HASIL IESO 2010

>> Senin, 27 September 2010

HASIL IESO 2010 TIM Indonesia: 1 Emas ( Rio Nugroho ), 3 Perak ( Asri Oktavioni , Mi Key , dan Liamsi Kamil) dan 4 Honorable Mention , gold recognition utk MikaeLa Ega Gita Prasastia , Silver recognition utk Ardhy Ramadhan 'dhan' , Fajar F Amanda , dan Punia Raharja .

Jadi total kita dapat 2 EMAS dan 6 PERAK !!!! SELAMAATTT!!!!! XD XD XD XD

Read more...

KebumianTryout September 2010

>> Minggu, 26 September 2010

PENGUMUMAN

Bagi seluruh peserta yang sudah mendaftar KebumianTryout, baik lewat SMS maupun komentar, cek INBOX EMAIL KAMU pada pukul 10.00 WIB hari ini. Akan ada e-mail dengan subject KebumianTryout September 2010. 
Ikuti petunjuk di sana.

Sekarang, silahkan kamu baca lagi artikel KebumianTryout agar teknisnya lebih jelas. 

 Jika ada kesulitan, segera chat dengan KebumianZone di facebook Kebumianzone Conr (kita online sepagian ini)

Good luck!


N.B: yang di-approve untuk ikut KebumianTryout hanya siswa SMA kelas X dan XI :)

Read more...

Written Test IESO 2010, Lebih Gampang?

>> Rabu, 22 September 2010

-- jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!

70% dari hasil IESO  ada di hari ini, 21 September 2010. Bertempat di KPFT (Kantor Pusat Fakultas Teknik UGM) lantai 2, peserta IESO dari 19 negara menjalani tes tertulis. Sesuai silabus, tes tertulis alias written test ini akan mempertanyakan problem-problem berkenaan dengan geosfer, atmosfer, ruang angkasa, dan hidrosfer dengan bobot masing-masing 4:3:2:1.

Peserta sudah standby di area UGM mulai pukul 8 pagi. Pukul 9 pagi, berpusing-pusing pun dimulai. Waktu mengerjakan soal 3 jam, sehingga tes tertulis selesai pada pukul 12 siang.

Wah, berarti, peserta IESO harus jago bahasa Inggris dong? Secara soal internasional ‘kan pastinya dalam bahasa Inggris? Hmmm.. sebenarnya nggak juga. Pasalnya, malam sebelum written test, para mentor dari masing-masing negara bertemu dalam forum International Jury Meeting. Di sini, para mentor ngebut menerjemahkan soal (baik written maupun practical) ke bahasa Ibu masing-masing. Jadi, soal yang dikerjakan anak Kuwait bakal dalam bahasa Arab, anak Taiwan dalam bahasa Mandarin, dan anak USA dalam bahasa Inggris....

eh? Wah, enak ya, mentor USA, India, dan negara-negara berbahasa Inggris lain gak usah capek-capek menerjemahin! Hmmm... sebenernya nggak juga (lagi hehehehe). Acara International Jury Meeting nggak cuma terjemahin soal aja. Lebih susah dari itu, para mentor yang terpilih sebagai juri internasional harus memeriksa dan mendiskusikan soal-soal yang sudah dibuat oleh scientific committee yang beranggotakan profesor-profesor dari tuan rumah. Tak jarang, para juri berdebat tentang soal-soal tertentu. Alhasil, akan ada soal-soal yang diganti total. “Kalian tidur pulas, kita kerja keras.” Begitu kata Pak Sapto waktu di kamar 386 tentang International Jury Meeting.

Yap, begitulah proses yang akhirnya menghasilkan lembaran kertas yang ditekuri 81 peserta IESO selama 180 menit.

Akhirnya, waktu untuk written test habis. Sudah disediakan berderet-deret makan siang ala prasmanan untuk mengisi perut para peserta yang sudah keroncongan. Sayangnya, KebumianZone tidak boleh naik ke lantai 2 tempat aktivitas IESO ini berlangsung, sehingga terpaksa nih KebumianZone nunggu di bawah. 

suasana lantai 2 beberapa menit setelah tes tertulis

Eeeh... tiba-tiba panitia IESO turun membawa map-map coklat berisi lembar jawaban written test IESO!!!! Wah langsung aja deh kamera pinjeman beraksi!!!

kakak panitia IESO membawa lembar jawaban written test


lembar jawaban diamankan ke mobil

Selang beberapa menit, kak Kamil dari Insan Cendikia Serpong menuruni tangga KPFT.
“Hai Kamil!! Semangat ya! J gimana tadi?” tanya KebumianZone.
Sambil tersenyum Kamil menjawab, “Waktunya kurang nih...”
“Hmmm... soalnya gampang? Gimana?”
“Yaaa lumayan.”
“lebih gampang dari tahun lalu?”
“iya kayaknya...”

kak Yan (www.researchofgeology.blogspot.com) berpose dengan kak Kamil

Lalu Kamil pun kembali ke lantai 2. Selang beberapa menit, akhirnya Tim Indonesia pun turun! Dimulai dari kak Mikey, lalu kak Ardy, kemudian kak Ega, kak Fajar, dan lain-lain. Kata mereka sih, soalnya lebih gampang dari tahun lalu, tapi waktu 3 jam itu nggak cukup deh buat nyelesein soal. Apalagi banyak soal yang meminta mereka menjabarkan kalkulasi mereka alias show your calculations. Yah, tapi namanya juga soal internasional, pasti menantang dong!

 Setelah makan siang, akan ada orientasi untuk tes-tes praktek hari berikutnya. Orientasi bertempat di Fakultas Teknik Geologi UGM hingga pukul  16.00 WIB.

Wah, semangat yaaaaa tim Indonesia!!!! 
GO MERAH PUTIH!!


Read more...

Meriahnya Opening Ceremony IESO 2010!

>> Selasa, 21 September 2010

-- jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!


Pukul 9 kurang sedikit, setelah menghadiri perkuliahan Fisika Dasar yang ternyata dosennya nggak nongol (-__-), KebumianZone langsung meluncur ke Kantor Gubernur DIY, tempat Opening Ceremony IESO 2010 berlangsung!
Bagaimana KebumianZone ke sana? Pastinya nebeng dong hahahaha ...  nebeng siapa? Nggak sembarang orang nih, mbak Diah Anisa, sang bronzer 1st IESO Korea!
Acara bertempat di Hall Kepatihan, sebuah hall terbuka yang berdesain klasik Jawa. Tampak para peserta lagi asyik ngobrol-ngobrol pakai bahasa Inggris dengan para peserta lain ... terlihat kak Rio lagi ngobrol dengan peserta dari Italy, kemudian mereka berfoto bersama.

Pukul 9 tepat, acara Opening Ceremony langsung dimulai. KebumianZone langsung menuju tempat duduk yang sudah disediakan khusus, yang ternyata bersebelahan dengan anak Korea Selatan :D (yaps, tiap kursi sudah dilabeli negara masing-masing). Sempat juga KebumianZone berkenalan dengan Ho dari Korea yang mengaku bahwa di sekolahnya nggak diajarin Kebumian padahal anggota Tim Korea lain iya (sedih gitu deh dia..). Sambil kenalan, KebumianZone juga pinjam dari Ho GuideBook IESO. Ini dia fotonya XD

 guide book untuk peserta IESO

Opening Ceremony dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dipimpin oleh paduan suara dari SMA 8 Yogyakarta. Seluruh hadirin dimohon berdiri (iya, semuanya). Hymne kebangsaan kita dilanjutkan dengan menikmati Theme Song IESO “the Science of The Earth”. Kaget juga nih, soalnya waktu di Taiwan theme song ini nge-rock banget, tapi pagi ini berasa seriosa Putri Ayu gitu deh. Wah, memang unik ya! XD lalu tarian Gedong Ayu-ayu pun ditampilkan untuk menghibur seisi Kepatihan.

Daaan... seperti biasa, dimana-mana upacara pasti penuh dengan sambutan. Mulai dari Rektor UGM, “Ketua” IESO yang berkebangsaan Korea, Perwakilan dari Kegubernuran DIY, dan Menteri Pendidikan Indonesia. Sayangnya, Pak Nuh nggak bisa datang, maka pidato beliau dibacakan oleh Dirjen Pendidikan Nasional. Peserta dari Korea nanya sama Kebumianzone, “assalamualaikum tuh apa sih?” wah, ternyata mereka penasaran juga, habis tiap kali sambutan semua memberi salam. Kebumianzone pun menjelaskan bahwa itu adalah salamnya umat Islam, dan kalau mendengarnya bisa dijawab waalaikum salam.

Yow, sambutan selesai, hiburan pun berlanjut! Kali ini dua lelaki cantik (habis make up nya sip banget hahaha :D)  membawakan tarian yang diciptakan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Para peserta dari luar negeri pun heboh mengeluarkan kamera masing-masing untuk jeprat-jepret momen ini. Kebumianzone nggak ketinggalan dong...

acara hiburan di penghujung Opening Ceremony 

Dan nggak ketinggalan pula men-snatch wajah-wajah tim Indonesia yang narsis-narsis


Panggung Opening Ceremony IESO yang semarak dengan backdrop IESO nan mewah plus bendera 20 negara (ternyata di saat-saat terakhir Kuwait ikut serta) tentunya sayang buanget kalo nggak dipakai narsis-narsis foto-foto. Alhasil, tiap negara pun diundang untuk berfoto... here is indonesian team!

 

And here is all the participants of IESO 2010!

 

Acara resmi memang nggak lengkap tanpa makan-makan... hehehe. Sekitar jam 11 closing ceremony pun berakhir, dilanjutkan dengan lunch

kakak yang ganteng ini siapa hayoooo?

Ada kejadian lucu nih, tim Korea kebingungan cara ngebuka air mineral gelas! Mereka pikir tutupnya itu harus dibuka... “eh, kayaknya harus pake ini deh,” kata Kebumianzone sambil memberi mereka sedotan. “OOOOOOOOOOOH!!!” heboh banget tuh  Tim Korea dan mereka pun segera balik ke daerah prasmanan buat mengambil sedotan. Ckckck, emang di Korea nggak ada Aq*a gelas apa ya? :S

Yap, jam 12 KebumianZone harus praktikum Kimia Dasar... waktunya pamit! “Semangat yaaaaa semuaaaa..” kata para alumni IESO yang diundang kepada pada IESO-ers dari Indonesia tahun ini. Habisnya, mereka bakal menjalani tes tertulis yang berpengaruh 70% pada penentuan medali. Wah, susah nggak ya, soalnya? Bisa nggak ya mereka ngerjain? KebumianZone juga berada di KPFT Fakultas Teknik UGM tempat tes tertulis berlangsung. Penasaran kan??

 
Makanya, jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!

Read more...

Lontong dan Opor Ayam di Welcome Dinner IESO!

-- jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!

Minggu malam pukul 7, tampak bus-bus gede pada berjejer-jejer di sekitar gedung University Club (UC) UGM. Welcome Dinner IESO is about to start! Woh, begitu masuk ke dalam, tampaklah hall UC UGM begitu ramai dengan orang-orang asing! Ada yang sipit-sipit, ada yang bule banget, yang keturunan Afrika juga ada, bahkan yang imutpun juga ada, yaitu KebumianZone! :P

Yup, seneng banget nih, pada IESO 2010 di Yogyakarta kali ini, si empunya KebumianZone diundang untuk menghadiri Welcome Dinner dan Farewell Party sebagai alumni IESO! XD

Pada Welcome Dinner IESO ini, para peserta, mentor, dan observer menempati meja-meja bundar yang sudah diberi bendera negara masing-masing. Merinding juga mendengar percakapan multi bahasa bersahut-sahutan di dalam satu hall ini ! bahasa Korea di sebelah kiri, bahasa Cina di depan, bahasa Philipina di samping kanan... wah, IESO bener-bener ajang yang mempersatukan dunia! Tim Indonesia yang diwakili oleh 8 peserta dari berbagai provinsi pun tampak ayu-ayu dan ganteng-ganteng dalam balutan batik merah marun, dan secara aktif beberapa kakak kita mengelilingi meja demi meja untuk berkenalan dengan para peserta sekaligus foto bersama :D

suasana Welcome Dinner di University Club UGM

Semua pembicaraan langsung terhenti begitu Dr. Donatus Hendra Amijaya, ketua Local Organizing Comittee IESO dan juga Mentor Ketua Tim Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia memberi sambutan singkat sebagai pembukaan Welcome Dinner. Dalam sambutannya, Pak Hendra memperkenalkan para IESO-ers angkatan pertama dan kedua dari Indonesia. Salah satu alumni pun turut maju mendampingi Pak Hendra untuk berpidato 2-3 menit tentang IESO dalam 7 hari ke depan bakal kayak apa sih (Hayooo tebaaak siapa alumni yang maju?! XD) Tentu saja, sambutan Pak Hendra dan alumni keduanya memakai bahasa Inggris! Tak mau kalah, rektor UGM pun turut memberikan sambutan setelah itu. Disusul dengan sambutan dari Perwakilan Kementerian Pendidikan Nasional. 

Selesai mendengarkan sambutan-sambutan, waktunya dinnnnner! XD EH tunggu dulu! sebelum semua orang beranjak untuk mengisi perut, ternyata UGM mempersembahkan presentasi singkat tentang program unggulan UGM, yaitu DREAM. DREAM merupakan pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh UGM. Pada tahun lalu, sebanyak 12 negara berpartisipasi dalam DREAM. Dua MC dari HI UGM dengan apik mempresentasikan apa dan bagaimana itu
 DREAM sekaligus mengajak para peserta yang sekarang sedang duduk di SMA tingkat akhir untuk berpartisipasi tahun depan. 

Yaps, finally, kita makan dinner! KebumianZone agak kaget juga waktu mengintip menu dinner kali ini, soalnya menunya Indonesia banget. Pengalaman kakak-kakak alumni IESO yang berangkat ke Taiwan kemarin, menu makanan di IESO Taiwan internasional banget; dari sushi jepang sampai roti Prancis ada. Tapi, malam ini yang tersedia adalah lontong, opor ayam, nasi goreng... nggak heran para peserta pada "mengintrogerasi" peserta IESO dari Indonesia tentang makanan-makanan yang tersedia. Uniknya, salah satu peserta dari Nepal, Sajana, bilang pada KebumianZone bahwa dia justru bersyukur, soalnya makanan malam itu mirip dengan makanan sehari-hari di Nepal. Wah, wah, begitu toh...

Nah, selama makan malam, tiap negara memperkenalkan diri satu-persatu dengan cara memutar video atau powerpoint. Tak lupa para pesertanya "menampakkan diri" di depan panggung. Urutan majunya urut alfabet, dan Indonesia dapat giliran setelah India. Wah, video dan presentasinya lucu-lucu banget! Anak-anak Ukraina mengklaim bahwa Ukrania itu cewek-ceweknya paling caem sedunia (aseeek), lain lagi dengan anak Philipina yang ternyata hobi maen sepak Takraw! Kontingen dari SriLangka menyanyikan lagu nasionalnya bareng-bareng di depan panggung, dan tim USA mengangkat isu kerusakan lingkungan dalam perkenalan mereka. Seru-seru! XD

Nggak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 malam. Welcome Dinner pun ditutup dengan pengarahan dari Pak Hendra buat acara opening ceremony esok paginya bertempat di Kantor Gubernur DIY. Nah, KebumianZone pun pulang dengan hati gembira sekaligus rindu dengan masa-masa IESO dulu... wah, rasanya pingin IESO lagi T.T

Yup, hari Senin di Opening Ceremony pun, KebumianZone bakal hadir!! wah, kayak apa ya?? XD  makanya,  jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!

Read more...

Hotel Sapphire kamar 386, markas besar Tim IESO Indonesia!

>> Senin, 20 September 2010

-- jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!

Hari Minggu kemarin, KebumianZone menjenguk kedelapan wakil Indonesia di ajang kebanggaan kita, 4th IESO 2010. Sejak Sabtu sore, mereka menginap di Hotel Sapphire Yogyakarta, hotel yang menjadi penginapan para peserta IESO dari seluruh dunia. 

berpasang-pasang alas kaki di depan 386

Pada pukul 9 pagi, Ega, Ardy, Punia, Mikey, Fajar, Asri, Kamil, dan Rio pada ngumpul di kamar 386, kamarnya kak Ardy dan kak Punia (bayangin aja kamar kapasitas 2 orang dijejelin 8 orang plus 
KebumianZone dan seorang sahabat KebumianZone @_@). Ngapain sih? Tentu saja, mereka mempersiapkan diri buat tes IESO ke depan! Yup, berdelapan mereka membahas foto-foto yang ada di laptop kak Punia, yaitu foto-foto yang berkaitan dengan tes lapangan bidang geologi.

“wah ini struktur flasser nih...”
“batuan beku yang pink apa yah?”
“ini kayaknya alterasi deh...”

Dsb.dsb. wah, high class banget deh topik obrolan wakil-wakil Indonesia nih! KebumianZone memperhatikan mereka belajar sambil tersenyum bangga ... XD Dan sementara mereka asyik berdiskusi, KebumianZone ngebolang bentar mengelilingi seisi hotel dan juga memotret suasana registrasi IESO di lobby hotel. 

suasana registrasi di lobby Hotel Sapphir

Capek belajar, kakak-kakak Kebumian beralih mempersiapkan diri buat perfomance saat farewell party nanti. Yup, sudah jadi tradisi IESO, pada makan malam perpisahan, tiap negara unjuk gigi menampilkan atraksi khas masing-masing. Waaaah, kira-kira Tim Indonesia nampilin apa ya? KebumianZone udah tahu loh dan lihat latihan mereka secara live, tapi nggak seru lah kalau diberitahu ke khalayak sekarang! :P kita kasih petunjuk nih, pokoknya berdelapan-berdelapannya bakal tampil semua, dan yang mereka tampilkan tuh menyehatkan :D hayoooo tebak apa ?? :D

KebumianZone bakal membongkarnya pada hari ke -8 IESO. Makanya,  jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!

Di tengah-tengah serunya latihan perform, Pak Sapto (mentor Tim Indonesia) tiba-tiba masuk ke markas membawa tas dan laptop. “Wah nggak papa anak-anak, teruskan saja” kata Pak Sapto melihat keheningan yang tiba-tiba datang bersama beliau. Hahaha... kakak-kakak pada senyum malu-malu kucing gitu deh. Eh, ternyata, Pak Sapto akan melakukan mentoring singkat tentang tes tertulis dan tes praktek bidang Geologi. “Gimana tadi, udah dilihat foto-fotonya?” (coba tebak anak-anak tim Indonesia pada jawab apa hehehehe) dan... satu jam berikutnya, otak kesepuluh anak remaja di Sapphire 386 (8 anak IESO + KebumianZone + sobat KebumianZone) pada “panas” dijejali pertanyaan-pertanyaan seputar geologi. Walau begitu, 

KebumianZone bersyukur banget datang hari itu, karena akhirnya KebumianZone udah tahu jawaban tentang soal sesar pada OSP 2010 nomor 2! Penasaran? Nantikan terus di KebumianZone yaaaa :D
Yap, akhirnya semua sisi geologi yang penting untuk IESO ini berhasil dikupas habis oleh Tim Indonesia. 

Waktunya makan siang bagi pejuang-pejuang geosains kita, dan waktunya KebumianZone pamit juga! “Doain kita yaaaa” pinta kak Ardy. Pasti dong kak, bahkan seluruh geosciensters di Indonesia berdoa buat keberhasilan kalian semua! GO MERAH PUTIH!!

(Ssssst.... KebumianZone nggak bilang sama mereka kalau KebumianZone diundang buat Welcome Dinner pada malam harinya, biar surprise! Kamu mau tahu welcome dinner ala IESO bentuknya kayak apa? Makanya, jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!)

Read more...

Yuk, Mengintip Persiapan Tim Indonesia untuk IESO 2010!

>> Sabtu, 18 September 2010

Suasana Teknik Geologi UGM yang semarak dengan spanduk IESO (18/9)


International Earth Science Olympiad (IESO) bakal digelar di Jogja dalam hitungan jam. Sebagai tuan rumah, tentunya beban yang dipikul kedelapan pejuang kebumian kita cukup berat. Bisa dibilang, dalam IESO 2010 kali ini Indonesia harus mampu meraih emas! Wah, gimana dong Tim Indonesia yang beranggotakan Ardy Ramadhan (SMAN 48 Jakarta), Ega Gita Prasastia (SMAN 2 Purwokerto), Fajar Febriani Amanda (SMAN 1 Banjarnegara), Asri Oktavioni (SMAN 8 Jakarta), Mikey (SMAN 8 Pekanbaru), Rio Priandi Nugroho (SMAN 3 Yogyakarta), Liamsi Kamil (MAN Insan Cendikia Serpong), dan Punia Raharja (SMAN 1 Liampura) ini bersiap-siap untuk menghadapi “perang” dalam 8 hari ke depan?

Senangnya .....!!!! Tadi pagi, KebumianZone berhasil Ega Gita Prasastia tentang apa aja sih isi “penggodokan akhir” yang mereka jalani selama tanggal 14-18 September 2010 ini.

Ternyata, selama lima hari terakhir, Tim Indonesia menjalani karantina di homestay Cassa Callisto, Yogyakarta. Jadwal karantinanya padat banget! Hari pertama,  Tim Indonesia belajar geologi bersama Pak Sapto (UGM) hingga jam 10 malam. Mereka juga berlatih mengerjakan soal-soal geologi Internasional. Pada hari kedua, kedelapan peserta mengikuti field trip alias kuliah lapangan. Awalnya, rombongan direncanakan mengunjungi Kali Ngalang, tempat tes lapangan IESO akan digelar. Sayangnya  cuaca tidak mendukung; dikhawatirkan hujan yang turun terus-menerus akan menyebabkan Kali Ngalang banjir. Akhirnya, Tim Indonesia pun berganti studi lapangan ke suatu gunung (Ega lupa namanya...).

Besoknya, kegiatan belajar-mengajar dihentikan sementara: waktunya penguatan mental! Yup, pada hari Rabu kemarin, tim Merah Putih menjalani sesi psikologi dengan psikolog ternama, Ibu Aisyah Indriati. Selama seharian penuh, Ibu Aisyah menjelaskan pentingnya mental yang kuat dalam kompetisi macam IESO. Nggak cuma otak encer aja loh! Tuh kaaaan, persis seperti yang KebumianZone bilang kemarin :D Acaranya fun, sarat games yang bikin relaks sejenak. Pada salah satu games nya, peserta diajak merefleksikan diri... tentang apa saja sisi plus dan minus yang dimiliki. “Pengakuan” itu ditulis dalam selembar kertas lalu kemudian dinilai oleh peserta lain. Wah, asik juga ya, bisa tahu pribadi temen satu tim dengan sebenar-benarnya :D

Setelah mental para pejuang kebumian Indonesia telah ditempa sekuat baja, waktunya belajar lagi! Pada hari keempat meteorologi dan oseanografi dibabat habis tim Indonesia. Yang mengejutkan, pelajaran tentang oseanografi baru dimulai setelah jam makan malam, yaitu sekitar pukul 20.30 dan baru selesai jam 10 malam. “semua udah pada ngantuk-ngantuk tuh...” Ega mengaku. Hmmm, jadi sambil belajar oseanografi, pejuang-pejuang kita juga asyik menyelami “lautan” mimpi... hehehe.

Dan, apa yang akan dilakukan Tim Indonesia hari ini? Tentu saja, membantai soal-soal astronomi! Hari ini rencananya juga akan ada pelajaran tentang alat-alat meteorologi yang dipandu oleh Pak Zadrach (ITB).

“Terus, pembagian tim A dan tim B nya gimana, Ga?” tanya KebumianZone. Bagi yang belum tahu, 8 peserta IESO dari Indonesia akan dibagi menjadi dua tim. Tim A sebagai tim utama berhak mengikuti semua kegiatan 4th IESO dan hasil pekerjaan mereka akan dinilai untuk penentuan medali. Sedangkan, tim B adalah tim tamu yang juga berhak mengikuti semua kegiatan 4th IESO, namun hasil tesnya tidak dinilai. Ini karena berdasarkan Statuta IESO yang berlaku sejak 1st IESO, tiap negara hanya bisa diwakili maksimum 4 orang. Mengirim lebih boleh (Amerika Serikat pada IESO 2009 mengirim 6 orang—red), namun peserta utamanya 4 orang saja. Wah, siapa yaaa yang akhirnya terpilih? “Belum tahu nih,” kata Ega,”tapi dasar penilaiannya itu hasil pelatnas-pelatnas yang lalu plus hasil tes psikologi.” Oooh, jadi pada sesi psikologi di hari ketiga, para peserta ternyata juga menjalani tes psikologi kecil yang disebut-sebut bakal dipertimbangkan dalam penentuan tim A dan tim B. Mengenai kapan hasilnya keluar, Ega juga nggak tahu pasti. Kayaknya bakal surprise gitu deeh...

Waaah, semangat yaaaa teman-teman kebumian!! Siapapun yang akhirnya terpilih jadi tim A, kita akan selalu mendukung kalian berdelapan kok! Karena bagaimana pun kalianlah the best eight  geosciensters yang udah berhasil selamat dari berbagai tahap seleksi, hingga akhirnya berhasil memakai jaket Timnas Indonesia yang sangat membanggakan!

Ayoooo geosciensters seluruh Indonesia, kita dukung Ega, Ardy, Fajar, Asri, Mikey, Rio, Kamil, dan Punia dalam IESO 2010!!
 Go Merah Putih!!! 
*berapi-api*

Read more...

IESO 2010 di Yogyakarta, Ngapain aja sih? –Part 2

>> Rabu, 15 September 2010

jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!

Baca Part I


Day 5 (23 Sept) : Scientific Excursion


Kemungkinan besar acara hari ini melanjutkan acara jalan-jalan di tanggal 21. Enak juga ya, ikut IESO, jalan-jalan terus! XD


Day 6 (24 Sept) : School visit, Cultural Program


And again, para peserta dari 19 negara diajak muter-muter Jogja lagi. Tapi kali ini, justru SMA-SMA top di Jogjakarta yang bakal kedatangan tamu  77 siswa dan 33 mentor IESO. SMA-SMA yang “beruntung” itu antara lain: SMAN 3, SMAN 6, SMAN 8, SMAN 1 Depok, dan SMK 2 Depok, Sleman. Diharapkan, terjalin persahabatan gitu deh antara peserta IESO dengan siswa-siswi Indonesia... sekaligus biar orang-orang luar negeri pada tahu proses pendidikan di Indonesia kayak gimana. Oh iya, hari ini pun para IESO-ers juga diajak menuntas daftar kunjungan budaya yang udah dijelaskan di day 3. Asiknyaaaa...


Day 7 (25 Sept) : Field Test, Presentation Preparation


Ini nih bagian paling seru dari IESO! Yaitu... International Field Trip Investigation alias ITFI!  Yap, pada hari ketujuh akan diadakan tes lagi, namun tes kali ini nggak dimasukkan dalam penentuan medali. Tesnya pun dikerjakan oleh tim internasional, yaitu tim yang terdiri atas 4 orang atau lebih peserta IESO dari negara-negara yang berbeda. Bersama-sama, mereka harus menyelesaikan satu kasus kebumian. Kali ini tempat tes ITFI berlokasi di Goa Bribin, membahas bidang hidrologi sungai bawah tanah. Ada beberapa set soal yang harus diselesaikan oleh tim.


Day 8 (26 Sept) : Studium General, Presentation, International Jury Meeting


Setelah kemarin seru-seruan bareng teman-teman dari luar negeri, time for show! Hasil field trip kemarin plus hasil diskusi tim atas soal-soal yang diberikan harus dipresentasikan di depan seluruh peserta IESO yang lain dan dewan juri ITFI. Setelah presentasi, tim akan dicecar oleh pertanyaan-pertanyaan (dalam bahasa Inggris dong) oleh baik dewan juri maupun pemirsa. Tim terbaik bakal dapat penghargaan dong!


Day 9 (27 Sept) : Closing Ceremony, Farewell Party

Hari terakhir IESO! 110 Jantung deg degan bareng nih nunggu hasil pengumuman medali pada acara Closing Ceremony! Akan diumumkan juga penghargaan-penghargaan khusus, seperti penghargaan untuk peserta terfavorit, tim ITFI terbaik, dsb. Haduh... semoga tim Indonesia sukses menggondol emas, ya!
Closing ceremony bukan acara terakhir IESO loh. Masih ada Farewell Party pada malam harinya. Tiap negara unjuk gigi menampilkan atraksi khas masing-masing (tim Indonesia nampilin apa ya? Rahasia dong :p gak seru kalo dibeberin sekarang! hehehe) Peserta pun biasanya ngasih cinderamata buat peserta lain... kadang-kadang juga ada cinderamata yang diberikan khusus buat peserta yang dianggap spesial (cieeeeeeeh). Sedih banget, kebersamaan selama seminggu harus berakhir... tapi kan ada Facebook, Twitter, dan Plurk! Tetap bisa dong berhubungan dengan teman-teman sedunia yang ditemui di IESO J.

Begitulah kira-kira acara yang akan digelar pada IESO 2010 di Jogja ini. Mau tahu lebih dalam hari per hari? Makanya, tongkrongin terus KebumianZone! jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!!

Read more...

IESO 2010 di Yogyakarta, Ngapain aja sih?

>> Selasa, 14 September 2010



Tahun 2010 ini memang tahunnya geosains di Indonesia. Gimana nggak, geosciensters, kita jadi tuan rumah 4th  International Earth Science Olympiad!!! Wuahhh...super! ini acara, yang jadi tujuan akhir kita semua ... dimana anak-anak Indonesia yang ingin membawa nama merah putih dalam event ini  harus terlebih dahulu “selamat” dari OSN tingkat sekolah, OSN Tingkat Kota, OSN tingkat Provinsi, OSN tingkat Nasional, Pelatnas I, Pelatnas II, Pelatnas III, Pelatnas IV, Pemantapan Akhir. Busetdaaah, 10 lapis seleksi men! 
Lapis legit khas Malang aja kalah tuh! -_- 
Dan inilah pejuang-pejuang geosains dalam 4th IESO di Yogyakarta : Ardy Ramadhan (SMAN 48 Jakarta), Ega Gita Prasastia (SMAN 2 Purwokerto), Fajar Febriani Amanda (SMAN 1 Banjarnegara), Asri Oktavioni (SMAN 8 Jakarta), Rio Priandi Nugroho (SMAN 3 Yogyakarta), Liamsi Kamil (MAN Insan Cendikia Serpong), dan Punia Raharja (SMAN 1 Amlapura). Semuanya berstatus kelas XII kecuali Asri dan Kamil.
geosciensters tahu doooong kalau dalam OSN 2010 Medan ini mereka berdua sukses merebut emas!
Tapi... selama 19-28 Agustus 2010 ini mereka ngapain aja sih? Masak tes tes tes tes melulu?
Makanya, jangan lewatkan liputan ekslusif KebumianZone pada event IESO 2010 ini!!!! (Lagipula KebumianZone lagi berdomisili di Jogja nih, jadi mantep baaanget deh hahahhahaha)

Nggak sabar nunggu tanggal 19? Nah, KebumianZone bocorin dikit nih kegiatan apa aja yang bakal dilakukan di Jogja selama seminggu kedepan!

Day 1 (19 Sept) – Arrival & Registation, Welcome Dinner
Peserta dari 18 negara (selain Indonesia) diharapkan udah dateng hari Minggu depan. Ke 18 negara tersebut antara lain AS, Filipina, India, Italia, Jepang, Kamboja, Korea, Kuwait, Maladewa, Nepal, Nigeria, Rumania, Rusia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Ukraina. Oya, Prancis juga ikut, tapi hanya sebagai observer. Jadi, Prancis nggak ngirim peserta untuk bertanding di IESO... sekedar jadi pengamat aja (waktu IESO ke 2 di Filipina Indonesia pun tidak mengirimkan wakil dan hanya jadi observer).

Biasanya, tim panitia bakal menjemput delegasi di bandara dan mengantar langsung ke tempat acara. Setelah registrasi, pembagian kit seperti tas, kartu peserta, buku panduan, dsb-dsb, delegasi bisa langsung menikmati dinner mewah nan lezat (nyammm) lalu tidur di kasur empuk hotel mewah (nyesss) *sengaja KebumianZone iming-imingi kamu biar tambah semangat belajar kebumiannya :D

Day 2 (20 Sept) - Opening Ceremony, Ice Break Party, International Jury Meeting
Yey, akhirnya IESO 2010 resmi dibuka! Pak SBY datang nggak ya? Kalau di IESO 2009 Taiwan kemarin sih yang datang Menteri Pendidikan aja. Tapi kalau Indonesia, nggak afdhol deh acara internasional nggak dibuka pimpinan tertinggi negara... so kita tunggu aja nanti. Upacara pembukaan jangan dibayangin orang-orang dari 19 negara dijemur di lapangan... upacaranya berlangsung di hall mewah dong. Diisi juga dengan acara hiburan yang menarik.

Ice Break Party adalah pesta mecah-mecahin es. Sumpah nggak bohong! Tapi bukan es balok beneran, melainkan memecahkan hati para peserta IESO yang masih “beku” hehehehe. Agar lebih akrab, diadakan pesta kecil (biasanya waktu dinner) yang berisi pemutaran video perkenalan dari masing-masing tim. Jadi kemaren kakak-kakak yang ikut IESO pada ngeributin video di status Facebooknya maksudnya ya ini... hehehe. Pada akhir acara, diharapkan tiap peserta udah saling mengenal sekolah, tempat tinggal, hobi, dsb peserta dari negara lain. Ada bahan obrolan seru deh ...

Khusus untuk para juri IESO, setelah ice break party beliau-beliau berkumpul untuk mem-fix-kan dan menerjemahkan soal yang akan dikerjakan para peserta esok harinya.

Day 3 (21 Sept)  – Written Test, Cultural Excursion
Ini nih penentuan 70% nilai yang diperoleh peserta: Written Test! Di hari yang mendebarkan ini, peserta IESO bakal mengerjakan soal tes tertulis. Tapi tenang, setelah 2-3 jam memeras otak abis-abisan, kita bisa melepaskan ketegangan dengan jalan-jalan ke Museum Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Pintar, Malioboro, dan menyaksikan Pentas Ramayana. Weks, seharian doang buat objek wisata segitu banyak? Nggak dong... kan wisatabakal berlangsung tiga kali, yaitu hari ini, tanggal 23 dan tanggal 24, jadi objek-objek wisata tadi bakal dikunjungi dalam tiga hari.

Day 4 (22 Sept)  – Practical Test
Nilai tes praktek memang cuma 30%, tapiiii ini juga sangat penting! Dalam kebumian, tidak ada gunanya teori cemerlang tanpa bisa menerapkan di lapangan. Nah lho! Makanya hari ini secara maraton peserta mengunjungi Kali Ngalang, Gunung Kidul (bidang geologi); Lapangan GSP UGM (bidang meteorologi); Lapangan TNI AU Gading, Gunung Kidul (pengamatan astronomi); dan Pantai Baron, Gunung Kidul (bidang oseanografi).

Semangat yaaa kawaaaan!! TT


gambar: lokasi tes praktek di Kali Ngalang























Day 5 (23 Sept) : Scientific Excursion
Day 6 (24 Sept) : School visit, Cultural Program
Day 7 (25 Sept) : Field Test, Presentation Preparation
Day 8 (26 Sept) : Studium General, Presentation, International Jury Meeting
Day 9 (27 Sept) : Closing Ceremony, Farewell Party


Mau tahu apa yang bakal terjadi di hari 5-9 IESO?? Nantikan lanjutannya malam besok!

Read more...

Deuterium dan si foram laut, apapun itu ! (Soal IESO 2009 Written Test no. 50)

>> Rabu, 08 September 2010

50. Grafik di bawah ini menunjukkan variasi isotop deuterium (δD), yang mana konsentrasi CO2, CH4 dan N2O di atmosfer dapat diketahui dari gelembung udara yang terjebak dalam inti es hasil pengeboran di Antartika. Arsiran dalam grafik menunjukkan periode pemanasan di antara zaman-zaman es. Grafik yang paling bawah (warna abu-abu) menunjukkan catatan δ18O pada foraminifera benthik yang tersebar di seluruh dunia. Hal tersebut dapat menjadi dasar perkiraan volume es global. Tren penurunan pada kurva δ18O menunjukkan peningkatan volume es di darat. Bintang-bintang dengan warna berbeda adalah konsentrasi N2O, CH4, dan CO2 di atmosfer pada tahun 2007. (1 ka= 1000 tahun lalu, 0 ka= tahun 1950) (Sumber: IPCC AR4, 2007)



Pertanyaan:
a)      Selama 650.000 tahun terakhir, kapankah konsentrasi CH4 melebihi konsentrasi sekarang?
(A)   400 ka (B) 125 ka (C) 330 ka (D) 315 ka (E) none of these

b)     Jumlah δ18O berhubungan langsung dengan volume es di darat (perhatikan bahwa skala pada grafis terbalik). Kapankah waktu terakhir saat volume es di darat maksimum?
(A)   420 ka (B) 220 ka (C) 125 ka (D) 20 ka (E) 0 ka

c)      Penyebab yang paling mungkin untuk siklus zaman es dalam grafik di atas adalah?
a)      Fluktuasi δ18O di foraminifera benthik.
b)     Fluktuasi pada orbit bumi
c)      Fluktuasi pergerakan lempeng di daerah benua-benua utara
d)     Fluktuasi pergerakan lempeng di daerah benua-benua selatan

Weleh-weleh... soal IESO 2009 nomor pamungkas ini bener-bener bikin hati keder, ya. Udah bahasanya ilmiah banget gila, pake istilah makhluk Mars lagi (isotop, deuterium, dsb dsb)! sampai-sampai sang peraih medali emas nomor 1 OSN 2010 Medan sekaligus wakil Indonesia di IESO 2010, Liamsi Kamil, pun harus me-request ini soal ke KebumianZone ...ckckckck (makasih banget loh Kamil, requestnya... hehehe)

Serumit itukah?
Seperti biasanya. Kita kesulitan mengerjakan soal bukan karena tidak bisa, tapi tidak paham: soalnya itu nanyain apa sih?

Jadiiiii mari tarik nafas dalam-dalam... huffff... hembuskan.... fiuhhh... mari kita terjemahkan soal “bahasa alien” ini ke bahasa gahoel ala KebumianZone.

***TRANSLATE SOAL***
Jadi begini. Ada suatu metode untuk tahu banyaknya gas CH4, N2O, dan CO2 di atmosfer zaman purba. Caranya? Dengan memperhatikan variasi “isotop deuterium (δD)”, apapun itu deh. Nah, datanya diambil dari pengeboran lapisan es Antartika. Kan disela-sela es, ada udara zaman dulu yang terperangkap. Di udara yang terperangkap  bakal ada “isotop deuterium” tadi. Habis diukur, ketahuan deh konsentrasi gas-gas CO2, N2O, dan CH4 di atmosfer ratusan ribu tahun lalu.

Okelah kalau begitu.. next. Di grafik kan ada bagian yang diarsir, itu menunjukkan periode “hangat”. Okay, mudah dipahami.

Next, mari perhatikan grafik yang paling bawah, yang warna garisnya abu-abu. Grafik itu menunjukkan “kadar δ18O pada foraminifera benthik”. Eh ternyata, “kadar δ18O pada foraminifera” (apapun itu) menunjukkan volume es di darat. Kalau grafiknya menurun, berarti esnya lagi banyak... zaman es dong.

Tanda bintang pada grafik menunjukkan posisi grafik pada tahun 2007. Lalu, 1 ka artinya 1000 tahun. 0 ka berarti tahun 1950.

Begitulah kira-kira maksud dari soal ala alien tadi. Karena saat ini fokus kita untuk menyelesaikan soal, kita tidak perlu tahu apa itu “isotop deuterium” dan “kadar foraminifera”. Pokoknya yang isotop menunjukkan konsentrasi gas-gas rumah kaca beribu tahun yang lalu, sedangkan si foraminifera menunjukkan volume es di darat beribu tahun yang lalu.

(Hmm...  volume es dan gas rumah kaca? Dua jargon itu mau nggak mau langsung membuat pikiran kita tertuju pada topik paling HOT dalam bidang klimatologi saat ini: Pemanasan Global. Penasaran dengan si deuterium, foram, dan hubungannya dengan pemanasan global? KebumianZone membahasnya lebih dalam pada artikel ini)

Sekarang, ayo kita bantai soalnya!

Selama 650.000 tahun terakhir, kapankah konsentrasi CH4 melebihi konsentrasi sekarang?
(A)   400 ka (B) 125 ka (C) 330 ka (D) 315 ka (E) semua salah

Kapan konsentrasi CH4 melebihi konsentrasi sekarang? Kelihatannya gampang, ya. Kita tinggal ambil penggaris, tempel ke level yang dicapai 0 ka (sekarang), lalu lihat pada tahun berapa grafik melebihi level 0 ka. Ternyata itu terjadi pada kira-kira 330.000 tahun yang lalu.]


Jadi jawabannya (C) 330 ka. Benar?
Eits, tunggu dulu bro!

Baca lagi soalnya: 0 ka sama dengan 1950 AD. Nah “sekarang” itu tahun berapa?? Tahun 2000-an kan?? Jadi seharusnya yang kita jadikan acuan adalah data tahun 2007, yang ditunjukkan oleh tanda bintang di atas!


Konsentrasi gas methan pada tahun 2007 ditunjukkan oleh bintang biru, yaitu 1750 ppb. Selama 650.000 tahun, konsentrasi CH4 nggak pernah lebih dari (baca grafik) 800 ppb. Jadi jawabannya (e) semua salah.

Jumlah δ18O berhubungan langsung dengan volume es di darat (perhatikan bahwa skala pada grafis terbalik). Kapankah waktu terakhir saat volume es di darat maksimum?
(B)  420 ka (B) 220 ka (C) 125 ka (D) 20 ka (E) 0 ka

Volume es maksimum waktu kurva δ18O menurun. Lagi-lagi kamu harus hati-hati. “kurva menurun” beda dengan “jumlahnya turun”. Seperti kata soalnya, grafik δ18O ini skalanya terbalik. Artinya, makin ke atas nilai sumbu x justru makin kecil. Jadi, kalau kurva δ18O sedang menurun, artinya jumlah δ18Onya sendiri meningkat! Nggak percaya? Coba cermati lagi grafiknya.

Kenapa ini KebumianZone tekankan? Karena kalau kamu salah pemahaman, akibatnya bisa fatal! Kalau kamu berpikir bahwa es di darat paling banyak waktu jumlah δ18O nya paling sedikit, maka kamu pasti memilih tahun terakhir saat kadar δ18O paling rendah. Karena grafik ini skalanya terbalik, maka kamu akan memilih puncak kurva yang terakhir, yaitu 0 ka. Padahal, puncak-puncak kurva adalah daerah-daerah yang diarsir, dan daerah-daerah yang diarsir artinya sedang dalam keadaan “hangat”. Kan aneh dong?! Masa’ pada waktu es paling banyak, udaranya lagi hangat?! Kan gak masuk akal?! 
(Lagipula tahun 1950 kan nggak lagi zaman es?! Hayoooo...)

Makanya.... kita itu salah bukan karena nggak tahu materinya... TAPI NGGAK PAHAM SOALNYA. Camkan itu!

Oke. Jadi apa jawaban untuk poin (b) ? Tinggal baca grafik saja (dengan benar tentunya). Jawabannya 20 ka.



Penyebab yang paling mungkin untuk siklus zaman es dalam grafik di atas adalah?
A.      Fluktuasi δ18O di foraminifera benthik.
B.     Fluktuasi pada orbit bumi
C.     Fluktuasi pergerakan lempeng di daerah benua-benua utara
D.     Fluktuasi pergerakan lempeng di daerah benua-benua utara

Ini kok habis dingin, panas, trus dingin lagi, panas lagi, dingin lagi, kenapa ya? Tentu kamu pernah dengar tentang teori Milankovitch. Pak Milankovitch mengatakan bahwa siklus zaman es terjadi karena intensitas panas matahari yang sampai ke bumi bervariasi dari waktu ke waktu. Variasi ini terjadi karena orbit bumi terhadap matahari berubah terus, dari elips banget ke bentuk lingkaran sempurna setiap 100.000  tahun sekali. Sudut kemiringan sumbu bumi juga berubah dari 22.1 derajat ke 24.5 derajat setiap 41.000 tahun sekali. Ada lagi;berputarnya sumbu bumi dalam lingkaran (presesi) setiap 23.000 tahun sekali. Ditengarai teori ini cocok untuk menjelaskan fenomena siklus zaman es (walaupun banyak juga yang menentang teori ini sih).

Yang jelas, jawaban (A) salah karena isotop deuterium cuma sebagai “alat” yang menunjukkan adanya variasi konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi zaman purba. Ibaratnya, isotop deuterium adalah timbangan yang menunjukkan berat badanmu. Nah loh, kenapa dalam setahun terakhir pengukuran berat badanmu pakai timbangan deuterium menunjukkan tren naik turun naik turun ga karuan? Nah, “kenapa” nya itulah yang dicari soal ini.

Jawaban (C) dan (D) salah karena selama 650.000 tahun terakhir tidak ada pergerakan lempeng yang signifikan. Artinya, selama periode ini, Antartika tetap berada di kutub selatan Bumi, begitu juga benua-benua lain di seluruh dunia; posisinya relatif sama dengan sekarang.

Semoga bisa membantu! J

Read more...

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP