`

Cara Baca Hasil Pengukuran Campbell-Stokes

>> Kamis, 06 Mei 2010

Posting ini di-request oleh Ajang. Aku juga ingin request!

Pada tahun 1835, Pak John Francis Campbell mendapat ide cemerlang *clingg* tentang desain alat yang bisa mengukur durasi penyinaran matahari, atau bahasa kerennya saushine recorder, eh, sunshine recorder.  
:p
Idenya begini: kita pasang bola kaca sebagai lensa cekung yang bakal memfokuskan sinar matahari ke suatu titik. Sinar yang terfokus itu akan membakar kartu pencatat. Kalau matahari tidak cukup terik (terhalang awan misalnya), maka kartu pun akan selamat tanpa noda terbakar. Akibat gerak semu harian matahari, posisi titik di kartu yang siap dibakar akan bergeser setiap waktunya. Dengan cara inilah, kita akan tahu kapan matahari bersinar dan kapan redup.

Ide ini kemudian diperbaharui oleh Sir George Gabriel Stokes pada1879 sehingga menghasilkan alat Campbell-Stokes yang kita kenal sekarang, seperti ini
Photobucket

sedangkan kartun pencatatnya seperti ini.
Photobucket



Di daerah dengan empat musim, terdapat 3 jenis kartu pencatat : winter card untuk digunakan mulai 15 Oktober sampai 29 Februari, equinox card mulai 1 Maret sampai 11 April dan 3 September sampai 14 Oktober, dan summer card mulai 12 April sampai 2 September.

Bisa tebak kartu di atas termasuk tipe apa?
Yup, itu summer card. Perhatikan di bagian bawah ada tulisan “12 APR 02 SEPT”.

Kartu pencatat didesain untuk digunakan per hari, sehingga tiap hari harus diganti dengan yang baru. Dalam kartu itu, terdapat penanda waktu dalam jam. Perhatikan gambar di atas, terlihat garis panjang dengan angka 9 di atasnya juga garis panjang dengan angka 12 di atasnya; jelas maksudnya jam 9 dan 12 dong. Bekas terbakarnya sendiri terlihat di bagian kebawah, kecoklatan gitu.

Contoh pembacaan? Pada kartu di atas, bisa dibaca bahwa jam 12 siang sampai 2 siang sinar matahari terhalang.

Gampang, ‘kan?

Sebenarnya tidak juga, sih. Bahkan antara satu observer dengan observer lain sering terjadi silang pendapat mengenai interpretasi kartu pencatat Campbell-Stokes ini (katanya sih). Tapi memang sih, hampir semua analisis kebumian itu bergantung pada interpretasi seseorang. Makanya, sebagai calon ahli kebumian (cieh..), kita harus mempelajari kebumian dengan sungguh-sungguh dan benar-benar mengerti ilmunya sehingga interpretasi kita terhadap data-data semacam ini bisa lebih akurat. Kalau nggak, bisa berabe lah!

SEMANGAT! J

Sumber: Wikipedia

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP