Satelit Geostasioner ft. Satelit Geosinkron (Soal OSN 2009 Esai)

>> Minggu, 06 Juni 2010

Satelit geostasioner adalah satelit dengan periode sama dengan periode rotasi Bumi, relatif diam d iatas sebuah titik di permukaan Bumi. Satelit geosinkron satelit yang bergerak dengan periode dan jarak tertentu, namun selalu tetap berada di atas sebuah titik yang sama di permukaan Bumi. Gunakan Hukum Keppler III untuk menjawab pertanyaan berikut:
  1. Berapakah tinggi h, dari sebuah satelit geostasioner.
  2. Hitunglah periode yang dibutuhkan Sputnik I (diluncurkan tahun 1957) dengan ketinggian orbit h=200 kilometer dari permukaan Bumi, agar ia menjadi satelit geosinkron.
Petunjuk:
RBumi=6378,14 km
Rotasi Bumi, P= 24 jam = 1440 menit
Kecepatan lingkaran titik massa m yang terletak di Bumi, Vc = 7,9 km/det
Periode Satelit “dekat” Bumi (dekat bumi=titik di permukaan Bumi)=84,5 menit


“Opo toh satelit geosinkron iku??”
Seperti yang diutarakan di soal, satelit geosinkron punya periode yang sinkron/cocok dengan periode rotasi sidereal bumi (yang 23 jam 56 menit itu loh) sehingga satelit itu akan muncul pada jam dan sama sekali setiap satu hari di sebuah lokasi di bumi. Periode itu bisa berapa saja dan tinggi satelit bisa berapa saja asal sinkron dengan rotasi bumi.

“Lha terus, satelit geostasioner iku sing endi?”
Dari namanya saja sudah kelihatan, geo-stasioner, berarti diam (statis) di atas bumi. Satelit geostasioner punya periode rotasi 23 jam 56 menit, sama persis seperti periode rotasi bumi. Alhasil, satelit ini mengamati area itu-itu saja. Bayangkan aja ada globe, lalu tancapkan batang besi dengan ujung bundar di atas Singapura, dan putarlah globe itu. Di setiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap hari…. ujung bundar dari batang besi akan selalu berada di atas Singapura. Seperti itulah geostasioner bekerja.

Sebenarnya, satelit geostasioner adalah satelit geosinkron yang spesial. Kok spesial?

Kayak nasi goreng aja.. pake spesial-spesial…

Spesial karena
1) Bidang orbit satelit selalu di ekuator Bumi (sudut inklinasi 0),
2) Periode satelit selalu 23 jam 56 menit
3) orbitnya hampir melingkar (eksentrisitas mendekati 0).

Satelit geosinkron biasa bisa mengorbit di mana saja, dengan periode berapa saja asal cocok/sinkron dengan periode rotasi sidereal bumi, dan dengan bentuk orbit elips. Itulah bedanya.
(Keterangan lebih lanjut buka Wikipedia: Geosynchronous Orbit)

Nah, ayo kita mulai mengerjakan!

Hukum Keppler III

Photobucket

Dengan P = periode dan a = tinggi orbit dari pusat bumi.

a) Kita anggap satelit 1 satelit geostasioner, dan satelit 2 satelit “khayal” yang mengorbit di permukaan sepanjang ekuator. Satelit 1 punya periode P=1440 menit dan a dicari. Satelit 2 punya P = 84,5 menit (diberikan di soal) dan a sama dengan jari-jari bumi (6378,14 km)

Photobucket


b) Kita anggap satelit 1 satelit geosinkron dengan a= 6378,14 km + 200 km = 6578,14 km dan P dicari sedangkan satelit 2 satelit dekat bumi. Tetap memakai hukum Keppler III.


Photobucket
Gampang ‘kan?
Silakan tanya apa pun yang belum kamu pahami di field komentar di bawah ini :D

1 komentar:

nosimelasari 28 Juli 2010 15.38  

kak,, aku gak ngerti soal cara membuat penampang melintang peta geologi di soal osn 2009 esai no 1 dan 2. tolong di bahasin donk!!

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP