Bagaimana Matahari Mati? (Bukan Supernova)

>> Jumat, 31 Desember 2010

ka bahas yang TO 4 kemarin dong yang no 4 essay...
Oleh Muhammad Alfid Kurnianto pada Nanya Dooooong pada 10/12/28


Dan inilah soal yang paling menghebohkan dalam Sejarah KebumianTryout:

Mengapa Matahari diprediksi tidak akan mengalami Supernova? Jelaskan maksimal dalam 4 kata (lebih poin dikurangi).
--Soal KebumianTryout esai no.4, Desember 2010

Biasanya untuk jawaban essay ‘kan kita sering ‘mengarang indah’, tapi sekarang bahkan jawabannya nggak boleh lebih dari 4 kata!

Tanya kenapa?

Kenapa oh kenapa para tryouters hanya boleh memakai 4 kata? Karena oh karena, memang soal ini bisa dijawab dengan singkat! Kali ini kita mencari inti terpenting dari sebuah jawaban. Menulis jawaban panjang itu gampang, geosciensters. Menulis dengan efektif dan efisien, itulah yang susah. KebumianZone ingin para geosciensters mampu menjawab soal essay di OSP dan OSN nanti dengan efektif dan efisien, sehingga skornya maksimum. Makanya, latihan terus di KebumianTryout... :)

Jadi, mengapa Matahari nggak bakal mati dengan Supernova? Eh.. eh.. tunggu dulu, emangnya Matahari bakal mati?
Sedih dong... T.T
Yup, ‘bayi’ matahari lahir sekitar 5 milyar tahun yang lalu. Alhasil, ‘kakek’ matahari pun bakal gugur juga kelak, sekitar 5 milyar tahun lagi. Namun, perginya Matahari nanti nggak bakal menghebohkan alam semesta. Ini karena Matahari diprediksi mati tidak dengan melalui tahapan Supernova.

Apa itu Supernova? Supernova adalah, gampangnya, ledakan mahadahsyat yang menandainya matinya suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova adalah bintang-bintang yang sangat massif, > 8 kali Massa matahari.

Supernova


Jadi, jawaban untuk pertanyaan di atas: karena massanya terlalu kecil.

Lalu, bagaimana proses terjadinya supernova?
Bintang-bintang masif hidup dengan cara yang berbeda dibandingkan Matahari. Matahari hidup dengan cara membakar hidrogen (fusi hidrogen) menjadi helium. Bintang-bintang masif nggak hanya membakar hidrogen saja. Struktur internal bintang-bintang gede mirip bawang; lapisan terluar adalah lapisan pembakaran hidrogen yang membakar hidrogen menjadi helium, lapisan di dalamnya merupakan pembakaran helium yang membakar helium menjadi karbon. Berikutnya adalah lapisan pembakaran karbon, pembakaran oksigen, pembakaran neon, dan seterusnya sampai yang terdalam berupa lapisan pembakaran besi.

Tapi pembakaran besi ini nggak sama dengan pembakaran-pembakaran lain. Pembakaran hidrogen ke helium, seperti yang matahari kita lakukan, menghasilkan energi. Pembakaran besi justru menyerap energi. Ketika pada suatu hari bintang gede mulai melaksanakan pembakaran besi, temperatur bintang mendadak drop! Iya, karena energinya diserap untuk membakar besi di inti tadi. Ketika suhu turun drastis, tekanan pun turun drastis... inti bintang pun kolaps. Runtuhnya inti bintang membuat densitas naik mendadak sehingga tiba-tiba temperatur mencapai 10 MILYAR kelvin!
Ingat, suhu inti matahari tuh 15 juta kelvin doang... brrrrr.... subhanallah...
Ketika mencapai temperatur superhot ini, semua elemen di inti –karbon, oksigen, silikon, semuanya— tercerai-berai menjadi proton, neutron, elektron, dan cahaya lagi. Jadi, proses pembentukan elemen-elemen ini, yang untuk membuatnya membutuhkan waktu milyaran tahun, akan hancur lebur kurang dari 1 detik!

Proses ini pun membutuhkan energi, sehingga inti pun runtuh lebih dalam lagi, sampai densitasnya sangat-amat rapat. Ketika densitas mencapai titik maksimum, segala yang tersisa itu tiba-tiba MELEDAK keluar seperti kembang api. Itulah supernova!
                                                                                                            

Read more...

KebumianTO #4

>> Minggu, 26 Desember 2010

Hari ini Hari KebumianTryout #4!


check ur inbox, feel the battle, geosciensters! :)

Read more...

Insight to TO 3

>> Kamis, 16 Desember 2010


Tryout ketiga, November 2010 ini, memang dibikin beda. Kalau biasanya soal yang KebumianZone keluarin itu hasil bikinan sendiri, kali ini soal tryoutnya murni copas dari soal-soal tahun lalu. Nyadar nggak? Hehehe. Ini biar geosciensters nggak ngeremehin soal-soal yang dulu sudah pernah keluar, baik di OSK, OSP, maupun OSN. Udah jadi kebiasaan OSN Kebumian, kalau setiap tahun, soal-soal lama selalu dikeluarkan lagi. Makanya, penting bagi kamu untuk buka-buka lagi soal-soal tahun lalu!

Tapiiiiiiiiii meskipun soalnya copas, bukan berarti jawabannya boleh copas! Wah parah banget nih, terutama soal esai nomer 3 yang menanyakan tentang pembentukan atol. KebumianZone menemukan beberapa peserta yang jawabannya sama persis, kayak gini:

pembentukan Atol berawal dari karang tepi yang seringkali terdapat di sekeliling pulau vulkanis. ketika permukaan dasar laut turun, pulau tenggelam secara perlahan, tetapi terumbu karang tetap tumbuh keatas. Atol merupakan tahap akhir dari terumbu yang terbentuk ketika daratan tenggelam ke dasar laut, menyisakan cincin karang.

Atau kata-katanya mirip seperti itu.

Aduh, please deh! bukan apa-apa, tapi kamu harus sadar, waktu OSK, OSP, maupun OSN nanti, kamu nggak bisa curang! Sekali ketahuan nyontek, panitia langsung “membuang” lembar jawabanmu. Jadi, hilangkanlah kebiasaan buruk itu mulai sekarang, sebelum itu jadi bumerang nantinya!

Lagipula, tujuan KebumianTryout diadakan kan buat melatih geosciensters lebih siap menghadapi OSN nanti. Makanya ada bagian essay, dimaksudkan biar kamu sejak dini mulai berlatih “merangkai “ kata-kata yang efektif, sehingga waktu OSN nanti nggak gelagapan. Lah kalau copas, di mana manfaatnya?

So, yang jawaban pada nomer 3 (dan juga 4) ketahuan copas, nilai untuk nomer itu  nol.

Mudah-mudahan untuk TO-TO berikutnya, kita semua bisa mengerjakan dengan jujur, sehingga manfaat KebumianTryout akan benar-benar terasa ketika OSN nanti.

Oke? :)

Kamu pasti bisa!

P.S: ohya, ada beberapa lembar jawaban yang bagian identitasnya tidak diisi... sehingga korektor nggak tahu itu lembar jawaban punya siapa.. terpaksa dianggap tidak ikut TO. Lain kali jangan lupa mengisi, ya!

Read more...

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP