`

Terumbu Karang, Indah dan Langka

>> Minggu, 23 Januari 2011

Sebutkan  4 syarat terbentuknya terumbu karang. 

                                                --KebumianTryout, Desember 2010

 terumbu karang mirip putri raja. Dia mau istananya selalu bersih, terawat, dan hangat (putri raja apa cleaning service istana nih?), sehingga syarat hidupnya banyaaaaaaak banget. Ini dia~


1. Temperatur hangat
Suhu optimum untuk pertumbuhan terumbu karang ialah 23°-25°C.


2. Terang dan dangkal
Terumbu karang hidup bersimbosis dengan alga yang berfotosintesis. Jadi, tempat tumbuhnya nggak boleh jauh-jauh dari laut dangkal (70 meter atau kurang) yang kaya sinar matahari.


3. Suplai sedimen rendah=tanpa polusi=air jernih
Ini ada hubungannya dengan syarat kedua: terang. Terlalu banyak sedimen dalam air laut bakal membuat suasana lebih gelap sehingga cahaya untuk fotosintesis berkurang. Selain itu, pasir dan lempung dapat “menyumbat” mulut koral sehingga menghambat asupan nutriennya.


4. Arus tenang
Arus yang bergejolak bakal mengganggu kestabilan terumbu karang, merusak bagian-bagian tubuhnya, dan membuat suhu berubah-ubah. Jadi, arus laut di sekitarnya harus tenang.


5. Tektonik pasif
Terumbu karang paling baik hidup di daerah tepi benua yang pasif karena relatif lebih tenang.


6. Salinitas sesuai
Salinitas yang tepat bagi pertumbuhan terumbu karang sekitar 25-35% permil. Ini berhubungan dengan poin ketujuh:


7. Kaya nutrien
nutrien vital dibutuhkan koral seperti kita butuh makan :D

Read more...

Lempeng vs Kerak, the very basic of Geoscience! PART 2

>> Jumat, 07 Januari 2011


Kita sudah tahu apa itu beda kerak dan lempeng. Sekali lagi, kerak adalah bagian terluar bumi setebal maks. 70 km yang komposisi kimianya kaya silikat. Lempeng adalah bagian terluar bumi setebal 100-150 km yang sifat fisiknya padat. Sama-sama bagian terluar bumi, namun dinamai kerak jika kita meninjau dari segi komposisi kimianya, atau lempeng jika kita meninjau dari segi sifat fisiknya.

Nah, berdasarkan komposisi kimianya, kerak terbagi lagi menjadi dua jenis: kerak benua dan kerak samudera. Kerak benua adalah kerak yang komposisinya kaya Si dan Al alias asam. Karena itu, berat jenisnya rendah (2,7 g/cm3). Selain itu, umurnya relatif tua dan tebal sekali (20-70 km). Kerak benua, sesuai namanya, biasanya membentuk daratan.

Selain kerak benua, ada satu lagi jenis kerak, yaitu kerak samudera: kaya Si dan Magnesium alias basa. Berat jenisnya tinggi (3,0 g/cm3). Umurnya muda. Tipis (7-10 km). Sesuai namanya, kerak samudera biasanya membentuk lautan.

Nah, lalu apa itu lempeng benua? Sekali lagi camkan dalam benakmu, litosfer terdiri atas kerak dan mantel atas. Kalau misalnya suatu litosfer punya kerak berjenis kerak benua, maka litosfer ini disebut lempeng benua. Dan sebaliknya; litosfer yang keraknya berjenis kerak samudera dinamai lempeng samudera.

Ada nggak sih litosfer yang keraknya ada yang kerak benua dan ada yang kerak samudera?

Yah, kenapa enggak? :D lempeng Eurasia sebenarnya adalah lempeng benua-samudera; bagian utara-baratnya tersusun oleh kerak benua, tapi bagian Indonesia (Jawa) nya adalah kerak samudera.

Dalam teori tektonik lempeng alias plate tectonic, yang disebut-sebut saling bertabrakan, saling berjauh
an, bersubduksi adalah plate alias lempeng  alias litosfer, BUKAN kerak! Sekali lagi, BUKAN kerak! 



Berdasarkan penelitian ahli geofisika, kerak terlalu tipis buat ditabrak-tabrakin, ditarik-tarik, dan didelesep-delesepkan. Sehingga bisa disimpulkan bagian terluar bumi yang berperan dalam tektonik lempeng nggak Cuma kerak, tapi kerak+bagian mantel atas yang sifatnya padat, yang secara keseluruhan kita sebut... apa anak-anak...? Yup, litosfer.

Menakjubkan ya, betapa kita udah salah paham selama ini. :D

Read more...

Rusia vs. Yogyakarta, Siapa Berpuasa Lebih Lama? (+Insight to TO4)

>> Senin, 03 Januari 2011

Ciri khas KebumianZone adalah kami nggak henti-hentinya memunculkan inovasi. Dan ‘korban’ kekreatifan KebumianZone yang terakhir adalah soal bulan Desember 2010 KebumianTryout, yang mengangkat tema “Train Your Logic!” alias “latihlah logikamu!” alhasil, soal Tryout kemaren bener-bener mencerminkan seberapa dalam pemahaman para geosciensters tentang konsep-konsep Kebumian. Hampir nggak ada soal yang bisa diliat contekannya di buku/internet, dan semua soal sifatnya menjebak! Wah ini nih, jebakan betmen yang sering menjerat geosciensters di OSK, OSP maupun OSN! Makanya, biar nanti waktu OSN beneran nggak terjebak, sekarang mulai berlatih menghindarinya lewat KebumianTryout :)

            Salah satu soal yang super menjebak ialah soal essay no.2.

2.  Waktu berbuka puasa, bagi seorang Muslim, ditandai oleh terbenamnya matahari 
sedangkan waktu memulai puasa ditandai oleh terbitnya fajar. Tahun ini bulan Ramadhan jatuh pada bulan September dalam kalender Masehi. Antara Muslim di Yogyakarta Muslim di Rusia, manakah yang harus berpuasa lebih lama dalam sehari? Jelaskan. 
--Soal KebumianTryout esai no.2, Desember 2010

Para tryouters kebanyakan menjawab seperti ini:

Muslim di Yogyakarta berpuasa lebih lama. Karena pada bulan September, posisi semu tahunan matahari berada di atas ekuator, sehingga daerah ekuator (Jogjakarta) mengalami siang lebih lama daripada BBU (Rusia).

Walaupun ada juga tryouters yang menjawab Muslim Rusia berpuasa lebih lama, dengan alasan...
Menurut saya, yang mengalami puasa lebih lama adalah Rusia, tapi saya juga kurang tau pasti alasannya. Mungkin karena di Rusia perputaran bumi porosnya lebih lambat.

:)

Nggak apa-apa, geosciensters, namanya juga belajar. Justru sang tryouters yang menjawab Rusia tadi termasuk orang yang beruntung! Loh, kenapa? Iya, karena gara-gara ikut TO, dia bisa memperbaiki pengetahuan dia secara drastis... dari yang tadinya salah besar menjadi 100% benar! Kalau soal seperti ini muncul di OSN, lumayan ‘kan?

 Makanya, ikuti terus KebumianTryout :)

Pertama-tama, kita akan mengoreksi jawaban yang kedua. Jawaban tersebut salah, karena setiap titik di Bumi berotasi dengan kecepatan yang sama. Bumi merupakan satu bola besar yang berputar. Mau di kutub, mau di ekuator, mau di Jogja, mau di Rusia... karena masih dalam satu bola, maka kecepatan rotasinya pun sama. Lagipula, kecepatan rotasi nggak mempengaruhi panjang siang atau malam, melainkan mempengaruhi panjang hari yang 24 jam itu. Baik di Rusia maupun di Jogja, mau kapanpun, panjang hari tetap sama.

Sekarang, gimana nasibnya jawaban yang pertama, yaitu muslim Jogja berpuasa lebih lama? Ups, jawaban yang 90% diajukan tryouters kemarin dengan berat hati kita nyatakan.... salah.

Jawaban yang benar ialah sebagai berikut:
·       Pada tanggal 1-22 September, Muslim Rusia berpuasa lebih lama. Ini karena posisi semu tahunan Matahari berada di BBU, sehingga daerah Utara (Rusia) mengalami siang lebih panjang.
·       Pada tanggal 23 September matahari berada di Autumnal Equinox. Pada saat ini semua titik di bumi mengalami panjang siang dan malam yang sama. Sehingga, Muslim Jogja dan Rusia berpuasa sama lamanya.
·       Pada tanggal 23-30 September, Muslim Jogjakarta berpuasa lebih lama. Ini karena posisi semu tahunan Matahari berada di BBS, sehingga daerah Selatan (Yogyakarta) mengalami siang lebih panjang. (Ingat, Jogja nggak terletak di ekuator melainkan agak di Selatan!)



Yap, di sini kita punya tiga poin jawaban. Curhat nih, sebenarnya KebumianZone mau mengeluarkan soal bahwa bulan Puasanya pas bulan Desember. Tapi kami pikir itu bakal gampang banget bagi geosciensters..secara jawabannya pasti Jogjakarta, karena Jogja ada di Selatan dan waktu itu posisi semu tahunan Matahari ada di BBS. kalau gampang, ilmu nggak nambah dong?! Jadinya, kami keluarin deh soal yang memeras logika ini :)

Kamu nggak percaya? Ada cara untuk membuktikannya.
1.     Download program Stellarium.exe (mirror 1) dan instal.


2.     Atur waktu pada 23 September 2010.
3.     Atur lokasi di Jogjakarta.
4.     Padamkan atmosfer. Cari dan klik matahari.
5.     Jalankan program ke waktu sekitar pagi hari, catat kapan matahari terbit.
6.     Jalankan program ke waktu sekitar magrib, catat kapan matahari tenggelam.
7.     Hitung panjang siangnya.
8.     Pindah lokasi ke Rusia, ulangi langkah 4-7.
9.     Yakin deh, panjang siangnya juga persis 12 jam!

Sekarang percaya, ‘kan? Logikanya, Pada 23 September, nggak ada bagian bola bumi yang condong ke matahari. Bola bumi dalam posisi “tegak” jika dilihat dari samping. Alhasil, sinar matahari menyinari tepat setengah bagian bola. Dari kutub Utara sampai Kutub selatan, semua titik mengalami siang 12 jam dan malam 12 jam.
Berbeda dengan awal september; Belahan Bumi Utara condong ke arah matahari. Daerah ini pun mendapatkan sinar matahari lebih banyak dan lama.. sehingga siangnya lebih panjang. Kebalikannya untuk akhir September.
Gimana, geosciensters? Menggelitik logika-mu kah?
Masih banyak soal-soal logic lainnya, seperti yang paling “menjengkelkan”, yaitu soal nomor 4 esai:

Read more...

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP