Checklist Barang-Barang Keperluan OSN

>> Sabtu, 31 Juli 2010

Tes Tulis

1.      Kalkulator
2.      Busur derajat dan penggaris
3.      Pensil warna
4.      Jangka
5.      Pensil yang enak dipakai + penghapus yang bersih (Bawa >1)
6.      Rautan/Isi pensil
7.      Bolpoin + Tip-X
8.      Jam tangan (opsional, berguna untuk men-timing sehingga kamu nggak lupa waktu, tapi kalau kamu merasa gugup memakai jam saat tes, mending nggak usah)
9.      Stabilo (opsional)

Catatan: Biasanya peserta OSN akan diberi satu tas ransel berisi blocknote, pensil, penggaris, bolpoin, dan pensil. Tapi mungkin kamu akan lebih senang memakai alat-alat tulis yang biasa kamu pakai sehari-hari, jadi bawa saja.


Tes Praktek
1.      Sepatu olahraga dan kaus kaki
2.      Celana panjang
3.      Topi
4.      Sunblock
5.      Tisu/handuk kecil (untuk mengelap keringat)
6.      Mukena kecil (bagi muslimah)
7.      Kacamata hitam (opsional, cukup membantu waktu pengamatan awan, tapi nggak penting-penting amat sih)
8.      Obat-obatan pribadi, seperti obat maag, tetes mata, dsb.
9.      Ransel (opsional)
10.  Shirt panjang warna putih (bagi yang berjilbab) untuk daleman, soalnya kaus OSN berlengan pendek. Pilih yang bahannya nyaman, ya.
11.  Jilbab putih yang menyerap keringat (bagi yang berjilbab), lebih baik warna putih agar lebih adem.
12.  Ikat rambut (bagi yang berambut panjang), bawa cadangan juga
13.  Jam tangan (opsional, berguna untuk men-timing sehingga kamu nggak lupa waktu, tapi kalau kamu merasa gugup memakai jam saat tes, mending nggak usah)
14.  Alat tulis seperti penghapus, pensil (pensil kayu aja) , bolpoin, dsb.

Catatan:
·        saat tes praktek, umumnya panitia akan membagikan alas tulis untuk tiap peserta.
·        Kamu bisa pakai ransel OSN buat tes praktek, tapi kalau aku pribadi lebih suka pake ransel sendiri soalnya ransel OSN tuh gede banget (kan saya imut :3). Oya, waktu praktek HARUS PAKE RANSEL ya, nggak boleh tas selempang atau tas bahu.
·        Biasanya panitia bakal membagikan stok air mineral botol untuk tiap peserta, jadi kamu nggak perlu bawa botol minuman sendiri... kecuali kalau kamu memang minumnya banyak.
·        Harus celana panjang ya! Nggak boleh celana pendek, rok, apalagi hotpants (beh). Lebih baik celanamu berkantong sehingga bisa menyimpan alat-alat tulis. Pakai celana yang nyaman, jangan terlalu ketat dan jangan pula terlalu longgar. Disarankan pakai celana olahraga aja, tapi kalau kamu punya jeans/celana biasa yang nyaman juga gapapa.
·        Malam sebelum tes praktek, tidur yang nyenyak dan makan yang banyak!
·        Bilang ke panitia Kebumian kalau kamu mabuk darat waktu naik bus sehari/dua hari sebelum tes praktek agar dicarikan solusinya. Tes praktek nanti akan melibatkan banyak perjalanan naik bus.

Sehari-hari
Kebanyakan acara jalan-jalan di OSN ber-dress code kaus OSN.
·        Bagi yang berjilbab: bawa >1 jilbab putih (atau warna hitam, atau hijau kebiruan yang cocok dengan kaus Kebumian) dan >1 daleman lengan panjang
·        Saat jalan-jalan, bawahannya terserah; boleh celana atau rok.
·        Alas kaki terserah, tapi ya jangan sandal kamar mandi gratisan dari hotel -_-

Acara-acara resmi seperti jamuan makan malam, pembukaan, dan penutupan ber-dresscode batik provinsi atau seragam sekolah. Pakai sepatu, ya!

Acara bebas ya memakai baju bebas.

Bawa/beli snack (atau minta guru pendampingmu membelikan snack) buat amunisi di kamar!

Waktu malam sebelum tes, nggak usah belajar! Ntar malah panik, loh. (lagipula kamu kan udah belajar hampir sebulan buat persiapan?!?!) Mending nonton TV, jalan-jalan di sekitar hotel, main ke kamar anak-anak Kebumian lain buat menjalin persahabatan, sikat habis makan malam di hotel, hehehe... atau lebih baik beribadah seperti membaca Kitab Suci dsb. agar diberi ketenangan oleh-Nya besok waktu tes.
Tidur yang nyenyak, ya, jangan begadang! Udah, tesnya gak usah dipikirin, enjoy aja! Pokoknya kamu udah usaha max, sisanya tinggal pasrah sama Tuhan.

がんばって ください!J

Read more...

Di atas Awan masih Ada Awan

>> Jumat, 30 Juli 2010


kak, maksimum ketinggian awan sampai lapisan apa? terus kenapa?
urang sunda...
__________________________________________________



Lihat gambar ini:




Awan Cumulonimbus  ini kok bagian atasnya agak geje (gak jelas) ya? Flat gitu... seperti tertahan sesuatu. 
Kenapa ya?
Awan yang biasa kita lihat setiap hari : Cumulonimbus, Cumulus, Altostratus, dsb. adalah awan-awan yang tetes airnya atau kristal es nya berasal dari permukaan bumi. Tahu dong, cara pembentukan awan?
Kebangetan kalo gak tahu... dulu waktu TK aja KebumianZone udah diajarin kok -_-
Biasa lah—air dari laut/sungai/danau/transpirasi tumbuhan menguap... naik ke atas... mendingin... uap air mengembun jadi air... dan taraaaaaa~ terbentuklah awan! Yep, inilah mekanisme paling basic untuk pembentukan awan. Awan juga bisa terbentuk  dengan cara:
1)      Perkembangan awan lain, misalnya altocumulus yang membesar dapat membentuk statocumulus. 
2)      Pendinginan suatu lapisan udara secara keseluruhan, misalnya jika atmosfer bagian bawah mendingin, akan terbentuk stratus di sana.
3)      Penguapan awan lain, misalnya cirrostratus tipis yang menguap dapat menjadi cirrocumulus.
4)      Dan lain lain.

Yang jelas, intinya awan-awan yang biasa kita lihat ini asalnya dari uap air di permukaan bumi yang naik
lalu mendingin menjadi awan. Nah, awan-awan ini akan terhenti ketika mencapai puncak troposfer alias
tropopause. Loh, kenapa harus begitu?

Sekarang—gimana caranya paket udara yang mengandung uap air bisa naik dan membentuk awan-awan indah? Pada prinsipnya, paket udara akan terus naik kalau dia lebih enteng dari lingkungan sekitarnya. Bagaimana caranya agar lebih enteng? Tentunya paket itu harus lebih panas.

Perhatikan struktur melintang atmosfer berikut. Garis menunjukkan suhu.


Perhatikan batas antara troposfer dan stratosfer (yaitu tropopause). Dari permukaan bumi ke bagian atas troposfer, suhu udara semakin dingin. Karenanya, mudah bagi sebuah paket udara yang panas bin lembab untuk terus naik.. naik... dan naik... di daerah troposfer—kan suhu lingkungannya dingin banget, otomatis paket udara jadi lebih hot dan lebih enteng. Masalah datang ketika paket udara mulai bertemu stratosfer. Di stratosfer, suhu udara makin ke atas justru makin panas... alhasil paket udara tadi, kalau dibandingkan dengan kondisi lingkungan di stratosfer, malah jadi dingin! Dingin = berat, karena berat paket udara nggak bisa naik lagi. Dengan kata lain, gerakan vertikal paket udara terhenti di tropopause.
Inilah mengapa awan-awan Cuma ada di troposfer.

Apa itu artinya gak ada awan yang berada di atas troposfer? Eh, jangan salah! Awan-awan yang terbentuk dari hasil naiknya uap air dari permukaan bumi lah yang nggak bisa menembus tropopause. Nah, gimana kalo suplai airnya bukan dari permukaan bumi, tapi dari luar angkasa? Beneran ada loh! :D
Wow, jadi emang bener ya, ada UFO yang semprot-semprot air di bagian atas atmosfer?
Mari kenalan dengan awan nacreous dan awan noctilucent... dan asalnya mereka BUKAN dari alien Mars....

Awan nacreous, asal katanya dari “nacrea” yang artinya mutiara. Awan ini memang tampak berkilau mutiara. Belum diketahui pasti komposisi awan nacreous, namun diperkirakan terdiri atas tetes air (cair /padat?) yang kelewat dingin. Awan ini berada di stratosfer pada ketinggian 30 km. Walau cantik, awan ini berbahaya! ialah yang menyebabkan lubang ozon di antartika. (Lebih lanjut silakan baca Wikipedia ini)


Awan noctilucent, yang berarti “awan malam yang berkilau” terdiri atas kristal-kristal es. Airnya berasal dari meteor yang terpecah di atmosfer atas atau dari reaksi kimia yang melibatkan gas methan. Awan ini berada di mesosfer bagian atas dengan ketinggian kira-kira 75 km.


Kedua awan ini baru terlihat di daerah kutub, di mana matahari bersinar cukup rendah sehingga kilau keduanya tampak jelas.

Wah, ternyata di atas awan masih ada awan!

Read more...

Skala Gerak Atmosfer

>> Rabu, 28 Juli 2010

bbie mengatakan...
kak, mau request... yang termasuk skala mikro, meso, sinoptik, ma global apa aja ? makasih banyak

kak, numpang nanya..
yang termasuk skala meso itu apa aja yah? kalau skala regional berbeda yah dengan yang meso? skala yang lain ada gak yah kak? makasih banyak kak
Shu Kurniawan via Facebook
_______________________________________________________________



Fenomena-fenomena yang terjadi di atmosfer kita sangat beragam, dari yang seimut pusaran angin kecil (eddies) sampai sebesar sel Hadley, sel sirkulasi yang mempengaruhi sepertiga dunia. Karena itu, meteorologis mengelompokkan berbagai kejadian di atmosfer dalam skala mikro, meso, sinoptik dan global sesuai dengan luas daerah yang dipengaruhi dan durasi peristiwa.



Skala mikro
peristiwa-peristiwa di atmosfer yang ukurannya meteran dan hilang dalam beberapa menit. Contoh: pusaran angin kecil di tengah taman kota

Skala meso
Peristiwa-peristiwa di atmosfer berukuran beberapa sampai puluhan kilometer dan berlangsung selama puluhan menit sampai beberapa jam.
Contoh: Awan Cumulonimbus, membuat satu kecamatan diterjang hujan badai yang berlangsung satu-dua jam.Tornado, pusaran angin di darat yang merusak area seluas beberapa km dan hilang dalam hitungan puluhan menit. Mesosiklon adalah “emaknya” tornado. (Untuk keterangan lebih lanjut tentang pembentukan tornado silakan klik “Torrrnado!”)

Skala sinoptik
Sinoptik adalah peta cuaca. (pembahasan lebih lanjut tentang peta cuaca silakan klik “Melihat Lebih Dekat: Peta Sinoptik”). Jadi, yang termasuk skala sinoptik ialah peristiwa-peristiwa yang digambar di peta cuaca, misalnya front, depresi dan antisiklon, atau bisa juga fenomena berukuran ratusan-ribuan km yang berlangsung berhari-hari, seperti hurricane.

Skala global
Namanya juga skala global, pastinya peristiwanya mempengaruhi satu planet. Contoh: Sirkulasi Hadley, Ferrel, dan Kutub.

Itu semua pembagian skala untuk semua peristiwa atmosfer. Skala regional tidak dikenal secara resmi, tapi kalau ngomongin skala regional biasanya maksudnya adalah 

satu daerah yang ukurannya sedang (gak kecil-kecil amat tapi gak gede-gede amat), misalnya satu pulau Jawa. 







Oya, pembagian skala gerak ini pun nggak strict ya! Satu kategori bisa bercampur dengan kategori lain. Contoh: Tropical Storms alias badai tropis ada yang berkekuatan lemah, tetapi ada juga  yang kuat banget sehingga kategorinya bercampur antara skala meso dan skala sinoptik, 



Khusus untuk angin, kita punya klasifikasi sendiri.

Skala Tersier
Alias angin lokal: angin yang berhembus di daerah yang sempit aja, seperti: Angin Fohn, angin Anabatik, dsb.

Skala Sekunder
Sama juga dengan angin regional: meliputi daerah yang nggak terlalu sempit tapi juga nggak terlalu luas. Contoh: Angin Muson di Indonesia. Oya, sirkulasi Muson di Indonesia dikenal juga dengan nama Siklus Walker.

Skala Primer
Ini nih tandingannya skala global: angin yang mendunia! Termasuk angin skala primer adalah angin pasat, angin baratan, dan angin timuran

Read more...

5 Penyakit Pembuat Gagal di OSN Kebumian (Part 3 of 3--end)

>> Senin, 26 Juli 2010



OSN Medan 2010 tinggal menghitung hari. Kali ini, KebumianZone akan menyinggung sesuatu yang jauh lebih penting dari belajar mati-matian, membaca ratusan buku, mencatat tiap kata yang mentormu katakan, atau menge-print tiap lembar artikel/pdf yang KebumianZone posting, demi keinginan memenangkan seonggok medali OSN.

Ini soal mental.


3. Ogah Membaca Buku; Terlalu Mengandalkan Logika

Yang satu ini biasanya melanda anak-anak dengan daya nalar lebih alias rada jenius. Karena memang daya analisisnya bagus, jadi maleeees banget rasanya baca buku. Bawaannya ngantuk aja, apalagi kalau bukunya tulisan semua, haduh.
Sesungguhnya, otak itu ibarat mesin penggiling daging. Walaupun mesin penggilingnya bertenaga nuklir sekalipun, tapi kalau dagingnya dikit, tetep aja hasil daging gilingnya gak memuaskan! Kurang! Bagaimanapun Kebumian itu ilmu pemahaman.. dan cara terbaik untuk paham adalah dengan membaca karya-karya para profesor yang sudah terlebih dahulu paham. Kemudian, yang terbaca tadi diolah lagi di otak. Buku itu ibarat daging mentah dan otakmu mesin gilingnya. Antara suplai dan kapasitas produksi harus seimbang!
Solusi: baca buku! Kalau kamu memang nggak kuat duduk diem baca textbook, coba browsing aja di internet. Banyak animasi flash yang bagus-bagus dan lucu-lucu tentang Earthscience.. itu membantu banget. Cobalah baca buku-buku Kebumian berbahasa Inggris; yang english bahasanya lebih ringan dan isinya pun bikin hati penasaran. Atau, silakan cari buku-buku yang banyak gambarnya; pinjam ensiklopedi tentang Bumi di perpus sekolah/perpus kotamu. Dengan begitu, wawasan tentang istilah-istilah Kebumian menjadi lebih luas!


2. Menghafal Isi Buku; Malas Berpikir

Ini kesalahan yang paling sering ditemui! Semua bermuara dari pemahaman salah kaprah bahwa Kebumian itu ilmu hafalan. Memang sih, di level OSK masih banyak soal-soal yang bisa dikerjakan dengan mengandalkan memori. Namun, makin naik level, juga dari tahun ke tahun, soal-soal Kebumian di OSN akan dibuat makin mendekati model IESO yang penuh logic.

Bukannya hafalan itu jelek; kalau kita punya kapasitas memori otak yang bisa diandalkan, ya itu sip banget. Tapi akan jadi masalah kalau yang kita lakukan cuma menghafaaaal terus tanpa mencoba melakukan analisis. Seperti analog daging giling di nomer (3), otakmu sebagai mesin penggiling itu nggak jalan, tapi suplai daging mentahnya banyak banget. Alhasil yang didapat ya Cuma daging mentah yang gak bisa dipakai masak!

Pertama: kalau kamu terlalu menghafal, pengetahuanmu jadi sempit. Ilustrasi: misalnya suatu soal menanyakan warna ungu. Kamu tahunya cuma merah, kuning, sama biru. Nah, anak yang menghafal bakal gak bisa menjawab soal ini! Dia nggak punya memori tentang warna ungu sih. Tapi, anak yang mau menganalisis, akan mengerti bahwa sebenarnya ungu itu campuran dari merah dan biru. Dan dia lancar menjawab soalnya.

Kedua: banyak soal yang bisa dikerjakan walaupun kita ‘merasa’ belum baca materinya—asal mau putar otak sedikit.

10. Suatu batuan sedimen akan dikorelasikan dengan batuan lain yang letaknya berjauhan, maka yang
menjadi sarana untuk korelasinya adalah
a. kesamaan ukuran butir batuan
b. kesamaan mineral penyusun batuan
c. kesamaan struktur sedimen
d. kesamaan lingkungan pengendapan
e. kesamaan kandungan fosil

Ckckck... susah banget ya ini soal...
Yakin susah??
Pastinya kamu semua udah hafal dong prinsip-prinsip stratigrafi: Law of Horizontality, Law of Superposition, Law of Faunal Succession...
Nah, kalau cuma menghafal “Law of Horizontality adalah blablablabla, Law of Faunal Succession adalah blablablabla” tanpa mengerti benar maksudnya apa, ya sudah, wassalam deh. Sampai di sini aja.

Tapi kalau pakai nalar... diantara laws di atas, yang Faunal Succession bisa kita gunakan.
Law of Faunal Succession bilang bahwa tiap periode geologi ditandai oleh fosil tertentu. In other words, fosil-fosil tertentu ( yang disebut fosil index) dapat menunjukkan waktu.
Sekarang, dalam korelasi, apa yang jadi kriteria untuk mengorelasi batuan sedimen? Bentar-bentar.. korelasi itu opo toh? Korelasi... hmm.. penghubungan. Pokoknya korelasi itu menghubungkan. Oh.. maksud soalnya, misalkan ada batulempung A disini, batu lempung B di sono, kita disuruh menghubungkan. Oke, batuan bisa dihubungkan kalau mereka sama: sama jenis batuannya dan sama umurnya. Tapi, kan batulempung bisa terbentuk kapan aja. Gak selalu batulempung A dan batulempung B yang terpisah jauh tadi itu sebenarnya batu yang sama... lha kalo yang A terbentuk 200 juta tahun lalu, tapi yang B terbentuk 5 tahun lalu, walaupun semuanya batulempung, tapi bukan batu yang sama .. jadi umurlah kriteria yang penting!  penanda umur itu fosil... berarti jawabannya E.
Bisa dijawab, ‘kan? :D

Ketiga: Terlalu banyak menelan dan menghafal berbagai macam topik secara mentah-mentah berpotensi merusak organisasi ilmu di otakmu. Maksudnya, karena kebanyakan isi, maka ingatanmu bisa jadi ada yang tertukar, keliru, atau kelupaan. Berabe deh waktu mengerjakan soal.

Solusi:
·        Tirulah filosofi tukang kayu: tukang kayu nggak harus memboyong almari, meja, kursi, rak buku, rak sepatu sekaligus ke rumah pelanggan. Tukang kayu tinggal membawa seperangkat alat pertukangan dan batang-batang kayu, baru kemudian kayu-kayu itu dia bentuk sesuai permintaan.

·        Gak usah khawatir belum sempat membaca 150 buku geosains: cukup baca beberapa buku dasar seperti Physical Geology, Schaum’s Astronomy, Essentials of Meteorology dsb. Atau  materi-materi bahasa Indonesia sesuai seleramu—itu sudah cukup buat basic. Sisanya, andalkan daya fikirmu waktu menjawab soal. Kalau di tengah jalan ada istilah yang gak pernah baca dan memang gak bisa dinalar (seperti seiche itu apa sih) tinggal cari di internet. Gak pake pusing, ‘kan?

·        Jika ada waktu, jauh lebih baik kalau kamu bikin rangkuman bergambar yang merangkum inti-inti dari buku yang kamu baca atau hal-hal yang kamu dapat di internet sehingga pengetahuan Kebumianmu lebih terorganisir.

·        Pokoknya, kalau kamu merasa nggak tahu, JANGAN LANGSUNG BUKA BUKU! Pikir dulu baik-baik, gunakan nalarmu, visualisasikan prosesnya, buat daftar kemungkinan—think hard, use your brain! Baru nanti untuk mengecek ketepatan analisismu atau bila memang bener-bener udah stuck gak bisa menjawab, silahkan buka-buka buku atau ngenet atau nanya ke KebumianZone :D


Read more...

5 Penyakit Pembuat Gagal di OSN Kebumian (Part 2 of 3)

>> Minggu, 25 Juli 2010

OSN Medan 2010 tinggal menghitung hari. Kali ini, KebumianZone akan menyinggung sesuatu yang jauh lebih penting dari belajar mati-matian, membaca ratusan buku, mencatat tiap kata yang mentormu katakan, atau menge-print tiap lembar artikel/pdf yang KebumianZone posting, demi keinginan memenangkan seonggok medali OSN.

Ini soal mental.

Sebelumnya, KebumianZone mau minta maaf karena posting nya agak telat... soalnya yang punya situs lagi asik kencan sama soulmate barunya... hehehe :p


4. Tidak Menjawab Soal; Terburu-buru

Bagaimana caranya supaya menang di OSN Kebumian?
Jawabannya hanya 1 : menjawab soal dengan benar.

Sepele banget... tapi karena terlalu sepele inilah, jadi banyak yang lupa.
Ingat, dalam kompetisi ‘jawab soal’ macam OSN ini, belum tentu perunggu nomer 2 lebih jago kebumian dari perunggu nomer 3. Kok bisa? Karena perunggu nomer 3 sebenarnya pintar tapi dia tidak menjawab soal.

a)    Hati-hati dengan kata ‘tidak’, ‘bukan’, ‘kecuali’.  Berbeda dengan soal di LKS yang biasa kamu kerjain di sekolah, soal-soal kebumian tidak menebali, menggarisbawahi, atau memiringkan kata-kata negatif tersebut. Jadi, kamu harus hati-hati.

Solusi: waktu tes, siapkan stab*lo alias highlighter. Setiap bertemu 3 kata pamungkas tadi, langsung bubuhkan stab*lo mu. Dijamin, ‘kesalahan bodoh’ macam begini bisa dibabat.

b)   Analisis soal dengan hati-hati. Apa sih yang sebenarnya ditanyakan?

19. Beberapa fosil dapat dikelompokkan menjadi satu spesies jika
a. Dapat kawin
b. Dapat kawin dan menghasilkan keturunan
c. Dapat kawin, menghasilkan keturunan yang fertile
d. Mempunyai kesamaan morfologi
e. Mempunyai kesamaan cara hidup

Memang dalam biologi, dua organisme dikatakan berada dalam satu spesies jika mereka bisa kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil.
Tapi, apa itu yang ditanyakan?
Yang ditanyakan adalah tentang fosil. Sekarang kamu punya tulang-belulang fosil dinosaurus A dan dinosaurus B. Dino A dan dino B satu spesies gak ya... gimana caranya (kira-kira) ilmuwan cari tahu? Mengawinkan? Jelas gak mungkin, lah! Kan udah jadi fosil. Jadi jawaban yang tepat adalah dengan membandingkan morfologinya.
(Credit to Bintang Rahmat Wananda for mentioning this!)

Solusi: Pahami apa yang ditanyakan soal, kemudian baca dan pertimbangkan semua pilihan.

c)   Khusus soal hitungan: benar-benar tulis diketahui dan ditanyakan agar kamu nggak buang-buang waktumu yang berharga.

Energi Matahari yang diterima planet Saturnus persatuan waktu persatuan luas (fluks) adalah 13 W
per m2. Apabila jejari Saturnus 9 kali jejari Bumi maka perbandingan luminositas Bumi terhadap luminositas Saturnus adalah ...

Cara mengerjakan soal ini: cari luminositas Bumi berapa lalu lumonositas Saturnus berapa, lalu perbandingkan. Benar? Memang benar, tapi sama sekali gak praktis (dan belum tentu gak kepeleset waktu masukin angka ke kalkulator). Untuk menjawab soal-soal rasio seperti ini, kamu sebenarnya tidak perlu tahu jawaban masing-masing luminositas berapa. Cukup tulis rumus La/Lb lalu cancel sebanyak mungkin. Begini lebih efektif bin efisien. ‘kan yang ditanyakan perbandingannya, bukan luminositasnya.

Oya, hati-hati juga waktu memasukkan angka ke kalkulator!

Solusi: klik “Bantai Soal Hitungan

d) Terakhir adalah kesalahan yang paling (maaf) stupid tetapi paling fatal. Pernah kejadian sama temen saya waktu SMP, kalau nggak salah nilai sejarahnya jadi cuma 30-an padahal dia bisa ngerjain.. ya gara-gara yang maunya jawaban buat nomer 31 keliru diisiin ke space buat nomer 30. Walhasil dari nomer 30 sampai terakhir salah semua. Weleh-weleh...
Solusi: telitilah posisi jawaban pilihan ganda sebelum mengumpulkan lembar jawaban.

3. Ogah Membaca Buku; Terlalu Mengandalkan Logika
2. Menghafal Isi Buku; Malas Berpikir

1. Melupakan Tuhan; Lupa Berdoa

Ini diamini oleh banyak veteran olimpiade dari berbagai bidang: faktor “x” sangat menentukan.
Keberuntungan. Hal-hal yang kamu pelajari keluar semua. Hal-hal yang nggak sempat dipelajari ternyata nggak keluar. Tebakan nekatmu benar. Tiba-tiba mendapat ilham untuk menjawab soal. Semua ini termasuk domain Tuhan YME.
Jadi mari berdoa sang Pencipta Langit dan Bumi agar kamu dimudahkan saat OSN Kebumian nanti.
Sometimes... kita harus ikhlas. Mungkin nanti kita ditakdirkan dapat perunggu, bukan emas atau perak. Tapi belum tentu emas, perak lebih baik loh daripada perunggu atau bahkan nggak dapat. Dapet medali yang terlalu tinggi dari kemampuan bisa membuat kita merasa aman dan agak sombong... wah, ini berbahaya (lihat (5) Terlalu Pede).  Bisa jadi cuma dikasih perunggu, atau malah gak dapat medali... tetapi bisa survive di seleksi IESO nanti atau malah dapet emas di OSN tahun depannya (!), karena kamu lebih terpacu oleh “perunggu” atau “no medal” mu.

Atau, mungkin Tuhan sudah menyiapkan satu bidang yang lebih prospektif buat kita selain Kebumian... sehingga di Kebumian ini, walaupun sudah usaha dan doa maksimal, gak menang juga. Mungkin Tuhan menyuruh kita untuk belajar dari kekalahan, memperbaiki diri, sehingga bisa meraih kemenangan yang jauh lebih gede dari sekedar dapat medali OSN.

Solusi: berusaha, lalu berdoa, lalu pasrahkan sama Tuhan. Dengan begini hati bisa lebih tenang J


Typed with my new, sau-shiny red Dell Inspiron :3

Read more...

5 Penyakit Pembuat Gagal di OSN Kebumian (Part 1 of 3)

>> Sabtu, 24 Juli 2010

6 setan yang harus dibasmi dari orang Indonesia: 1) menggampangkan kehidupan, 2) suka hal-hal instan, jalan pintas, jalan belakang, 3) suka ngrasani, menjelekkan orang di belakang,4)iri hati, tidak senang melihat orang lain sukses 5)kurang percaya diri, tidak percaya diri bila bisa sukses, 6)Suka diberi, senang meminta.”
–KangYoto, Bupati Bojonegoro yang sukses memajukan taraf hidup rakyat Bojonegoro
______________________________________________________


OSN Medan 2010 tinggal menghitung hari. Kali ini, KebumianZone akan menyinggung sesuatu yang jauh lebih penting dari belajar mati-matian, membaca ratusan buku, mencatat tiap kata yang mentormu katakan, atau menge-print tiap lembar artikel/pdf yang KebumianZone posting, demi keinginan memenangkan seonggok medali OSN.

Ini soal mental.

Di kompetisi apapun—sepakbola, lomba nyanyi, cerdas cermat, sampai olimpiade sains—kekuatan mental adalah faktor yang paling menentukan, selain tentunya takdir Tuhan. Masih ingat piala dunia 2010? Masih ingat Prancis dan Inggris? Inggris kalah di babak perdelapan final. Prancis malah lebih buruk; angkat koper di babak penyisihan grup.

Apa pemain Inggris dan Prancis itu jelek-jelek? Jangan bercanda! Kumpulan pemain terbaik dunia ada di situ. Apakah pelatih Inggris dan Prancis kurang strategi? Kedua tim ini dilatih pelatih-pelatih terbaik dunia yang gajinya selangit! Apa kurang dukungan yang diberikan rakyat kedua negara buat tim sepakbolanya? Justru, Inggris dan Prancis punya supporter-suporter fanatik yang mendukung setiap saat, sampai puluhan ribu rakyatnya bela-belain datang ke Afrika Selatan!

Jadi mengapa mereka KALAH?
Prancis didera konflik internal di kamar ganti. Inggris jatuh mentalnya waktu gol Frank Lampard dianulir.

Mengerti, ‘kan? Dalam sepakbola, teknik bukan segalanya. Strategi bukan segalanya. Mental adalah segalanya.

Sekarang, bagaimana dengan OSN, khususnya Kebumian?
Saya sudah berpartisipasi dari saat Kebumian pertama kali masuk OSN sampai 2010 ini. Berdasarkan pengalaman mengenal berbagai spesies peserta, dari yang memang jenius, sok jenius, rajin, minder, pede, kalem, berapi-api, ambisius, alim, santai dll. dan menyaksikan sendiri prosesnya dari pre-OSK sampai pelatnas tahap paling akhir… lalu juga dari pengalaman berbagi ilmu dengan berbagai tipe anak Kebumian dari berbagai daerah, baik secara tatap muka langsung maupun online, ada 5 kesimpulan yang bisa saya tarik soal apa yang menyebabkan seorang anak gagal di OSN khususnya OSN Kebumian. Kelima-limanya saling berhubungan dan saling menguatkan satu sama lain. Awas!! Jangan sampeeeee kamu terjangkit lima penyakit anak OSN Kebumian ini!!!

Oke, kita hitung mundur dari (5).

5. Sangat Ambisius Meraih Medali; Terlalu Pede


Semangat meraih medali itu pastinya bagus banget. Tapi itu akan jadi bumerang, kalau seorang anak belajar hanya untuk menggenggam emas/perak/perunggu tanpa rasa ingin tahu dan rasa cinta terhadap kebumian.

Pertama: dia akan cenderung melakukan nomor (2) (Menghafal Isi Buku; Malas Berpikir). Kedua: ketika nggak bisa menjawab beberapa soal di nomor-nomor awal/esai, mental langsung jatuh, sehingga sisanya cenderung dikerjakan pakai metode nomor (4) (Tidak Menjawab Soal; Terburu-buru)

Dan terlalu pede pun berbahaya. Percaya nggak percaya… yah, mungkin ini menyalahi kepercayaan umum yang beredar di sekitar kita, ya, tapi berdasarkan pengalamanku, yang agak minder justru berhasil. Tapi minder yang agak loh, ya, bukan terlalu minder. Terlalu minder juga merusak.

Contoh minder yang membangun:

1. “Aduh, aku masih bodoh nih tentang Kebumian. Masih banyak yang aku belum paham. Wah, aku harus paham nih biar bisa ngerjain soal dengan baik. Hmm.. oke, jadi pertama-tama aku harus baca tentang topik Seiche ini dulu, trus nyoba menganalisis soal-soal tentang Seiche. Oke, semangat! Walaupun provinsiku gak care, tapi justru itu jadi cambukan buatku.” *semangat*

2. “Hmm meskipun aku udah ikut pembinaan dua minggu di hotel mewah buat pra-OSN, tapi aku nggak boleh lengah nih. Masalahnya provinsi yang kuat-kuat juga pada dibina. Aduh, tapi yang paling menakutkan anak-anak dari provinsi underdog, nih. Pasti mereka nggak lengah. Wah, aku harus semangat! Ayo belajar!” *semangat*

Contoh minder yang merusak:

1. “Haduuuuuh provinsiku gak ada pembinaan, mana materi aku banyak yang gak mudheng, padahal Jateng dibina UPN selama sebulan dan mereka lolos 18 orang lagi…. Waduh pasti aku gak bisa ngerjain soal OSN ini haduuh haduuh” *pusing*\

2. “Oh mameeeeen udah dibina dosen universitas top nih, biayanya pasti mahal banget…. Provinsiku udah berkorban banyak duit… kalau sampai gak dapet medali mati aku… pasti diejek ejek guru-guruku… haduuuuh mati aku…” *pusing*

Contoh pede yang merusak

1. “Lah, aku kan udah ikut kuliah dua minggu ama dosen yang bikin soal. Hah, kayaknya gak bakal susah nih dapet medali. Provinsiku juga banyak yang lolos. Ih, anak ini provinsi gak ada pembinaan sama sekali, kayaknya dia rada stupid. Aku pasti bisa dapet emas hahahahaha” *sombong*

2. “Hmmm semua buku udah kubaca semua soal udah kukerjain tinggal santai aja nih hahahaha yah walaupun provinsiku pembinaannya acak-acakan tapi kan nggak ngaruh, toh yang entar ngerjain soal ya anaknya, jadi ini masalah anaknya jenius apa nggak. Aku mah jenius dan udah belajar lagi jadi bisalah kira-kira emas nomer 3 gitu hahaahahaha” *sombong*

“Aku kan udah ikut taun lalu ke nasional hahaahahhaha gampang lah yang taun ini toh udah pengalaman… yah minimal perunggu lah hahahahahaha” *sombong* YANG TERAKHIR INI SANGAT, AMAT MERUSAK!!

Solusi: Cintailah kebumian! cintailah misteri geologi, kerennya astronomi, asiknya meteorologi, dan dalamnya oseanografi. Cintalah planet ciptaan Tuhan yang jadi satu-satunya rumah manusia ini. Cintailah siklus hidrologi, siklus batuan, tipe gempa bumi, angin Fohn, arus turbid, lapisan-lapisan atmosfer—proses-proses yang memahat Bumi ini dan berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Lalu belajarlah dengan cinta! Karena kalau kamu cinta, rasa ingin tahumu pasti membesar!

Minderlah, karena banyak yang lebih jago darimu, karena banyak yang masih kamu belum pahami! Tapi pede-lah, karena kamu dan anak-anak lainnya juga sama-sama makan nasi dan volume otaknya juga sama, jadi kamu insyaAllah bisa ngerjain soal OSN nanti asal berusaha dan berdoa!

4. Tidak Menjawab Soal; Terburu-buru
3. Ogah Membaca Buku; Terlalu Mengandalkan Logika
2. Menghafal Isi Buku; Malas Berpikir
1. Melupakan Tuhan; Lupa Berdoa

Part 2 akan diposting besok (Minggu, 25 Juli 2010) pagi!

Read more...

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP