`

5 Penyakit Pembuat Gagal di OSN Kebumian (Part 1 of 3)

>> Sabtu, 24 Juli 2010

6 setan yang harus dibasmi dari orang Indonesia: 1) menggampangkan kehidupan, 2) suka hal-hal instan, jalan pintas, jalan belakang, 3) suka ngrasani, menjelekkan orang di belakang,4)iri hati, tidak senang melihat orang lain sukses 5)kurang percaya diri, tidak percaya diri bila bisa sukses, 6)Suka diberi, senang meminta.”
–KangYoto, Bupati Bojonegoro yang sukses memajukan taraf hidup rakyat Bojonegoro
______________________________________________________


OSN Medan 2010 tinggal menghitung hari. Kali ini, KebumianZone akan menyinggung sesuatu yang jauh lebih penting dari belajar mati-matian, membaca ratusan buku, mencatat tiap kata yang mentormu katakan, atau menge-print tiap lembar artikel/pdf yang KebumianZone posting, demi keinginan memenangkan seonggok medali OSN.

Ini soal mental.

Di kompetisi apapun—sepakbola, lomba nyanyi, cerdas cermat, sampai olimpiade sains—kekuatan mental adalah faktor yang paling menentukan, selain tentunya takdir Tuhan. Masih ingat piala dunia 2010? Masih ingat Prancis dan Inggris? Inggris kalah di babak perdelapan final. Prancis malah lebih buruk; angkat koper di babak penyisihan grup.

Apa pemain Inggris dan Prancis itu jelek-jelek? Jangan bercanda! Kumpulan pemain terbaik dunia ada di situ. Apakah pelatih Inggris dan Prancis kurang strategi? Kedua tim ini dilatih pelatih-pelatih terbaik dunia yang gajinya selangit! Apa kurang dukungan yang diberikan rakyat kedua negara buat tim sepakbolanya? Justru, Inggris dan Prancis punya supporter-suporter fanatik yang mendukung setiap saat, sampai puluhan ribu rakyatnya bela-belain datang ke Afrika Selatan!

Jadi mengapa mereka KALAH?
Prancis didera konflik internal di kamar ganti. Inggris jatuh mentalnya waktu gol Frank Lampard dianulir.

Mengerti, ‘kan? Dalam sepakbola, teknik bukan segalanya. Strategi bukan segalanya. Mental adalah segalanya.

Sekarang, bagaimana dengan OSN, khususnya Kebumian?
Saya sudah berpartisipasi dari saat Kebumian pertama kali masuk OSN sampai 2010 ini. Berdasarkan pengalaman mengenal berbagai spesies peserta, dari yang memang jenius, sok jenius, rajin, minder, pede, kalem, berapi-api, ambisius, alim, santai dll. dan menyaksikan sendiri prosesnya dari pre-OSK sampai pelatnas tahap paling akhir… lalu juga dari pengalaman berbagi ilmu dengan berbagai tipe anak Kebumian dari berbagai daerah, baik secara tatap muka langsung maupun online, ada 5 kesimpulan yang bisa saya tarik soal apa yang menyebabkan seorang anak gagal di OSN khususnya OSN Kebumian. Kelima-limanya saling berhubungan dan saling menguatkan satu sama lain. Awas!! Jangan sampeeeee kamu terjangkit lima penyakit anak OSN Kebumian ini!!!

Oke, kita hitung mundur dari (5).

5. Sangat Ambisius Meraih Medali; Terlalu Pede


Semangat meraih medali itu pastinya bagus banget. Tapi itu akan jadi bumerang, kalau seorang anak belajar hanya untuk menggenggam emas/perak/perunggu tanpa rasa ingin tahu dan rasa cinta terhadap kebumian.

Pertama: dia akan cenderung melakukan nomor (2) (Menghafal Isi Buku; Malas Berpikir). Kedua: ketika nggak bisa menjawab beberapa soal di nomor-nomor awal/esai, mental langsung jatuh, sehingga sisanya cenderung dikerjakan pakai metode nomor (4) (Tidak Menjawab Soal; Terburu-buru)

Dan terlalu pede pun berbahaya. Percaya nggak percaya… yah, mungkin ini menyalahi kepercayaan umum yang beredar di sekitar kita, ya, tapi berdasarkan pengalamanku, yang agak minder justru berhasil. Tapi minder yang agak loh, ya, bukan terlalu minder. Terlalu minder juga merusak.

Contoh minder yang membangun:

1. “Aduh, aku masih bodoh nih tentang Kebumian. Masih banyak yang aku belum paham. Wah, aku harus paham nih biar bisa ngerjain soal dengan baik. Hmm.. oke, jadi pertama-tama aku harus baca tentang topik Seiche ini dulu, trus nyoba menganalisis soal-soal tentang Seiche. Oke, semangat! Walaupun provinsiku gak care, tapi justru itu jadi cambukan buatku.” *semangat*

2. “Hmm meskipun aku udah ikut pembinaan dua minggu di hotel mewah buat pra-OSN, tapi aku nggak boleh lengah nih. Masalahnya provinsi yang kuat-kuat juga pada dibina. Aduh, tapi yang paling menakutkan anak-anak dari provinsi underdog, nih. Pasti mereka nggak lengah. Wah, aku harus semangat! Ayo belajar!” *semangat*

Contoh minder yang merusak:

1. “Haduuuuuh provinsiku gak ada pembinaan, mana materi aku banyak yang gak mudheng, padahal Jateng dibina UPN selama sebulan dan mereka lolos 18 orang lagi…. Waduh pasti aku gak bisa ngerjain soal OSN ini haduuh haduuh” *pusing*\

2. “Oh mameeeeen udah dibina dosen universitas top nih, biayanya pasti mahal banget…. Provinsiku udah berkorban banyak duit… kalau sampai gak dapet medali mati aku… pasti diejek ejek guru-guruku… haduuuuh mati aku…” *pusing*

Contoh pede yang merusak

1. “Lah, aku kan udah ikut kuliah dua minggu ama dosen yang bikin soal. Hah, kayaknya gak bakal susah nih dapet medali. Provinsiku juga banyak yang lolos. Ih, anak ini provinsi gak ada pembinaan sama sekali, kayaknya dia rada stupid. Aku pasti bisa dapet emas hahahahaha” *sombong*

2. “Hmmm semua buku udah kubaca semua soal udah kukerjain tinggal santai aja nih hahahaha yah walaupun provinsiku pembinaannya acak-acakan tapi kan nggak ngaruh, toh yang entar ngerjain soal ya anaknya, jadi ini masalah anaknya jenius apa nggak. Aku mah jenius dan udah belajar lagi jadi bisalah kira-kira emas nomer 3 gitu hahaahahaha” *sombong*

“Aku kan udah ikut taun lalu ke nasional hahaahahhaha gampang lah yang taun ini toh udah pengalaman… yah minimal perunggu lah hahahahahaha” *sombong* YANG TERAKHIR INI SANGAT, AMAT MERUSAK!!

Solusi: Cintailah kebumian! cintailah misteri geologi, kerennya astronomi, asiknya meteorologi, dan dalamnya oseanografi. Cintalah planet ciptaan Tuhan yang jadi satu-satunya rumah manusia ini. Cintailah siklus hidrologi, siklus batuan, tipe gempa bumi, angin Fohn, arus turbid, lapisan-lapisan atmosfer—proses-proses yang memahat Bumi ini dan berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Lalu belajarlah dengan cinta! Karena kalau kamu cinta, rasa ingin tahumu pasti membesar!

Minderlah, karena banyak yang lebih jago darimu, karena banyak yang masih kamu belum pahami! Tapi pede-lah, karena kamu dan anak-anak lainnya juga sama-sama makan nasi dan volume otaknya juga sama, jadi kamu insyaAllah bisa ngerjain soal OSN nanti asal berusaha dan berdoa!

4. Tidak Menjawab Soal; Terburu-buru
3. Ogah Membaca Buku; Terlalu Mengandalkan Logika
2. Menghafal Isi Buku; Malas Berpikir
1. Melupakan Tuhan; Lupa Berdoa

Part 2 akan diposting besok (Minggu, 25 Juli 2010) pagi!

10 komentar:

Anonim,  24 Juli 2010 14.49  

mak jleb -___-

thomas,  24 Juli 2010 15.11  

Saya setuju dengan hal ini, dalam hal ini pun saya masih kurang baik untuk menjadi kakak2 geosains seperti kalian!!! GBU

Anonim,  24 Juli 2010 15.21  

aku masuk yang kedua......
habisnya aku gak bisa membayangin/berpikir....
gak ada semacam praktik atau gambaran...
jadi bingung deh....

ada solusinya,mbak Sau...

dhixaz penggemar kebumian asal kepanjen...

Anonim,  4 Oktober 2010 20.01  

makasih banyak,,,,
tipsnya bener-bener membangun

Desi Blogs 6 Maret 2011 07.21  

makasih ya
masukkannya :)

Anonim,  18 Januari 2012 16.29  

super ...........sekali.
kini aku mengerti arti dari olimpiade nih ....
semuanya itu tentang perasaan , jiwa , cinta dan kenyataan berpikir sebagai manusia yang hina dan lemah ..............

nurul fitriani 2 April 2013 19.29  

lucu , ringan , memotivasi , membangun nan menginspirasi :)

Safitri Khoirunnisa 27 Maret 2014 21.36  

terimakasih banyak kak solusinya :) insyaallah bermanfaat :)

fauzan the aufa 24 Maret 2016 05.58  

Makasi. ini membantu … prepare
bentar lagi osp 2016 ..

Nurul Hidayati 21 April 2016 14.44  

keren banget nih blog nya... superr !! selalu memberi inspirasi dan motivasi buat adek2 kita yaaa

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP