Nicolas Steno: Bapak Geologi Dunia

>> Minggu, 16 Mei 2010

Photobucket Nicolas Steno (11 Januari 1638 – 25 November 1686)


Empat prinsip paling basic dalam ilmu geologi—Hukum Superposisi, Hukum Cross-Cutting, Hukum Kontinuitas Lateral, dan Hukum Horizontalitas—semua dirumuskan oleh Pak Nicolas Steno, seorang anatomis dan geologis berkebangsaan Denmark. Karena jasanya yang luarrrrr biasa besar, beliau diberi gelar The Father of Geology alias si Bapak Geologi. Tahu tidak, waktu berumur 21 tahun, Pak Steno bertekad, “Pokoknya saya gak bakal percaya apapun yang tertulis di buku sebelum saya neliti sendiri!!” daaaan… itulah yang membawa beliau menjadi bintang di dua bidang sekaligus, anatomi dan geologi. Inilah kisah lengkapnya.

Masa Kecil Kurang Bahagia?
Pak Steno lahir pada 11 Januari 1638 di Kopenhagen, Denmark. Ayahnya seorang tukang emas (goldsmith) yang bekerja untuk King Christian IV, raja Denmark waktu itu. Sedih sekali, waktu kecil Pak Steno tidak bebas main keluar bersama teman-teman seperti kita-kita ini… pasalnya, waktu itu merebak wabah mematikan yang dalam waktu setahun saja sudah membunuh 240 murid sekolah! Enam tahun kemudian, ayah beliau meninggal dunia.

The Power of Observation
Setelah merampungkan pendidikan universitasnya, Pak Steno memutuskan untuk berkeliling Eropa dan menemui ilmuwan-ilmuwan hebat dari Jerman, Prancis, Italia dan Belanda. Akibat sering bersentuhan dengan dunia ilmiah, Pak Steno terlatih untuk mengasah kemampuan observasinya. Ia lebih mempercayai apa yang dilihatnya dengan mata kepala sendiri—walaupun hasil observasinya sangat bertentangan dengan doktrin tradisional yang (pada waktu itu) penuh mitos dan takhayul.

Menjadi Master Anatomi
Pertama-tama, Pak Steno melanglang ke Rostock, lalu ke kota Amsterdam, di mana beliau menjadi murid Gerard Basius dan meneliti sistem limfe. Pak Steno menemukan struktur baru yang terdapat di kepala kelinci, anjing, dan domba. Struktur itu pun diberi nama “ductus stenonianus". Beberapa bulan kemudian, beliau hijrah ke Leiden dan mempelajari jantung. Bulan-bulan berikutnya, berbagai kota di Eropa disinggahinya sambil menjalin pertemanan dengan tokoh-tokoh terkemuka dan menjadi anggota asosiasi sains ternama sebagai ahli anatomi.

Berkenalan dengan Geologi
Pada Oktober 1666, dua nelayan menangkap hiu betina superbesar di dekat kota Livorno. Kepala hiu itu dikirim ke Pak Steno untuk diteliti (waw, kebayang gak sih dapet kiriman kepala ikan hiu?). Pak Steno menyadari bahwa bentuk gigi hiu itu mirip banget dengan sejenis “batu” aneh yang sering terselip di lapisan-lapisan batuan, yang mana orang-orang menyebutnya sebagai “batu lidah (tongue stones)”
PhotobucketTongue Stones


\Penjelasan yang populer waktu itu salah satunya datang dari Pliny the Elder, yang mengklaim bahwa itu adalah batu yang jatuh dari langit, berasal dari pecahan Bulan. Hmm… Yang lainnya bilang kalau batu itu “tumbuh” secara alami di antara batuan! Ini khas pendekatan Aristoteles. Namun, seorang ahli bernama Fabio Colonna justru menulis bahwa sebenarnya batu itu gigi hiu, namun masalahnya komposisi “batu lidah” jauh berbeda dengan gigi hiu asli. Pak Steno setuju dengan pendapat Pak Fabio dan menambahkan bahwa komposisi gigi hiu bisa berubah tanpa kehilangan bentuknya (yaitu… mineral replacement! )

Dari sinilah Pak Steno mulai penasaran dengan ilmu geologi. Kok bisa sih benda padat ada di dalam benda padat lain (solid bodies within solids) seperti gigi kok bisa ada di tengah-tengah batuan? Minatnya pun berkembang tidak hanya di bidang fosil saja, tapi juga mineral, kristal, urat kristal, sampai perlapisan batuan.

Buku Geologi #1 Dunia !

Photobucket

Akhirnya, pada 1669 terbitlah buku bersejarah Dissertationis prodromus yang menjelaskan empat prinsip yang amat sangat penting dalam stratigrafi dan masih valid sampai sekarang: Hukum Superposisi “pada waktu sebuah strata terbentuk, semua materinya berupa fluida, karenanya ketika sebuah strata sedang terbentuk, tidak ada strata lain yang ada di atasnya”.  Hukum Cross-Cutting “jika sebuah tubuh atau diskontinuitas memotong sebuat stata, [itu] pasti terbentuk setelah strata itu.” Hukum Kontinuitas Lateral “Material yang membentuk strata melampar secara luas di atas permukaan bumi kecuali ada tubuh padat lain yang menghalangi”, dan Hukum Horizontalitas “strata yang tegak lurus dengan horizon atau miring terhadap horizon dulunya parallel dengan horizon.”

Selain itu, juga ditulis Steno landmark’s theory “rekaman fosil (fossil record) merupakan kronologi dari makhluk hidup di zaman-zaman yang berbeda” juga Steno’s law “sudut bidang-bidang Kristal sama untuk semua spesimen dari Kristal yang sama.” Hukum yang terakhir menjadi basis dari studi kristalografi.

Wah… hebat banget, ya, Bapak kita yang satu ini. Nah, apa kamu tertarik menjadi the 21st Century Father of Geology? Or maybe.. the 21st Century Mother of Geology
Hahaha… kita lihat saja!

1 komentar:

Richo si Penyerbu,  11 Januari 2012 01.07  

keren Gannn.....
sufer mantaffff....
ngomng2 ni ane pertamax ya?????

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP