Awan Cumulus, Riwayatmu Kini

>> Sabtu, 08 Mei 2010

Posting ini di-request oleh Burhan. Aku juga mau request!


Kapas-kapas putih lembut, tanpa dosa, melayang perlahan di langit yang biru, dalam beberapa jam bisa menjelma menjadi awan hitam raksasa yang memuntahkan hujan badai beserta petir!
Gimana ya, prosesnya?
Awan Cumulus, si Brad Pitt-nya awan (maksudnya terkenal banget gitu), termasuk salah satu jenis awan konvektif.Awan cumulus terbentuk akibat arus udara  ke atas (konveksi) yang membawa uap air, mengembun di ketinggian, menghasilkan kapas-kapas putih di langit. Seperti lagu Bengawan Solo, awan cumulus juga punya riwayat loh… alias siklus hidup dari kelahiran, masa kejayaan, sampai wafatnya. Semua itu terangkum dalam gambar di bawah ini:
Photobucket

KELAHIRAN (tingkat cumulus). Radiasi matahari memanaskan permukaan tanah, bikin udara di deket tanah jadi hot. Karena udara yang panas lebih enteng, perlahan parsel udara itu naik. Pada ketinggian tertentu, ia mengembun. Terbentuk deh awan cumulus. Arus udara ke atas mendominasi fase ini.

DEWASA (tingkat masak). Seiring waktu, awan cumulus lenyap karena penguapan lalu muncul lagi, lalu lenyap lagi lalu muncul lagi… tiap prosesnya menambah kandungan uap air di udara. Alhasil makin lama Cumulus yang terbentuk pun makin gede… menjadi cumulus congestus (cumulus yang sudah berkembang). Makin lama, awan cumulus makin tinggi aja sampai menjadi Cumulonimbus, akibatnya di bagian atas udara jadi cold bin berat sehingga “jatuh” dan menimbulkan arus udara bawah. Arus udara pun sekarang ada atas dan bawah.. Pada saat inilah hujan shower + thunderstorm menggelar konser akbarnya.

TUA (tingkat pelenyapan). Makin lama arus udara bawah makin eksis dan menggeser kedudukan arus udara atas dalam tangga box office.

emangnya film!

Kehilangan kelembaban yang dibawa arus udara atas, awan badai pun melemah …. Dan menghilang perlahan.

Awan badai satu-sel mengalami ketiga proses tersebut dalam satu jam atau kurang. Karenanya...
jangan lewatkan “pemutarannya” di langit-langit terdekat di kota anda!

4 komentar:

Anonim,  28 Juli 2010 09.14  

ascoemz
kak, klo awan variasi dari kumulus (spt, humilis, congetus, castilanus >>dari artikel sebelumnya<<) punya daur hidup seperti yang diatas juga nggak?
tengkyu.

Saushine 28 Juli 2010 11.17  

iya, urutan pertumbuhan kumulus secara lengkap tuh humilis, mediokris, congestus, trus cb.

miftahul fatih 13 Februari 2013 12.02  

Setelah tingkat pelenyapan awan cb dapat juga memerbentuk menjadi awan cirrus nothus, cirrostratus nebulosus, atau dapat pula menjadi awan altostratus

Putri Dharma Yanti 13 April 2014 11.38  

kak saya mau bertanya, kalau barchan itu bulan sabit dan tegak lurus dengan arah angin atau bulan sabit dan searah dengan arah angin

mohon dibalas
terimakasih

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP