: Arah batang panjang menunjukkan arah DATANGNYA angin. Batang pendek/bendera menandakan kecepatan angin.

Bendera: 50 knot
Batang pendek: 10 knot
Setengahnya batang pendek: 5 knot
 Pada simbol ini, arah angin dari tenggara dengan kecepatan 15 knot.

lambang ini keluar di Esai OSN 2008, Makkasar.
Daftar simbol lengkap klik di sini.
 
Upper-air Model

Simbol ini menerangkan keadaan udara atas pada level 500-mb. Apa maksudnya 500-mb?
A. Ketinggian tekanan: Diberikan 3 angka pertama ketinggian tekanan, sehingga pada simbol ini ketinggian tekanan 500 mb ada di 5640 m. Penjelasan lebih lanjut.
B. Temperatur udara : -15oC
C. Angin: Arah datang angin dari barat daya, kecepatan 60 knot.
D. Depresi titik embun: selisih temperatur udara dengan temperatur titik embun (5oC)
E. Tutupan awan: nol (tidak tertutup awan sama sekali).
F. Perubahan ketinggian tekanan: bertambah 40 m.
Daftar simbol lengkap klik di sini.

Read more...

OSN Kebumian & IESO (20)

>> Sabtu, 10 April 2010

Fitur-Fitur KebumianZone seputar OSN Kebumian
- KebumianTryout
- KebumianChat



Serba-Serbi OSN Kebumian



Liputan Khusus IESO 2010!
  - Hasil Tim Indonesia di IESO 2010
  - Written Test IESO 2010, lebih gampang?
  - Meriahnya Opening Ceremony IESO 2010!
  - Lontong dan Opor Ayam di Welcome Dinner IESO!



Pengumuman
- Hasil Tim Indonesia di IESO 2010
- Perolehan Medali OSN 2010
-  Pengumuman Hasil OSP 2010!
- Terjawab Sudah!!! 8 Pejuang Kebumian yang akan Membawa Bendera Indonesia di 4th IESO, Yogyakarta
- Hasil OSN 2010

Read more...

geologi (19)

NEW!! Geosfer dan Tektonika Lempeng
- Lempeng atau Kerak? the Very Basic of Geoscience Part 2
- Kerak vs. Litosfer, Mantel vs Astenosfer! the Very Basic of Geoscience Part 1



NEW!! Geokronologi
- Konsep Penanggalan Absolut -- coming soon



Vulkanologi
- mengukur Kemeriahan 'pesta' Gunungapi dengan VEI


Geofisika
- Magnetisme
- Gimana Caranya Ilmuwan tahu Isi Bumi?
- Macam-macam Gelombang Gempa


Stratigrafi
- Ketidakselarasan (Unconformity)
- Cara mengkorelasi Batuan?
- Hukum-hukum Dasar Stratigrafi


Geologi Lapangan
- Cara Menggunakan Kompas Geologi

Mineral
- Very Recommended! Buku Mineral dan Batuan Paling T.O.P

Batuan Beku, Sedimen, Metamorf
- Tekstur Batuan: Sedimen
- Struktur Batuan: Sedimen

Unik!
10 Keajaiban Geologi Dunia
e-Quake Alert

Read more...

Klimatologi dan Meteorologi (11)

Pengantar Klimatologi
- Skala Gerak Atmosfer


Struktur Vertikal Atmosfer
- Mesosfer kan Lapisan Terdingin, tapi kok Bisa Membakar Meteor?

Awan (Teori dan Panduan Pengamatan)
- Mengapa awan cuma ada di stratosfer? 


Peta Cuaca
- Simbol Meteorologi
Isotach, Isohyet, Iso...
- Peta Cuaca, Cara Bacanya?

Global Warming
- Deuterium dan Foram Laut, Apapun itu! (IESO 2009 Written Test no.50)

Fun with Meteorology
Trik Jago Meramal Cuaca

Read more...

astronomi (10)

- Kesulitan ngerjain Soal Hitungan? KebumianZone Punya Triknya!


Gerak Benda Langit
- Lagi-lagi Hukum Keppler (KebumianTO #1 esai no 2)
- Gerak Melingkar si Titan (Soal OSP 2010 esai)
- Satelit Geostasioner ft. Satelit Geosinkron (Soal OSN 2009 Esai)
Kecepatan Lepas dan Periode Asteroid (Soal OSP 2009 Esai no.5)

Fisika Matahari
-  Bagaimana Matahari Mati? (Bukan Supernova)
- Gimana caranya Ilmuwan Tahu Suhu Inti Matahari ? Emangnya Pernah Kesana?


Konsep Waktu


Astrofisika
Black Hole! Tunggu, masih ada Grey Hole, White Hole, Worm Hole..

Bola Langit
- Soal IESO 2008, Written Test, no.17


Read more...

oseanografi (4)

Biota Laut
- Terumbu Karang, Indah dan Langka


Morfologi Dasar Samudera
- Asal Asul Guyot?
- Submarine Canyon si Jurang Bawah Laut

Pergerakan Air Laut
- - Ekman Spiral dan Ekman Transport

Read more...

Awas.. Jurang Bawah Laut!

Ada alasan bagus mengapa kita harus selalu mematuhi rambu ini.

Photobucket
Di balik indahnya laut nan biru............. tersembunyi lembah-lembah sempiiit, curaaam, sangat daaalam : Submarine Canyon.
Kalau kamu ingat, soal tentang submarine canyon pernah keluar di OSN 2008.

oseanografi
Mayoritas submarine canyon atau jurang bawah laut ini merupakan perpanjangan sungai-sungai yang bermuara di laut. Mayoritas loh.. karena anehnya ada juga yang tidak berhubungan dengan sungai apapun. Lebih misterius lagi, jurang-jurang ini mengerosi dasar laut sampai di bawah level air laut pada Zaman Es! Padahal segala proses erosi berhenti begitu mencapai muka air laut. Jadi, siapakah pelaku pengerosian besar-besaran ini??
Oseanografer sekarang rata-rata sepakat bahwa arus turbid lah yang berperan membentuk jurang-jurang ini.
arus turbid atau turbidity currents adalah air sarat sedimen yang bergerak menuruni lereng bawah laut (continental slope). Arus ini terbentuk saat pasir dan lumpur di continental shelf dan slope terlepas, kemungkinan besar karena gempa, lalu.. gruduk gruduk.. bergerak turun dan mengerosi dasar laut yang dilewatinya.
oseanografi

Hasil endapan arus turbid disebut turbidites. Ciri khasnya, endapan arus turbid berstruktur graded bedding: perlapisan yang butirnya makin besar ke bawah. Kok bisa? Setelah arus turbid mencapai dasar lereng, sedimen-sedimen yang tersuspensi mulai mengendap. Sedimen yang lebih kasar bin berat terendapkan lebih dahulu baru diikuti sedimen yang lebih kecil semacam lanau dan lempung.
Oya, arus turbid juga membentuk deep-sea fans, yaitu kipas-kipas endapan di dasar laut yang mirip dengan alluvial fans (kipas-kipas endapan di sungai).
oseanografi
Walaupun mekanismenya sangat kompleks dan masih berusaha dipahami oleh para ahli, tapi ditengarai arus turbidlah yang paling berperan “memahat” laut dengan submarine canyon.

Read more...

Membedakan Awan metode GPL (Ga Pake Lama)

>> Senin, 05 April 2010

“Ini awan apa yaaa….?”
Pertanyaan itu berulang-ulang membombardir otak para peserta OSN Kebumian 2009 di Jakarta lalu saat mengikuti tes praktek di BMKG Dramaga.

Termasuk saya... hahahaha T.T

Photobucket

Ya—untuk pertama kalinya dalam sejarah OSN Kebumian, cabang meteorologi diujikan pada tes praktek! Jika biasanya para peserta OSN mati-matian berlatih mengidentifikasi batuan, fosil, struktur geologi, dan morfologi, sekarang daftar pun bertambah dengan memahami simbol meteorologi, alat-alat meteorologi, juga identifikasi awan.

Untuk yang terakhir, identifikasi awan ini memang gampang-gampang susah. Pasalnya, kalau merujuk ke textbook, awan itu sebenarnya cukup mudah dibedakan. Kalau kayak kapas namanya cumulus, kalo kapas item gede namanya cumulonimbus, seperti tabir berarti stratus, dari Kristal es berarti bangsa cirrus.

Nah, masalah datang waktu kita harus pergi keluar dan mengamati awan dengan mata telanjang. Wah.. bentuknya macam-macam, tidak karu-karuan. Belum lagi, kita tidak tahu awan itu ada di ketinggian berapa. Susah jadinya mau membedakan stratus dan altostratus, misalnya.

*senyum-senyum* sebenarnya… nggak juga sih! :D
Kebumianzone punya trik khusus yang akan membantumu saat pengamatan awan.
Ini dia!

++STEP BY STEP HOW TO EASILY DISTINGUISH CLOUD TYPES++
1. pandanglah langit.

2. Fokuskan pandanganmu pada salah satu awan.

3. Langkah paling pertama: tentukan jenisnya antara stratiform atau cumuliform atau awan lain.

Angkat tanganmu, lalu cobalah menggambarkan garis pembatas antara awan dan langit biru. Kalau kamu bisa melakukannya dengan mudah, berarti itu awan cumuliform. Apalagi kalau awan itu bentuknya mirip gumpalan kapas, jelas cumuliform dah. Kalau awan itu batasnya tidak jelas, dan bentuknya membentang luas, berarti itu awan stratiform.

Awan lain:
Jika kamu bisa mendengar suara petir plus awan itu sangat gelap (hampir hitam) sampai-sampai kamu tidak bisa melihat langit biru di balik awan sedikitpun, berhenti di sini. Sudah pasti itu Cumulonimbus (petir cuma terbentuk di Cb).
Photobucket

Awan dengan bentuk seperti serat-serat kembang gula bisa langsung diidentifikasi sebagai Cirrus.
Photobucket

Kalau itu cumuliform, lalu cumulus apa?

Cumulus:
Photobucket
Siapa yang tidak kenal awan cumulus? Kapas putih sendirian melayang di langit (sering kali ukurannya lumayan besar) sudah bisa memastikan kalau itu awan cumulus. Kumulus juga sering muncul berkelompok. Namun, berbeda dengan stratocumulus, awan cumulus terpisah cukup jauh dengan awan lain sehingga kamu bisa melihat cukup banyak langit biru diantaranya.

Altocumulus:
Photobucket
awan altocumulus sering muncul sebagai kumpulan awan-awan berbentuk cumulus. Kamu masih bisa melihat langit biru dengan jelas di sela-sela grup awan tersebut. Ukuran per individualnya kira-kira sebesar ibu jari.

Stratocumulus:
Photobucket
awan stratocumulus mirip dengan altocumulus kecuali ukuran individunya yang jauh lebih besar, kira-kira sebesar kepalan tangan.

Cirrocumulus:
Photobucket
Langit seperti cirrocumulus sering dijuluki “mackerel sky” sebab mirip dengan sisik-sisik ikan mackerel. Sama seperti altocumulus, Cirrocumulus terdiri atas barisan awan-awan Cumulus. Kadang-kadang, Cirrocumulus muncul sendirian atau dalam baris. Beda dengan stratocumulus? ukuran per individunya kecil sekali.

Kalau itu stratiform, lalu stratus apa?

Cirrostratus:
Photobucket
awan cirrostratus terkenal sebagai awan yang menampilkan halo (lingkaran cahaya) nan indah disekitar matahari dan bulan. Ini sekaligus ciri utama awan cirrostratus. Satu lagi, awan cirrostratus cukup transparan sehingga benda-benda di permukaan bumi masih punya bayangan. Warnanya pun membuat langit lebih putih seperti berkilau (glary).

Altostratus:
Photobucket
Awan altostratus menyebabkan matahari atau bulan dibaliknya seperti “tenggelam” dalam air atau biasa disebut “watery sun” atau “watery moon”. Tetapi, tidak ada halo yang terbentuk. Warnanya menyebabkan langit jadi agak kelabu, tapi tidak pernah putih. Sebagai pembeda yang baik dengan cirrostratus, benda-benda tidak memiliki bayangan saat altostratus muncul.

Nimbostratus:
Photobucket
“nimbo” berarti hujan, jadi karakter utama nimbostratus adalah hujan ringan sampai moderate yang turun dari awan ini (faktanya, kalau awan ini tidak menghasilkan hujan, berarti bukan nimbostratus). Awan nimbostratus lebih kelabu dari altostratus. Juga, matahari dan bulan tidak terlihat sama sekali. Biasanya awan ini ditemani oleh awan stratus fractus yang tampak seperti robekan kertas.

Stratus
Photobucket
Seperti nimbostratus, awan stratus juga abu-abu tua dan tidak melewatkan matahari serta bulan. Bedanya, hujan jarang turun dari awan stratus, kecuali gerimis ringan (di nimbostratus hujannya lebih lebat tapi tidak selebat Cumulonimbus). Dasar awan stratus lebih seragam daripada nimbostratus.

gampang, kan? :)

Sumber: Ahrens, Meteorology Today.

Read more...

Black Hole! Tunggu, masih ada Grey Hole, Worm Hole, White Hole...

>> Minggu, 04 April 2010

walaupun lebih cocok dibahas anak olimpiade astronomi, ga ada salahnya dong anak olimpiade kebumian sedikit mengintip bahasan astrofisika tingkat tinggi ini :)

Black Hole. Sesuai namanya, Black Hole adalah lubang hitam.

nggak penting banget sih...

Seperti yang sering digembar-gemborkan di Star Wars dan Star Trek, Black Hole merupakan suatu benda langit yang memiliki gravitasi sangat, sangat tinggi. Tentu kamu ingat, suatu benda butuh kecepatan lepas tertentu (escape velocity) untuk lepas dari "cengkraman" gravitasi suatu benda yang lebih massif. Black Hole ini, begitu massif nya (D'Masiv gitulah *garing*) sampai sampai cahaya si benda tercepat di alam semesta tidak mampu lepas! Itu jugalah penjelasan mengapa Black Hole berwarna hitam.

Bagus juga buat tempat sampah, limbah nuklir misalnya :D


Dalam black hole, massa dan waktu mengalami "deformasi". Wah, begitu mendengar kata ini, kita anak kebumian langsung terbayang deformasi batuan semacam patahan, kekar, lipatan, dsb. Bayangkan ini bukan batuan loh yang ter"lipat" dan "patah" tapi space and time ! Tidak heran, dalam Black Hole, segala hukum fisika tidak lagi berlaku.
Photobucket
Itu saja?
Tunggu dulu!

"lubang-lubang" di alam semesta tidak hanya itu saja! Check this out!

Worm Hole
Tentu saja bukan lubang cacing di tanah... karena yang kita bicarakan adalah warp zone alam semesta!
Kita bisa bayangkan bentuk worm hole mirip... lubang cacing, karena itulah asal muasal namanya...
capek deh...
seperti yang bisa dilihat di gambar di bawah, worm hole mirip jalan pintas ruang waktu yang menghubungkan ruang-waktu satu dengan yang lain.

Semacam alat transportasi yang praktis, ya kan?

sayangnya, hingga hari ini belum ada bukti fisik adanya worm hole. Lalu, darimana kita tahu? Siapa lagi kalau bukan Mr. "genius" Albert Einstein yang sanggup meramalkan keberadaannya melalui teori relatvitasnya.
Photobucket

Grey Hole
berbeda dengan hole-hole lain, Grey Hole merupakan objek diaman materi dan radiasi masih bisa "kabur", keluar dalam jarak tertentu dari batas antara lubang dan dunia luar, lalu jatuh kembali lagi. Grey Hole juga dikenal dengan istilah Q-Star, namun bukan Quasar loh, karena Q disini merujuk kepada suatu jenis partikel yang berada di Grey Hole.
Photobucket

White Hole
Bisa dibilang, inilah lawan sepadan untuk Black Hole. Kalau di Black Hole, materi dan radiasi bisa masuk tapi haram keluar, justru di White Hole materi dan radiasi bisa keluar, tapi tidak bisa masuk. Bisa kita bayangkan, white hole ini pastinya terang sekali !

Penelitian baru menunjukkan bahwa white hole ini terbentuk dengan cara: ketika Black Hole terbentuk, sebuah big bang terjadi di intinya, membentuk alam semesta baru. Nah, saat alam semesta baru ini mengembang ke alam semesta asal, kita bisa melihatnya sebagai white hole, yang melepaskan materi dan energi ke luar tanpa membolehkan apapun masuk, ya kan?

wah, alam semesta memang penuh rahasia, ya!

sumber: white hole, grey hole, black hole, worm hole

Photobucket

Read more...

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP