`

Bertabur Bintang di Pelatnas II Kebumian

>> Rabu, 23 Februari 2011

Sejak 20 Februari 2011 kemarin hingga 6 Maret 2011 mendatang, sebanyak 22 siswa yang telah lolos Pelatihan Nasional (Pelatnas) I akan kembali bertarung di ajang Pelatnas II yang bertempat di Kota Kembang Bandung. Berbeda dengan biasanya, Pelatihan Nasional (Pelatnas) II Kebumian untuk persiapan menuju IESO 2011 di Modena Italia ini mengambil tema 'Astronomi'. Hal ini diutarakan oleh Bapak Sapto Samudera selaku salah satu pembina TOIKI kepada TOIKI.or.id, 
" Setelah berdiskusi dengan Bapak Hakim L. Malasan (dosen Astronomi ITB sekaligus salah satu pengajar bidang Astronomi di Pelatnas - red), kita putuskan seleksi numeris (seleksi kemampuan berhitung - red) akan ditaruh di depan." 
Pada Pelatnas II menuju IESO 2009 yang lalu, materi yang dibahas mencakup geologi dan meteorologi, sedangkan pada Pelatnas II IESO 2011, Geologi Terapan-lah yang dibahas.

Pada Pelatnas kali ini, para pengajar berasal dari Jurusan Astronomi ITB dan juga LAPAN, antara lain: Dr. Sarmoko Saroso (LAPAN), E. Sunggung Mumpuni, M.Si (LAPAN), Endang Soegiartini, M.Si (ITB), Agus Triyono, M.Si (ITB) dan M. Irfan Hakim, M.Si (ITB). 

Pembina Tim Astronomi Indonesia, Bapak Chatief Kuntjaya (kiri) bersama Para Pejabat DIKNAS

Sedangkan materi yang akan dibahas antara lain:
1. Besaran Dasar dalam Astronomi dan Radiasi Elektromagnetik
2. Bola Langit
3. Konsep Waktu dan Kalender
4. Pengantar Tata Surya
5. Bumi dan Alam Semesta
6. Matahari Sebagai Bintang
7. Interaksi Bumi-Matahari
8. Praktek Astronomi; Pengamatan dan Instrumentasi
9. Olah Data Astronomi

Selain kuliah tatap muka di kelas, para pejuang Pelatnas II juga akan menjalani sesi praktikum di Observatorium Boscha, Bandung, meliputi pengamatan bintang dan latihan penggunaan teleskop. Selain itu terdapat juga sesi belajar mandiri agar wawasan siswa mengenai Astronomi makin bertambah.

Pada akhir Pelatnas, diharapkan terpilih 15 siswa yang memiliki kompetensi baik dalam bidang Astronomi sehingga berhak maju ke putaran selanjutnya. Selamat berjuang!


 

Read more...

KebumianShop

>> Selasa, 15 Februari 2011

1. Buku Pengantar Ilmu Kebumian 
    Stok buku habis. Apabila stok telah tersedia, akan diberitahukan melalui info di web ini secepatnya. Maaf buat yang sudah menunggu untuk mendapatkan bukunya.




judul : pengantar Ilmu Kebumian
penulis : tim pembina olimpiade ilmu kebumian indonesia
penerbit : tek.geologi ugm
cetakan pertama oktober 2010

tebal buku 256 halaman
terdiri dari 4 bagian. 3 bidang ilmu , tanpa astronomi.

2. Lup Geologi
harga: 90.000
pemesanan lup hubungi 085655579343

-perbesaran 30x
- stainless steel
- triplet lens, single
- free velvet case

Read more...

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281
Tel/Fax : 0274 - 513668
Email : hamijaya@gadjahmada.edu;
hamijaya@ugm.ac.id

Admin TOIKI.or.id
Sarah Sausan
Teknik Geologi UGM
Email/FB/ym: conan_hifans@yahoo.com

Ega Gita Prasastia
Teknik Geologi UGM
Email : egagitap@gmail.com

Read more...

Konsep Penanggalan Absolut: Radioaktif

>> Sabtu, 12 Februari 2011

Kak,,,, mhon Posting tntang Radioaktivitas,,,, mlai dr dsar kl bs,,,, Maklum Ank IPS,,,,,, 
ava

Sebuah sampel granit mengandung muskovit, dimana muskovit tersebut mengandung 
unsur K yang radioaktif. Unsur K radioaktif meluruh menjadi unsur Ar. Jika diketahui 
pada sampel granit perbandingan K radioaktif dan Ar adalah 1:3, berapakah umur 
batugranit tersebut? (waktu paruh Kradioaktif = 1,3 milyar tahun) 
Soal KebumianTryout#5,  esai no.1

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana menentukan umur relatif batuan memakai metode penanggalan relatif. Tapi metode penanggalan relatif nggak begitu memuaskan, geosciensters. Ini karena penanggalan relatif hanya memberitahu kita batuan A lebih tua atau lebih muda daripada batuan B. Pertanyaannya, berapa tahun tepatnya, batuan A lebih tua?? 100 juta tahun?? 200 juta tahun?? Inilah yang dicoba jawab metode penanggalan absolut.

Ada banyak cara untuk mengetahui secara exact umur batuan, antara lain metode jejak fisi (fission track),  thermoluminescence, dan penanggalan radioaktif (radioactive dating). Kita akan membahas yang terakhir karena ini yang paling sering digunakan di geologi (dan paling mungkin keluar di OSN juga, hehehe).

Jadi, gimana sih cara kerja penanggalan radioaktif?

Sampai sekarang, ada sekitar 140 unsur kimia yang ditemukan manusia. Mayoritas unsur-unsur itu stabil, tapi ada juga beberapa unsur yang nggak stabil. Contoh terkenal misalnya Uranium; unsur ini ‘nggak nyaman’ dengan keadaannya sehingga ia berubah menjadi unsur lain, yaitu timbal (Pb). Perubahan suatu unsur nggak stabil menjadi unsur lain yang lebih stabil disebut meluruh atau decay.

Apa aja sih unsur-unsur yang radioaktif? Sssstt... sebenarnya, karbon (C) pun radioaktif!! Tapi tentunya nggak semua karbon.. hanya isotop C-14 aja yang merasa nggak nyaman. Isotop adalah variasi berat atom dari unsur yang sama. Karbon, misalnya, punya 3 isotop:
C-12, C-13, dan C-14. Ketiga isotop ini punya jumlah proton yang sama yaitu 6 buah proton (makanya ketiganya sama-sama unsur karbon). Namun, C-12 punya 6 neutron, sehingga berat atomnya 6+6=12 sma (satuan massa atom, pelajaran kelas X SMA, hehehe). Sedangkan C-13 punya 7 neutron dan C-14 punya 8 neutron, sehingga berat atomnya berturut-turut 13 sma dan 14 sma. See? Unsurnya sama, tapi berat atomnya berbeda.

Kembali ke radioaktivitas, dari ketiga isotop karbon di atas, C-14 lah yang radioaktif, sedangkan unsur C-12 dan C-13 stabil-stabil aja. Unsur ini meluruh menjadi N-14. Sebenarnya, Uranium pun punya 2 isotop: U-235 dan U-238. Kebetulan dua-duanya sama-sama radioaktif.

Nah, sekarang bagaimana kita memanfaatkan sifat radioaktivitas unsur untuk mengetahui ‘tanggal ulang tahun’ batuan?

Unsur radioaktif menyebar di mana-mana, termasuk di batuan. Mineral muskovit pada batuan granit biasanya mengandung Kalium-40 yang radioaktif. Sekarang, bayangkan suatu tubuh batuan granit baru saja membeku dari magma. Mineral muskovit pada granit ini mengandung K-40 sebanyak 8 buah.

K-40 sedikit demi sedikit berubah menjadi Ar-40. Setelah beberapa waktu berlalu, setengah dari isotop induk (K-40) meluruh menjadi isotop anak, yaitu Argon-40. Waktu ini kita sebut dengan waktu paruh, atau half-life. Waktu paruh ini berbeda-beda untuk tiap unsur radioaktif. Waktu paruh untuk K-40 ialah 1,3 milyar tahun.

Jadi, setelah 1,3 milyar tahun berlalu, setengah dari jumlah K-40 yang ada akan berubah menjadi Ar-40. Jadi, 4 buah K-40 bakal meluruh:



Berapa perbandingan K-40: Ar-40? Jawabnya 1:1.

Setelah 2,6 milyar tahun berlalu, setengah dari jumlah K-40 yang ada akan berubah menjadi Ar-40. Nah, sekarang ‘kan K-40 sisa 4 buah. Jadi, setengah dari 4, yaitu 2 buah K-40 akan meluruh menjadi Ar-40.



Berapa perbandingan K-40: Ar-40? Jawabnya 1:3. Ya kan?

Jadi, konsep dasar penanggalan radioaktif adalah mencari rasio antara isotop induk dibanding isotop anak. Semakin kecil rasionya, semakin tua umur batuan tersebut.

Sekarang, coba kerjakan soal KebumianTryout #5, Januari 2011 ini:

Sebuah sampel granit mengandung muskovit, dimana muskovit tersebut mengandung 
unsur K yang radioaktif. Unsur K radioaktif meluruh menjadi unsur Ar. Jika diketahui 
pada sampel granit perbandingan K radioaktif dan Ar adalah 1:3, berapakah umur 
batugranit tersebut? (waktu paruh Kradioaktif = 1,3 milyar tahun) 
Soal KebumianTryout#5,  esai no.1

(Jawab: 2,6 milyar tahun)

Gampang, ‘kan? :D


Read more...

Konsep Penanggalan Absolut: Radioaktif

>> Kamis, 10 Februari 2011

Kak,,,, mhon Posting tntang Radioaktivitas,,,, mlai dr dsar kl bs,,,, Maklum Ank IPS,,,,,, 
ava

Sebuah sampel granit mengandung muskovit, dimana muskovit tersebut mengandung 
unsur K yang radioaktif. Unsur K radioaktif meluruh menjadi unsur Ar. Jika diketahui 
pada sampel granit perbandingan K radioaktif dan Ar adalah 1:3, berapakah umur 
batugranit tersebut? (waktu paruh Kradioaktif = 1,3 milyar tahun) 
Soal KebumianTryout#5,  esai no.1

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana menentukan umur relatif batuan memakai metode penanggalan relatif. Tapi metode penanggalan relatif nggak begitu memuaskan, geosciensters. Ini karena penanggalan relatif hanya memberitahu kita batuan A lebih tua atau lebih muda daripada batuan B. Pertanyaannya, berapa tahun tepatnya, batuan A lebih tua?? 100 juta tahun?? 200 juta tahun?? Inilah yang dicoba jawab metode penanggalan absolut.

Ada banyak cara untuk mengetahui secara exact umur batuan, antara lain metode jejak fisi (fission track),  thermoluminescence, dan penanggalan radioaktif (radioactive dating). Kita akan membahas yang terakhir karena ini yang paling sering digunakan di geologi (dan paling mungkin keluar di OSN juga, hehehe).

Jadi, gimana sih cara kerja penanggalan radioaktif?

Sampai sekarang, ada sekitar 140 unsur kimia yang ditemukan manusia. Mayoritas unsur-unsur itu stabil, tapi ada juga beberapa unsur yang nggak stabil. Contoh terkenal misalnya Uranium; unsur ini ‘nggak nyaman’ dengan keadaannya sehingga ia berubah menjadi unsur lain, yaitu timbal (Pb). Perubahan suatu unsur nggak stabil menjadi unsur lain yang lebih stabil disebut meluruh atau decay.

Apa aja sih unsur-unsur yang radioaktif? Sssstt... sebenarnya, karbon (C) pun radioaktif!! Tapi tentunya nggak semua karbon.. hanya isotop C-14 aja yang merasa nggak nyaman. Isotop adalah variasi berat atom dari unsur yang sama. Karbon, misalnya, punya 3 isotop:
C-12, C-13, dan C-14. Ketiga isotop ini punya jumlah proton yang sama yaitu 6 buah proton (makanya ketiganya sama-sama unsur karbon). Namun, C-12 punya 6 neutron, sehingga berat atomnya 6+6=12 sma (satuan massa atom, pelajaran kelas X SMA, hehehe). Sedangkan C-13 punya 7 neutron dan C-14 punya 8 neutron, sehingga berat atomnya berturut-turut 13 sma dan 14 sma. See? Unsurnya sama, tapi berat atomnya berbeda.

Kembali ke radioaktivitas, dari ketiga isotop karbon di atas, C-14 lah yang radioaktif, sedangkan unsur C-12 dan C-13 stabil-stabil aja. Unsur ini meluruh menjadi N-14. Sebenarnya, Uranium pun punya 2 isotop: U-235 dan U-238. Kebetulan dua-duanya sama-sama radioaktif.

Nah, sekarang bagaimana kita memanfaatkan sifat radioaktivitas unsur untuk mengetahui ‘tanggal ulang tahun’ batuan?

Unsur radioaktif menyebar di mana-mana, termasuk di batuan. Mineral muskovit pada batuan granit biasanya mengandung Kalium-40 yang radioaktif. Sekarang, bayangkan suatu tubuh batuan granit baru saja membeku dari magma. Mineral muskovit pada granit ini mengandung K-40 sebanyak 8 buah.

K-40 sedikit demi sedikit berubah menjadi Ar-40. Setelah beberapa waktu berlalu, setengah dari isotop induk (K-40) meluruh menjadi isotop anak, yaitu Argon-40. Waktu ini kita sebut dengan waktu paruh, atau half-life. Waktu paruh ini berbeda-beda untuk tiap unsur radioaktif. Waktu paruh untuk K-40 ialah 1,3 milyar tahun.

Jadi, setelah 1,3 milyar tahun berlalu, setengah dari jumlah K-40 yang ada akan berubah menjadi Ar-40. Jadi, 4 buah K-40 bakal meluruh:



Berapa perbandingan K-40: Ar-40? Jawabnya 1:1.

Setelah 2,6 milyar tahun berlalu, setengah dari jumlah K-40 yang ada akan berubah menjadi Ar-40. Nah, sekarang ‘kan K-40 sisa 4 buah. Jadi, setengah dari 4, yaitu 2 buah K-40 akan meluruh menjadi Ar-40.



Berapa perbandingan K-40: Ar-40? Jawabnya 1:3. Ya kan?

Jadi, konsep dasar penanggalan radioaktif adalah mencari rasio antara isotop induk dibanding isotop anak. Semakin kecil rasionya, semakin tua umur batuan tersebut.

Sekarang, coba kerjakan soal KebumianTryout #5, Januari 2011 ini:

Sebuah sampel granit mengandung muskovit, dimana muskovit tersebut mengandung 
unsur K yang radioaktif. Unsur K radioaktif meluruh menjadi unsur Ar. Jika diketahui 
pada sampel granit perbandingan K radioaktif dan Ar adalah 1:3, berapakah umur 
batugranit tersebut? (waktu paruh Kradioaktif = 1,3 milyar tahun) 
Soal KebumianTryout#5,  esai no.1

(Jawab: 2,6 milyar tahun)

Gampang, ‘kan? :D


Read more...

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP