Torrrrnado!

>> Rabu, 30 Juni 2010


Anonim mengatakan...

kak.. rikues tentang tornado dan pembentukannya donk, kalo cari di internet kurang puas.. hehehe.. makasih yah kak sau..


Apa itu tornado?
Tornado adalah salah satu wahana permainan favorit di Dufan.

-,- maksudnya tornado bencana itu loh, kaaak…

Ehem, dalam dunia meteorologi, tornado didefinisikan sebagai angin kencang yang berputar mengitari daerah bertekanan sangat rendah. Tornado—yang juga beken dengan sebutan twister—cukup sempit : berdiameter antara 100 sampai 600 m. Yah.. walaupun ada pengecualian sih. Beberapa tornado ekstrim cuma berdiameter beberapa meter dan tornado ekstrim lain ada yang selebar 1 mil! Huwih… Normalnya, tornado bertahan hidup beberapa menit aja dan “meneror” lintasan sepanjang 7 km dengan kecepatan antara 20 sampai 40 knot. Kekuatan tornado diukur dengan Skala Fujita, sebagai penghormatan kepada meteorologis Theodore Fujita dari University of Chicago.

Riwayat Tornado
Gak mau kalah dengan awan Cumulus, tornado juga punya riwayat hidup. 
Pertama, tahap putaran-debu (dust-whirl stage). Di sini debu-debu tiba-tiba terbang ke atas dan disambut oleh pusaran mirip belalai pendek yang menjuntai dari dasar awan Cumulonimbus.

Kedua, tahap pengaturan (organizing stage). “Belalai” tadi makin panjang dan makin jelas bentuknya.

Ketiga, tahap matang (mature stage). Posisi belalai makin vertikal dan  telah mencapai lebar serta kekuatan maksimalnya. Tornado sudah terbentuk, siap menghancurkan segala rintangan yang menghadang.

Keempat, Tahap pengecilan (shrinking stage). Diameter tornado mengecil, tornado makin miring, kerusakan berkurang.

Kelima, tahap peluruhan (decay stage). Tornado terentang sampai bentuknya mirip tali. Perlahan tornado menghilang.

Bagaimana tornado terbentuk?
Pertama-tama, harus terbentuk awan Cumulonimbus yang cukup besar. Tapi, tidak semua Cumulonimbus besar bisa menelurkan tornado. Ingat lagi bahasan kita di posting Cumulus, Riwayatmu kini, Cumulonimbus yang sedang terbentuk memiliki arus udara naik atau updraft. Nah, agar cumulonimbus menelurkan tornado, updraft tadi harus berputar. Lah, bagaimana caranya updraft bisa berputar? Updraft bisa berputar di daerah dengan vertical wind shear yang kuat. Wind shear adalah angin yang kecepatan atau arahnya berubah secara drastis pada jarak yang relatif kecil. Adanya angin yang makin ke atas makin bertambah kecepatannya dan dengan arah yang berubah secara drastis menyebabkan updraft tadi berputar cepat!

Perubahan arah hanya bisa terjadi di daerah yang gaya Coriolisnya kuat. Fiuh.. beruntunglah kita yang tinggal di daerah tropis dengan gaya Coriolis mendekati nol, kita nggak bakal mengalami tornado…

Kolom udara yang naik dan berputar tadi disebut mesosiklon yang berdiameter 5-10 km. Mesosiklon ini merupakan pusat tekanan rendah yang menghisap udara disekitarnya… akibatnya putaran mesosiklon makin kencang dan menyebabkan mesosiklon menyempit dengan diameter 2-4 m dan juga memanjang. Di tengah mesosiklon yang menyempit ini terbentuklah tornado-tornado “kecil” yang perlahan-lahan turun menembus dasar awan sampai akhirnya mencapai permukaan bumi.  

Begitulah cerita bagaimana tornado terbentuk. Cukup rumit ya? Sttt.. sebenarnya ahli meteorologi pun sampai sekarang masih belum bisa merumuskan mekanisme pembentukan tornado yang pakem. Bahasa kerennya, pembentukan tornado masih diselimuti kabut misteri… terutama tentang bagaimana tiba-tiba terbentuk tornado-tornado kecil di tengah mesosiklon. Apakah kamu siap mengungkap misteri ini, hei calon ahli meteorologi Indonesia? :D

Read more...

Bantai Soal Hitungan!

>> Senin, 28 Juni 2010

Kebanyakan anak kebumian sudah panik duluan kalau lihat soal yang banyak angkanya. Keliatannya susah bangeeeet gitu, cara ngerjainnya harus super canggih bangeeet. Padahal, nggak loh! Justru, seni dari mengerjakan soal hitungan adalah soal menyederhanakan. Makin simpel hitungannya, makin baik.

KebumianZone sudah merangkum 7 strategi emas “Bantai Soal Hitungan!” untuk kamu nikmati. Sebenernya ini strategi disusun udah bulan April 2009 lalu loh waktu si empunya KebumianZone lagi persiapan OSN 2009.. hehehe. Jadi bisa dibilang strategi “Bantai Soal Hitungan!” sudah teruji secara klinis!

Silahkan download “Bantai Soal Hitungan!” di sini. Enjoy! J

Read more...

Pengumuman Hasil OSP 2010!

>> Selasa, 22 Juni 2010

Photobucket
Pengumuman hasil OSN 2010 bidang kebumian (202 kb) dan semua bidang (1720 kb) !!

cara download (bidang kebumian aja, yang "semua bidang" diklik langsung ter-download)
1. klik bidang kebumian
2. klik unduh sekarang/download now
3. tunggu 20 detik
4. klik Download File Now
5. Enjoy :)

Read more...

Isotach, Isohyet, Iso…

>> Kamis, 17 Juni 2010

yang di pilgan osp kemarin ada pertanyaan “isotach” buatku istilah itu baru banget kak.. biasanya tau isobar dll. Tolong di ajari y? apa masih ada ‘iso-iso” lainnya? T’makasih… (Ali, via SMS)
_______________________________________________________________________________
Photobucket

Garis kontur, yang sering diawali iso-iso itu, menunjukkan tempat-tempat yang punya nilai yang sama untuk variable tertentu. Dalam bidang meteorologi nih, semua jenis garis kontur secara general disebut isopleth. 
Karena geosciensters me-request pembahasan semua jenis iso-iso dalam meteorologi, nooooh .. kebumianzone kasih SEMUAnya! :D enjoyy~
Tekanan Udara
- Isobar: garis yang menghubungkan tempat-tempat dengan (disingkat menjadi “garis untuk” di penjelasan-penjelasan selanjutnya) tekanan atmosfer yang sama, dengan posisi stasiun cuaca direduksi ke ketinggian 0 dpl.
- Isostere: garis untuk densitas atmosfer yang sama.
- isoheight/isohypse: garis untuk ketinggian geopotensial yang sama pada peta cuaca tekanan konstan. (Penjelasan lebih lanjut lihat Melihat Lebih Dekat: Peta Sinoptik bagian upper-air map).

Temperatur Udara

- Isotherm: garis untuk temperatur  udara yang sama.
- Isogeotherm: garis untuk temperatur udara tahunan yang sama.
- Isocheim: garis untuk temperatur udara rata-rata pada musim dingin yang sama.
- Isohel: garis untuk radiasi matahari yang sama.

Presipitasi

- isohyets/isohyetal: garis untuk presipitasi (curah hujan/curah salju) yang sama.
- Isohume: garis untuk titik embun yang sama.
- Isoneph: garis untuk tutupan awan yang sama.
- Isochalaz: garis untuk frekuensi hujan es (hailstorm) yang sama.
- Isobront: garis untuk tempat-tempat yang mengalami fase awan badai yang sama. (Apa saja fase awan badai? Lihat posting Awan Cumulus, Riwayatmu Kini)

Angin

- Isotach: garis untuk kecepatan angin yang sama.
- Isogon: garis untuk arah angin yang sama.

Pembekuan/Pencairan (Freeze/Thaw)

- Isopectic: garis untuk tempat-tempat yang membeku (awal musim dingin) pada tanggal yang sama.
- Isotac: garis untuk tempat-tempat yang mulai mencair (akhir musim dingin) pada tanggal yang sama.

Lingkungan Hidup
- Isoplat: garis untuk tempat-tempat yang menerima hujan asam.

Read more...

Tekstur batuan : sedimen

>> Selasa, 15 Juni 2010

bella mengatakan...
kak, tolong bahas ttg kemas pd batuan sedimen donk.
____________________________________________

Apa itu tekstur batuan? Apa bedanya dengan struktur?

sederhananya, tekstur batuan itu sesuatu yang baru kelihatan kalau kita memperhatikan batuan dari
jarak dekat. Kamu punya segenggam batu aja, teksturnya udah bisa dideskripsikan. Sedangkan, struktur batuan justru terlihat jelas kalau kita mengambil langkah mundur dan memperhatikan batuan dari kejauhan. Sebongkah batu aja biasanya nggak bisa memperlihatkan struktur; harus ngelihat massa batuan langsung di lapangan! Termasuk struktur (batuan sedimen) di antaranya: bedding (perlapisan), laminasi (perlapisan tipis-tipis), cross-bedding (silang-siur) dsb.


Tekstur batuan sedimen punya unsur-unsur sbb:
Fragmen : butiran yang berukuran lebih besar daripada pasir
Matriks           : butiran yang berukuran lebih kecil dari fragmen, diendapkan bersama-sama dengan fragmen.
Semen            : material halus yang menjadi pengikat dan diendapkan setelah fragmen dan matrik. Semen umumnya berupa silika, kalsit, sulfat atau oksida besi.

Daaan… inilah tekstur batuan sedimen! (buka tirai… tepuk tangan…)

1. ukuran butir
Dideskripsikan oleh Pak Wenworth sebagai berikut:
Nama Butir (Indonesia/English)
Ukuran Butir (mm)
Nama Batuan
Bongkah / Boulder
Brangkal / Cobble
Krakal /Pebble
Krikil / Granule
<256
64-256
4-64
2-4
Konglomerat jka butir membundar

Breksi jika butir runcing
Pasir sangat kasar / Very coarse sand
Pasir kasar / Coarse sand
Pasir sedang / Medium sand
Pasir halus / fine sand
Pasir sangat halus / very fine sand
1-2
1/2-1
1/4-1/2
1/8-1/4
1/16-1/8
Batu pasir
Lanau / Silt
Lempung / Clay
1/256-1/16
<1/256
Batulanau
Batulempung

2. sortasi
Sortasi = derajat kesamaan ukuran butir dalam suatu batuan. Kalau butirnya ukurannya samaaaa semua, misalkan kecil-kecil semua kayak di batulempung… berarti sortasinya bagus. Sebaliknya, batuan yang punya berbagai ukuran butir dari gede, sedang, sampai halus banget, berarti sortasinya jelek abis.
Photobucket

3. Kebundaran (Roundness)
Yaitu seberapa bundar butir-butir batuan. Contoh familier adalah konglomerat yang butirnya bundar banget vs. breksi yang butirnya tajam-tajam.
Photobucket



4. Kemas (fabrik)
Kemas pada batuan sedimen antara lain: kontak antar butir, orientasi butir, dan packing.


Photobucket



Read more...

Sir Alfred Wegener: Sang Jenius yang Melampaui Masanya

>> Minggu, 13 Juni 2010

Ingat teori lempeng tektonik, ingat pak Alfred Wegener ini dong… sang jenius yang pada 1912 mengutarakan ide radikal bahwa benua-benua yang segede gaban itu ternyata bergerak! Idenya disumpahi banyak ilmuwan waktu itu sebagai ide yang “aneh” “konyol” “tidak ada mekanismenya” “impossible” tapi toh sekarang teorinya lah yang mendasari semua analisis di bidang geologi. Mau tahu dong kisahnya? Ini dia J


Photobucket



Lagi-lagi Bukan Geologis
Pak Wegener lahir di Berlin pada 1 November 1880. Masa kecilnya dilalui dengan bersekolah di K├Âllnische Gymnasium, Berlin, Jerman. Lulus sekolah, beliau melanjutkan studi ke Humboldt University di Berlin dan mendalami bidang fisika, astronomi, dan meteorologi. Tuh kan… lagi-lagi penemu teori geologi yang hebat bukanlah ahli geologi (-,-)… bahkan beliau mendapatkan Ph.D dalam bidang astronomi! Namun, cintanya tetap pada bidang meteorologi dan klimatologi. Beliaulah yang mempelopori penggunaan balon cuaca dan juga menulis buku The Thermodynamics of the Atmosphere yang menjadi textbook standar mahasiswa meteorologi waktu itu.

Ide “Gila” Itupun Muncul
Pak Alfred Wagener pertama kali mendapatkan pencerahan setelah memperhatikan bahwa bentuk-bentuk benua itu mirip puzzle banget. Tepi Benua Amerika pas banget dengan Afrika dan Eropa. Antartika, Australia, India, dan Madagaskar bisa disatukan di ujung Afrika bagian Selatan. Melangkah lebih jauh, beliau mulai memeriksa jenis batuan, struktur geologi dan fossil di tepian benua-benua tersebut dan menemukan kesamaan yang begitu mengezutkan!

Mulai 1912, Pak Wegener memperjuangkan teori “pergerakan benua” alias “continental drift”, dengan argumen dulunya semua benua menjadi satu, lalu saling bergerak menjauh. Beliau juga mengusulkan adanya “pemekaran dasar samudera (sea floor spreading)” yang dimulai di pematang tengah samudera (mid oceanic ridge). Akhirnya, terbitlah buku Origin of Continents and Oceans (Die Entstehung der Kontinente und Ozeane) pada 1915 yang juga pertama kali memuat istilah “Pangaea”.

Impossible!


Banyak sekali bukti yang mendukung teori Continental Drift ini, namun sayangnya Pak Wagener gagal menjelaskan kok bisa sih benua yang supergede itu bergerak. Dengan kata lain, penjelasan tentang mekanisme Continental Drift kurang memuaskan! Alhasil, hanya sedikit ilmuwan yang percaya; kebanyakan memandang ide ini dengan skeptis. Seorang ahli geologi dari Leipziger menolak teori Pak Wagener karena menurutnya kerak samudera terlalu rapuh sehingga impossible lah benua-benua pada “berenang” melewatinya. G.G. Simpson, ahli geologi nomor satu dunia saat itu, menulis bantahan teori tersebut (pak Simpson sendiri kukuh pada teori permanentisme) sampai-sampai beberapa negara yang awalnya agak menerima teori Continental Drift berbalik 180 derajat menjadi menentangnya! Ini sedemikian parahnya sampai-sampai Asosiasi Geologis Perminyakan AS (American Association of Petroleum Geologist) mengadakan seminar khusus untuk melawan hipotesis pergerakan benua. Kasihan sekali ya… T.T

Dunia Butuh 35 Tahun untuk Paham


20 tahun berlalu sejak wafatnya Pak Wagener, barulah dunia geologi mulai sadar bahwa teorinya memang benar. Pada awal 1950-an, bidang paleomagnetisme menemukan data yang mendukung teori Pak Wegener. Penelitian geologi di India pada 1953 menyimpulkan bahwa India dulunya ada di BBS, persis seperti yang beliau prediksi 20 tahun silam. Finally, ketika dunia sudah paham betul tentang teori ini pada 1960, Pak Alfred Wegener dinobatkan sebagai salah satu bapak revolusi sains abad 20. 


Nasib Pak Wegener sama persis dengan Pak Gregor Mendel, penemu teori genetika yang juga baru diakui teorinya lama setelah kepergiannya dari dunia. Tapi kini, Pak Wagener sangat-sangat dihormati dunia kebumian; Persatuan Kebumian Eropa bahkan memberikan penghargaan “Medali Alfred Wegener” untuk ilmuwan-ilmuwan di seluruh dunia yang membuat pencapaian spektakuler pada studi atmosfer, studi hidrologi dan studi kelautan.

 Nah, apakah salah satu medali itu akan menjadi milik ilmuwan Indonesia
Semoga saja! J

Read more...

Lagi-Lagi Penampang Stratigrafi (Soal OSP 2010 no.2)

>> Jumat, 11 Juni 2010

Anonim mengatakan...





soal esay no.2 ma 3 smna ?
______________________________________________________


Saban tahun, soal esai di Olimpiade Kebumian pastiiii deh menanyakan soal penampang stratigrafi bumi. Problem yang satu ini emang eksis abis! Makanya, agar sukses di Olimpiade Kebumian, wajib hukumnya paham tentang stratigrafi.

Caranya? Cukup bersenjatakan hukum-hukum dasar stratigrafi!


Photobucket
a. urutkan pembentukan batuan yang paling tua hingga yang paling muda
b. apakah jenis batuan yang paling mungkin untuk batuan berkode A?
c. Kode I menunjukkan suatu ketidakselarasan. Apa jenis ketidakselarasannya?
d. Disebut apakah struktur geologi dengan kode H. Berikan alasan/buktinya.

a. Urutan umur batuan : E G L C (H) (I) M D J A N K B F
Terapkan saja kedua hukum ini: superposisi dan cross-cutting relationship. Walah, apa pula itu? Lihat posting stratigrafi ini.

b. Jenis batuan yang mungkin: batuan beku, andesit/diorite
Batuan pengintrusi jelas jenisnya pasti batuan beku. Tetapi, batuan beku apa? Lambang garis-garis ini biasanya untuk andesit/diorit… kata seorang kawan yang udah veteran di bidang kebumian sih, kemungkinan besar itu andesit karena intrusinya sangat dekat dengan permukaan.

c. Ketidakselarasan I : Angular Unconformity
Jelas sekali, batuan M ke atas menumpang di atas perlapisan EGLC yang miring serta terdapat bidang erosi, sehingga ini Angular Unconformity. Kok bukan disconformity ya? Meskipun ada bidang erosi antara dua lapisan batuan sedimen, tapi yang menjadi highlight di sini adalah perbedaan sudut dip yang begitu kentara antara EGLC dengan M ke atas.Dalam disconfomity tidak ada beda sudut dip antara dua lapisan yang dipisahkan bidang erosi—ataupun kalau ada itu sedikit sekali dan bukan sesuatu yang jadi trending topic.

> ni orang kebanyakan twitter-an kali ya ~.~

c. Stuktur H : Karena banyak perdebatan di bagian ini, maka untuk sementara penjelasannya di suspend dulu :D

Simpel, ‘kan?
Silakan bertanya atau berkomentar di field di bawah ini J

Read more...

Asal-Usul Guyot?

>> Rabu, 09 Juni 2010




Proses pembentukan guyot gmn y?mksh :)


Putri, via Grup FB


Step#1: new oceanic island
Semua dimulai dengan kelahiran pulau baru di tengah lautan biru yang eksotis… sebenarnya pulau itu adalah gunung api yang mencuat dari dasar laut dan biasanya terbentuk akibat hotspot di lempeng samudera atau dari spreading center..

Step #2: fringing reef
Terumbu karang butuh tempat yang dangkal, hangat, dan jernih untuk hidup tenang.. makanya banyak terumbu karang alias reef mengelilingi pulau volkanik baru tadi.

Step #3: barrier reef
Seiring berjalannya waktu (dan lempeng), pulau tadi kehilangan aktivitas magmanya. Gak ada lagi deh material baru yang dimuntahkan ke permukaan. Ditambah terumbu-terumbu karang makin marak dan menambah beban pulau plus erosi oleh gelombang laut…. jadilah makin lama pulau tersebut makin tenggelam. Terbentuklah laguna di sekitar pulau yaitu daerah yang digenangi air laut. Terumbu karang sendiri tetap mengelilingi pulau dan membentuk semacam penghalang sehingga disebut barrier reef

Step #4: atoll        
Makin lama, pulau tadi makin tenggelam … tapi terumbu karang masih bisa bertahan! (soundtrack: I Will Survive) Terbentuklah “cincin karang” yang terkenal dengan nama atoll.

Photobucket

Step #5: guyot
Sejauh-jauh tupai melompat akhirnya jatoh juga, sekuat-kuat terumbu karang bertahan akhirnya tumbang juga. Pulau yang dulunya berjaya di tengah lautan kini udah tenggelam terlalu dalam, sampai-sampai jaraknya terlalu jauh bagi terumbu karang untuk tetap muncul di permukaan. Hilanglah pulau+terumbu karang itu dari penglihatan kita! Tapi masih ada loh sisanya, apalagi kalau bukan guyot, gunung bawah laut dengan puncak datar. Puncak datar ini akibat erosi oleh gelombang laut selama proses penenggelaman pulau.

Photobucket

Read more...

Gerak Melingkar si Titan (Soal OSP 2010 Esai no.4)

>> Senin, 07 Juni 2010

ecko says
kak,soal essay osp 2010 yang no 4 itu gmn penjelasnnya


Anonim mengatakan...

yg essay na kak . .
susaaah buanget :(
yg pilgan na yg ttg angin angin .
gg ngerti samasekali kak :'(

______________________________________________________


4. Titan adalah satelit Saturnus yang mengorbit dengan lintasan berupa lingkaran dengan kecepatan orbit 5595,25 m/s dan periode orbitnya adalah 15,9 hari. Hitunglah:

a) radius orbitnya 
b) massa planet Saturnus
Ingat: gunakan rumus kecepatan dan percepatan gerak melingkar serta rumus percepatan akibat gaya gravitasi dan massa benda. Konstanta gravitasi, G-6,67 x 10-11 N m2 kg-2 (N = Newton)

(Gak punya soal OSP 2010? Download aja di soal-soal kebumian)


Mumpung kebumianzone lagi demen-demennya ngebahas soal-soal esai astro nih … yuk sekalian kita bahas soal yang masih hangat-hangat minyak telon: OSP 2010 esai no.4!


Sesuai perintah, kita kerjakan soal ini memakai rumus percepatan gerak melingkar:
Photobucket
Dengan:
as = percepatan sentripetal
v = kecepatan tangensial
r = radius

bersama dengan rumus percepatan gravitasi:
Photobucket
Dengan:
g = percepatan gravitasi
G = konstanta gravitasi
M = Massa benda (yang besar)
r = radius

dan rumus kecepatan gerak melingkar
Photobucket

a) untuk mengetahui radius orbit, cukup gunakan rumus kecepatan gerak melingkar.
Photobucket
Wow… jauh banget ya! Bandingkan dengan jarak Bumi-Bulan yang “cuma” 0,384 juta km.

b) ketika Titan melakukan gerak melingkar alias mengorbit Saturnus, percepatan sentripetal Titan harus minimal sama dengan tarikan percepatan gravitasi Saturnus (kalau nggak, Titan bakal ditelan Saturnus!). Karena itu:
Photobucket

Ga percaya? Coba aja googling berapa jarak orbit Titan dan massa Saturnus, hasilnya sama ! :D

Silakan tanyakan apa yang belum kamu pahami di field komentar di bawah ini, terimakasih J

Read more...

Satelit Geostasioner ft. Satelit Geosinkron (Soal OSN 2009 Esai)

>> Minggu, 06 Juni 2010

Satelit geostasioner adalah satelit dengan periode sama dengan periode rotasi Bumi, relatif diam d iatas sebuah titik di permukaan Bumi. Satelit geosinkron satelit yang bergerak dengan periode dan jarak tertentu, namun selalu tetap berada di atas sebuah titik yang sama di permukaan Bumi. Gunakan Hukum Keppler III untuk menjawab pertanyaan berikut:
  1. Berapakah tinggi h, dari sebuah satelit geostasioner.
  2. Hitunglah periode yang dibutuhkan Sputnik I (diluncurkan tahun 1957) dengan ketinggian orbit h=200 kilometer dari permukaan Bumi, agar ia menjadi satelit geosinkron.
Petunjuk:
RBumi=6378,14 km
Rotasi Bumi, P= 24 jam = 1440 menit
Kecepatan lingkaran titik massa m yang terletak di Bumi, Vc = 7,9 km/det
Periode Satelit “dekat” Bumi (dekat bumi=titik di permukaan Bumi)=84,5 menit


“Opo toh satelit geosinkron iku??”
Seperti yang diutarakan di soal, satelit geosinkron punya periode yang sinkron/cocok dengan periode rotasi sidereal bumi (yang 23 jam 56 menit itu loh) sehingga satelit itu akan muncul pada jam dan sama sekali setiap satu hari di sebuah lokasi di bumi. Periode itu bisa berapa saja dan tinggi satelit bisa berapa saja asal sinkron dengan rotasi bumi.

“Lha terus, satelit geostasioner iku sing endi?”
Dari namanya saja sudah kelihatan, geo-stasioner, berarti diam (statis) di atas bumi. Satelit geostasioner punya periode rotasi 23 jam 56 menit, sama persis seperti periode rotasi bumi. Alhasil, satelit ini mengamati area itu-itu saja. Bayangkan aja ada globe, lalu tancapkan batang besi dengan ujung bundar di atas Singapura, dan putarlah globe itu. Di setiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap hari…. ujung bundar dari batang besi akan selalu berada di atas Singapura. Seperti itulah geostasioner bekerja.

Sebenarnya, satelit geostasioner adalah satelit geosinkron yang spesial. Kok spesial?

Kayak nasi goreng aja.. pake spesial-spesial…

Spesial karena
1) Bidang orbit satelit selalu di ekuator Bumi (sudut inklinasi 0),
2) Periode satelit selalu 23 jam 56 menit
3) orbitnya hampir melingkar (eksentrisitas mendekati 0).

Satelit geosinkron biasa bisa mengorbit di mana saja, dengan periode berapa saja asal cocok/sinkron dengan periode rotasi sidereal bumi, dan dengan bentuk orbit elips. Itulah bedanya.
(Keterangan lebih lanjut buka Wikipedia: Geosynchronous Orbit)

Nah, ayo kita mulai mengerjakan!

Hukum Keppler III

Photobucket

Dengan P = periode dan a = tinggi orbit dari pusat bumi.

a) Kita anggap satelit 1 satelit geostasioner, dan satelit 2 satelit “khayal” yang mengorbit di permukaan sepanjang ekuator. Satelit 1 punya periode P=1440 menit dan a dicari. Satelit 2 punya P = 84,5 menit (diberikan di soal) dan a sama dengan jari-jari bumi (6378,14 km)

Photobucket


b) Kita anggap satelit 1 satelit geosinkron dengan a= 6378,14 km + 200 km = 6578,14 km dan P dicari sedangkan satelit 2 satelit dekat bumi. Tetap memakai hukum Keppler III.


Photobucket
Gampang ‘kan?
Silakan tanya apa pun yang belum kamu pahami di field komentar di bawah ini :D

Read more...

Nge-Trig untuk Cari Ketebalan Lapisan

>> Jumat, 04 Juni 2010

Luthfi mengatakan... 
kak sau, bahas tentang pengukuran stratigrafi dong. Kan peta geologi, strike, sama dip kan udah, sekalian hitung-hitungannya. Misalnya buat ngukur kedalaman singkapan dll. Makasih :)

Sebenarnya, mengukur ketebalan lapisan batuan gak butuh ilmu kebumian, apalagi ilmu nujum... Cukup punya basic ilmu trigonometri lalu pakai nalar sedikit, voila! Ketahuan sudah true depth-nya.

Tapi, ketebalan “sesungguhnya” kayak bagaimana sih ? Sekarang, coba ambil buku terdekat di sekitarmu dan sebuah penggaris. Ukur tebalnya. Pastinya, kamu akan menempatkan penggaris itu dalam posisi lurus, seperti yang diilustrasikan pada gambar berikut.
Photobucket
Inilah ketebalan sesungguhnya.



Bagaimana kalau penggaris itu miring seperti ini?
Photobucket


Hasil yang terbaca adalah ketebalan semu.

Lapisan batuan pun begitu; kamu harus mengukur ketebalan yang tegak lurus dari dasar/atas lapisan.

Masalahnya, sering ahli geologi berjalan-jalan di bukit lalu menemukan singkapan batuan yang terpotong miring sehingga ketebalan yang diukur adalah ketebalan semu. Tidak ada data lain kecuali strike dan dip batuan, serta kemiringan lereng bukit (slope). Padahal, data ketebalan asli super duper vital dalam mencari sumber batubara, misalnya, sehingga potensi ekonominya (berapa kg batubara yang bisa dihasilkan) dapat diketahui sebelum mulai mengeksplorasi. Gimana dong?

{untuk mengingatkan:
dip adalah sudut kemiringan lapisan batuan diukur dari bidang horizontal. Lambang: d
Slope berarti sudut kemiringan lereng diukur dari bidang horizontal. Lambang: s
Tebal sesungguhnya dilambangkan dengan t. Tebal semu dilambangkan dengan w.
Semua pengukuran ini mengasumsikan bahwa “pemotongan” tegak lurus strike (dengan kata lain, true dip-lah yang dipakai).
Lebih jauh tentang dip dan strike ada di artikel Aku Peta.. Aku Peta... Aku Peta Geologi!}

Kasus #1 : dip lapisan searah dengan slope, Dip > Slope
Photobucket



Kasus #2: dip lapisan searah dengan slope, Dip > Slope
Photobucket



Kasus #3 : dip lapisan berlawanan dengan slope, Dip > Slope
Photobucket



Kasus #4: dip lapisan berlawanan dengan slope, Dip > Slope
Photobucket


Kasus #5 : Lapisan Horizontal
Photobucket



Kasus #6: Lapisan Vertikal
Photobucket


Gampang ‘kan?
Jika ada pertanyaan, monggo tuliskan di field komentar di bawah ini  terimakasih!

Read more...

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP