5 Penyakit Pembuat Gagal di OSN Kebumian (Part 3 of 3--end)

>> Senin, 26 Juli 2010



OSN Medan 2010 tinggal menghitung hari. Kali ini, KebumianZone akan menyinggung sesuatu yang jauh lebih penting dari belajar mati-matian, membaca ratusan buku, mencatat tiap kata yang mentormu katakan, atau menge-print tiap lembar artikel/pdf yang KebumianZone posting, demi keinginan memenangkan seonggok medali OSN.

Ini soal mental.


3. Ogah Membaca Buku; Terlalu Mengandalkan Logika

Yang satu ini biasanya melanda anak-anak dengan daya nalar lebih alias rada jenius. Karena memang daya analisisnya bagus, jadi maleeees banget rasanya baca buku. Bawaannya ngantuk aja, apalagi kalau bukunya tulisan semua, haduh.
Sesungguhnya, otak itu ibarat mesin penggiling daging. Walaupun mesin penggilingnya bertenaga nuklir sekalipun, tapi kalau dagingnya dikit, tetep aja hasil daging gilingnya gak memuaskan! Kurang! Bagaimanapun Kebumian itu ilmu pemahaman.. dan cara terbaik untuk paham adalah dengan membaca karya-karya para profesor yang sudah terlebih dahulu paham. Kemudian, yang terbaca tadi diolah lagi di otak. Buku itu ibarat daging mentah dan otakmu mesin gilingnya. Antara suplai dan kapasitas produksi harus seimbang!
Solusi: baca buku! Kalau kamu memang nggak kuat duduk diem baca textbook, coba browsing aja di internet. Banyak animasi flash yang bagus-bagus dan lucu-lucu tentang Earthscience.. itu membantu banget. Cobalah baca buku-buku Kebumian berbahasa Inggris; yang english bahasanya lebih ringan dan isinya pun bikin hati penasaran. Atau, silakan cari buku-buku yang banyak gambarnya; pinjam ensiklopedi tentang Bumi di perpus sekolah/perpus kotamu. Dengan begitu, wawasan tentang istilah-istilah Kebumian menjadi lebih luas!


2. Menghafal Isi Buku; Malas Berpikir

Ini kesalahan yang paling sering ditemui! Semua bermuara dari pemahaman salah kaprah bahwa Kebumian itu ilmu hafalan. Memang sih, di level OSK masih banyak soal-soal yang bisa dikerjakan dengan mengandalkan memori. Namun, makin naik level, juga dari tahun ke tahun, soal-soal Kebumian di OSN akan dibuat makin mendekati model IESO yang penuh logic.

Bukannya hafalan itu jelek; kalau kita punya kapasitas memori otak yang bisa diandalkan, ya itu sip banget. Tapi akan jadi masalah kalau yang kita lakukan cuma menghafaaaal terus tanpa mencoba melakukan analisis. Seperti analog daging giling di nomer (3), otakmu sebagai mesin penggiling itu nggak jalan, tapi suplai daging mentahnya banyak banget. Alhasil yang didapat ya Cuma daging mentah yang gak bisa dipakai masak!

Pertama: kalau kamu terlalu menghafal, pengetahuanmu jadi sempit. Ilustrasi: misalnya suatu soal menanyakan warna ungu. Kamu tahunya cuma merah, kuning, sama biru. Nah, anak yang menghafal bakal gak bisa menjawab soal ini! Dia nggak punya memori tentang warna ungu sih. Tapi, anak yang mau menganalisis, akan mengerti bahwa sebenarnya ungu itu campuran dari merah dan biru. Dan dia lancar menjawab soalnya.

Kedua: banyak soal yang bisa dikerjakan walaupun kita ‘merasa’ belum baca materinya—asal mau putar otak sedikit.

10. Suatu batuan sedimen akan dikorelasikan dengan batuan lain yang letaknya berjauhan, maka yang
menjadi sarana untuk korelasinya adalah
a. kesamaan ukuran butir batuan
b. kesamaan mineral penyusun batuan
c. kesamaan struktur sedimen
d. kesamaan lingkungan pengendapan
e. kesamaan kandungan fosil

Ckckck... susah banget ya ini soal...
Yakin susah??
Pastinya kamu semua udah hafal dong prinsip-prinsip stratigrafi: Law of Horizontality, Law of Superposition, Law of Faunal Succession...
Nah, kalau cuma menghafal “Law of Horizontality adalah blablablabla, Law of Faunal Succession adalah blablablabla” tanpa mengerti benar maksudnya apa, ya sudah, wassalam deh. Sampai di sini aja.

Tapi kalau pakai nalar... diantara laws di atas, yang Faunal Succession bisa kita gunakan.
Law of Faunal Succession bilang bahwa tiap periode geologi ditandai oleh fosil tertentu. In other words, fosil-fosil tertentu ( yang disebut fosil index) dapat menunjukkan waktu.
Sekarang, dalam korelasi, apa yang jadi kriteria untuk mengorelasi batuan sedimen? Bentar-bentar.. korelasi itu opo toh? Korelasi... hmm.. penghubungan. Pokoknya korelasi itu menghubungkan. Oh.. maksud soalnya, misalkan ada batulempung A disini, batu lempung B di sono, kita disuruh menghubungkan. Oke, batuan bisa dihubungkan kalau mereka sama: sama jenis batuannya dan sama umurnya. Tapi, kan batulempung bisa terbentuk kapan aja. Gak selalu batulempung A dan batulempung B yang terpisah jauh tadi itu sebenarnya batu yang sama... lha kalo yang A terbentuk 200 juta tahun lalu, tapi yang B terbentuk 5 tahun lalu, walaupun semuanya batulempung, tapi bukan batu yang sama .. jadi umurlah kriteria yang penting!  penanda umur itu fosil... berarti jawabannya E.
Bisa dijawab, ‘kan? :D

Ketiga: Terlalu banyak menelan dan menghafal berbagai macam topik secara mentah-mentah berpotensi merusak organisasi ilmu di otakmu. Maksudnya, karena kebanyakan isi, maka ingatanmu bisa jadi ada yang tertukar, keliru, atau kelupaan. Berabe deh waktu mengerjakan soal.

Solusi:
·        Tirulah filosofi tukang kayu: tukang kayu nggak harus memboyong almari, meja, kursi, rak buku, rak sepatu sekaligus ke rumah pelanggan. Tukang kayu tinggal membawa seperangkat alat pertukangan dan batang-batang kayu, baru kemudian kayu-kayu itu dia bentuk sesuai permintaan.

·        Gak usah khawatir belum sempat membaca 150 buku geosains: cukup baca beberapa buku dasar seperti Physical Geology, Schaum’s Astronomy, Essentials of Meteorology dsb. Atau  materi-materi bahasa Indonesia sesuai seleramu—itu sudah cukup buat basic. Sisanya, andalkan daya fikirmu waktu menjawab soal. Kalau di tengah jalan ada istilah yang gak pernah baca dan memang gak bisa dinalar (seperti seiche itu apa sih) tinggal cari di internet. Gak pake pusing, ‘kan?

·        Jika ada waktu, jauh lebih baik kalau kamu bikin rangkuman bergambar yang merangkum inti-inti dari buku yang kamu baca atau hal-hal yang kamu dapat di internet sehingga pengetahuan Kebumianmu lebih terorganisir.

·        Pokoknya, kalau kamu merasa nggak tahu, JANGAN LANGSUNG BUKA BUKU! Pikir dulu baik-baik, gunakan nalarmu, visualisasikan prosesnya, buat daftar kemungkinan—think hard, use your brain! Baru nanti untuk mengecek ketepatan analisismu atau bila memang bener-bener udah stuck gak bisa menjawab, silahkan buka-buka buku atau ngenet atau nanya ke KebumianZone :D


2 komentar:

Sayyida Kamila 26 Juli 2010 18.44  

wawaawawawa
mbak sau keren!!

tau aja klo males baca buku2 tebel itu...
isinya teori tok

Nathania Islamey 28 Oktober 2012 09.53  

Waaaah makasih banget buat 3 tips hebat ini!

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP