`

Menyibak Misteri Dasar Laut: Passive Margin

>> Selasa, 16 November 2010


Assalamu'alaikum, kebumianzone yang baik hati, aku mau request mengenai penjelasan daerah shelf break dkk. terima kasih Aku tunggu jawabannya—tubifora

 Perhatikan gambar berikut.  

4. Daerah shelf break ditunjukkan oleh huruf ...  
a.  A                b.  B                c.  C                 d.  D                e.  E 

5.  Daerah dimana terjadi aktivitas vulkanik ditunjukkan oleh huruf... 
a.  A                b.  B                c.  C                 d.  D                e.  E 

Kedua soal diatas merupakan soal KebumianTryout #1, September 2010. Woot, apatuh KebumianTryout? Yap, tiap bulan, kami mengadakan TO Kebumian online berskala nasional loh..  khusus untuk membantu kamu mempersiapkan diri buat OSN Manado 2011. GRATIS!! Jadi, kalau kamu siswa SMA kelas X atau XI, yuk buruan daftar! Caranya? Klik: kebumiantryout

Okay, kita kembali ke soal no 4 dan 5. Tentunya kamu sudah bisa menebak, dari bentuk yang dilukiskan oleh gambar di atas, dari label-labelnya (continental margin, ocean basin, abyssal plain) bahwa gambar diatas merupakan penampang dasar samudera. Kalau kamu suatu hari berkesempatan numpang di kapal selam bertenaga nuklir punya Amrik dan dibawa jalan-jalan menikmati indahnya dasar Sam. Pasifik, yaaa... kira-kira gitu deh bentuknya dasar laut.

Dalamnya laut bisa ditebak, dalamnya hati siapa yang tahu? Hehehehe

Apakah semua samudera di Bumi ini punya profil persis seperti itu? Sebenarnya.. nggak juga. Tiap samudera punya karakter khas masing-masing.

Salah satu karakter yang membedakan adalah jenis tepian samuderanya, atau marginnya. Secara umum, terdapat dua jenis tepian samudera: passive margin dan active margin. Suatu samudera tepinya disebut pasif kalau pada tepiannya tidak dijumpai batas lempeng atau aktivitas tektonik. Sebaliknya, suatu samudera tepinya disebut aktif kalau pada tepiannya terdapat aktivitas tektonik yang intens—dengan kata lain, tepian samudera ber-active margin juga merupakan batas lempeng.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan peta lempeng tektonik berikut.
  
Samudera Atlantik merupakan salah satu contoh samudera ber-passive margin.  Perhatikan, tepi Samudera Atlantik kan berbatasan dengan Benua Afrika dan Amerika Selatan.. tetapi tepi itu bukan merupakan batas lempeng! Lempeng Afrika dan Lempeng Amerika Selatan justru bertemu di tengah-tengah Samudera Atlantik, sehingga tepi samuderanya nggak aktif.

Lain halnya dengan samudera Pasifik; bisa kamu lihat, tepi-tepi Samudera Pasifik dipenuhi garis-garis hitam yang menandakan pertemuan lempeng! Dengan kata lain, banyak banget aktivitas tektonik di tepian samudera Pasifik... sehingga kita pun menamainya active margin.

Jelas, ‘kan, geosciensters? :D

Nah, pada artikel kali ini, KebumianZone akan membahas soal profil dasar samudera tipe passive margin.



Dasar samudera tipe passive margin terbagi atas dua bagian : continental margin (tepi benua) dan ocean basin (cekungan samudera). Continental margin adalah bagian samudera yang berdekatan dengan daratan (benua) dan masih mendapat pengaruh daratan, misalnya masih menampung endapan aluvial dari sungai. Bagian-bagian dari continental margin sendiri antara lain:

a.       Continental shelf: continental shelf yang landai ini sebenarnya masih bagian dari benua. Bahkan, pada zaman es, bagian ini kering loh! (Pada waktu zaman es kan air laut surut). Sedimen yang menutupi continental shelf  berasal dari benua, namun sedimen tersebut  70% berasal dari endapan sungai waktu zaman es dulu; sungai yang sekarang bermuara di sana dan mengendapkan material cuma berkontribusi sedikit.

b.      Shelf break: batas berakhirnya shelf dan dimulainya continental slope. Uniknya, di samudera manapun di dunia, batas shelf break selalu berada di sekitar 140 m di bawah permukaan laut! Wah, wah... kompak banget sih! Kemungkinan besar, ini merupakan sisa-sisa zaman es dulu, dimana level air laut lebih rendah dari sekarang dengan tepian berada di shelf break.

c.       Continental slope: sesuai namanya, karakter khas continental slope adalah slopenya alias kemiringannya yang curam abis! Kebanyakan continental slope ‘dihiasi’ lembah-lembah gelap nan curam hasil dari pahatan arus turbid. Mau tau lebih lanjut? Baca artikel satu ini.

d.      Continental rise: setelah kita asyik maen perosotan menuruni continental slope nan curam, kita bertemu lagi dengan bagian tepi benua yang landai yaitu continental rise.  Kemiringannya bervariasi antara 0,5 sampai 1°, melampar hingga 500 km dari slope.

Sedangkan bagian dari cekungan samudera alias ocean basin:
a.      Abyssal plain: dataran di tengah samudera yang dalam dan luas.

b.      Mid Oceanic Ridge: pada mid oceanic ridge, terdapat dua buah lempeng samudera yang saling menjauh. Akibatnya, magma dari dalam Bumi keluar di pertengahannya, lalu membeku, dan membentuk tebing-tebing tinggi yang memanjang mengikuti batas lempeng. Hm... tebing tinggi yang memanjang... Mirip punggung ya? Makanya, fitur ini disebut punggungan tengah samudera alias mid oceanic ridge.

Begitulah :D 

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP