`

Penutupan OSN Manado 2011

>> Sabtu, 17 September 2011

OSN Manado 2011 ditutup dengan acara pengumuman peraih medali untuk 8 bidang OSN tingkat SMA bertempat di Hall Hotel Grand Kawanua, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (15/9) malam. Bidang Kebumian memperebutkan 30 medali yang terdiri atas 5 emas, 10 perak, dan 15 perunggu. Selain itu, diberikan penghargaan khusus berupa Best Geology, Best Astronomy, dan Best Meteo-Hidrologi, untuk siswa-siswi yang memperoleh nilai terbaik di bidang geologi, astronomi, dan meteo-hidrologi.

Akhirnya, terpilihlah Bintang Rahmat Wananda (SMAN 8 Jakarta) sebagai peraih emas pertama beserta Best Meteo-Hidrologi, Ahmad Faizal Amin (SMAN 2 Kediri) sebagai peraih emas kedua sekaligus Best Geology, serta Ratika Benita Nareswari (SMA Dwi Warna) sebagai emas ketiga dan Best Astronomy. Medali emas juga diraih oleh M. Chandra (SMAN 48 Jakarta) dan Putri Rafika Dewi (SMAN 1 Pati).

Bintang Rahmat Wananda (DKI Jakarta) emas no.1 dan Best Meteo-Hidro

 Ahmad Faizal Amin (Jawa Timur) meraih Emas dan Best Geology

suasana acara OSN 2011 Manado

Perolehan medali kebumian didominasi oleh peserta-peserta dari pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan DKI, dan juga luar Jawa yang sering meraih medali kebumian seperti Gorontalo dan Riau. Namun tahun ini Provinsi Jambi berhasil menembuskan perwakilannya atas nama Hendragguna Wijaya (SMA Titian Teras Jambi) yang berhasil meraih perunggu.

Ke-30 peraih medali beserta beberapa peserta non-medali dengan nilai tinggi akan dipanggil ke Pelatihan Nasional (Pelatnas) Tahap 1 yang rencananya seperti biasa akan dilakukan selama 1 bulan di Yogyakarta dengan bimbingan Teknik Geologi UGM, pada akhir tahun ini, sebagai persiapan dan seleksi untuk IESO 2011 di Argentina.

Hasil lengkap pemenang OSN dapat diunduh di www.siswapsma.org

Read more...

TIM INDONESIA KEMBALI DARI 5TH INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD 2011 DI ITALIA DENGAN MEDALI DAN PENGHARGAAN

>> Rabu, 14 September 2011

 Pada tanggal 5 s.d. 14 September 2011 diselenggarakan 5th International Earth Science Olympiad (IESO) di Modena, Italia. IESO tahun ini diikuti oleh 34 negara dengan 26 negara membawa tim lengkap yang terdiri dari mentor dan siswa peserta, sedangkan negara lainnya berpartisipasi sebagai observer. Indonesia kali ini diwakili oleh 4 orang siswa yaitu Syera Afita Ratna (SMAN 1 Banjarnegara), Anarita Widyaningrum (SMAN 8 Yogyakarta), Mohammad Reza Ardian (SMAN 1 Depok) dan Farizky Hisyam (SMAN 3 Malang).  Para siswa tersebut didampingi pembina yaitu Dr. D. Hendra Amijaya (Teknik Geologi UGM), Drs. Zadrach L. Dupe, MSc (Meteorologi ITB) dan Dr. Dhani Herdiwijaya (Astronomi ITB) di bawah koordinasi Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Pendidikan Menengah, Kemendiknas RI.

Dari kiri ke kanan, Dr. Zadrach Dupe, Reza Ardian, Syera Afita,  Prof. Moo Young Song (Chairman IESO), Dr. Hendra Amijaya, Anarita W., Farizky Hisyam, dan Dr. Dhani Herdiwijaya

Internasional Earth Science Olympiad adalah olimpiade khusus untuk bidang Ilmu Kebumian, dimana para siswa dituntut untuk menguasai materi pada bidang geologi dan geofisika (sistem geosfer), meteorology (sistem atmosfer), oseanografi (sistem hidrosfer) dan astronomi. IESO pada tahun ini mengusung tema “Earth Science Renaissance: science, environment and art”. Dengan tema tersebut peserta diingatkan kembali akan peran ilmu kebumian baik dalam persepsi sains, lingkungan dan seni. Seperti telah diketahui Italia merupakan negara yang dikenal sebagai pusat munculnya kebangkitan seni Eropa yang ternyata banyak didasari oleh pengetahuan kebumian seperti penggunaan berbagai jenis batuan untuk bangunan, patung, monumen, dll.   

Tes diberikan dalam bentuk tes teori yang diadakan di Department of Earth Science of University Modena and Regio Emilia (Unimore).  Pengalaman menarik juga diperoleh para peserta pada saat melakukan tes dan lapangan yaitu untuk bidang geosfer di Museum Romawi dan Katedral di Modena dimana peserta diminta untuk mengenali berbagai macam batuan, mineral dan fosil yang terdapat pada bangunan, monumen, dll. Pada tes laboratorium bidang atmosfer di Unimore, peserta melakukan percobaan yang sangat menarik yaitu membuat kabut dan menjelaskan proses pembentukannya.  Bidang hidrosfer melakukan tes lapangan berupa pengukuran stratigrafi temperatur air laut di laguna kota Venesia. Selain itu peserta mengerjakan tes lapangan astronomi di Planetarium F. Martino, Modena dengan melakukan pengamatan matahari dan penentuan rasi bintang.




Keunikan IESO adalah dengan adanya kompetisi berupa International Team Field Investigation (ITFI), dimana para peserta akan dibagi dalam kelompok campuran yang anggotanya dari berbagai negara dan kemudian diminta menyelesaikan sebuah tugas yang berhubungan dengan berbagai macam fenomena kebumian serta mempresentasikannya.  Penghargaan khusus akan diberikan pada tim terbaik pada kompetisi ini. Peserta pada IESO ini melaksanakan ITFI di Aosta, tempat yang sangat terkenal sebagai tempat tujuan wisata musim dingin di lereng Pegunungan Alpin.





Selain kegiatan kompetisi peserta juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi beberapa lokasi lainnya seperti Suaka Alam ”Salse di Nirano” dimana peserta melihat fenomena mud volcano dan Museum Arkeologi “Terramare di Montale” yang merupakan lokasi dimana ditemukan peninggalan pemukiman purba pada jaman perunggu (1600-1100 tahun SM).

Setelah bersaing keras dengan 104 siswa peserta lainnya, akhirnya tim Indonesia boleh berbangga karena berhasil meraih 3 medali perak atas nama M. Reza Ardian, Farizky Hisyam dan Anarita Widyaningrum dan 1 medali perunggu atas nama Syera Afita Ratna. Selain itu diperoleh pula penghargaan berupa Best Performance in Astronomy oleh M. Reza Ardian serta Best ITFI Presentation oleh Farizky Hisyam.  Negara dengan prestasi terbaik adalah Taiwan dan Korea Selatan yang sama-sama memperoleh 3 emas dan 1 perak, sedangkan Best Student diraih oleh Ryoo Sang Woo dari Korea Selatan. IESO berikutnya yaitu 6th IESO tahun 2012 akan diselenggarakan di Buenos Aires, Argentina.

 Farizky, Anarita, Syera, dan Reza dengan medali terkalung membawa bendera Indonesia

Laporan ditulis oleh D. Hendra Amijaya
Foto dan video IESO 2011 selengkapnya: www.ieso2011.unimore.it

Read more...

Foto-Foto Ekslusif tim Indonesia dalam 5th IESO Italia

>> Sabtu, 10 September 2011

Ingin tahu hal-hal menarik yang dijalani tim IESO Indonesia dalam pertarungannya di Italia? Berikut kami tampilkan foto-foto eksklusif keempat punggawa Indonesia bersama dengan para mentor ketika bertugas di Modena.


Reza Ardian (jaket merah), Anarita Widyaningrum, Syera Afita Ratna, dan Farizky Hisyam sedang menunggu transit pesawat menuju Italia.


suasana penjemputan Tim Indonesia oleh panitia lokal IESO di Bandara Bologna.


Syera Afita Ratna, Anarita Widyaningrum (kiri) serta Farizky Hisyam dan Reza Ardian (kanan) makan malam bersama para peserta IESO yang lain dengan mengenakan busana batik khas Indonesia.

Tim Indonesia bersama dengan country guide (paling kiri) berpose di samping emblem kebesaran IESO

Dr. Zadrach Dupe (paling kiri), Dr. Donatus Hendra Amijaya (tengah) dan Dr.  Dhani Herdiwijaya (paling kanan) berpose bersama-sama dengan siswa-siswi perwakilan Indonesia di sebelah spanduk kegiatan.

Untuk foto-foto dan video kegiatan IESO selengkapnya dapat dilihat di www.ieso2011.unimore.it 

Read more...

104 Siswa Bertarung dalam Tes Teori dan Praktek IESO

>> Jumat, 09 September 2011

Sebanyak 104 siswa dari 25 negara telah menjalani written test (tes tulis) dan practical test (tes praktek) pada 8-9 September 2011 ini. Tes tulis dilaksanakan di ruang kampus Unimore (Universita Degli Studi di Modena e Reggio Emilia) dan berlangsung sejak pukul 11.00 waktu setempat hingga 4 jam kemudian. Peserta yang berbahasa nasional non-Inggris mendapatkan 2 set soal, yakni soal dalam bahasa Inggris dan dalam bahasa ibu yang telah diterjemahkan oleh mentor masing-masing negara. Topik yang diujikan mencakup geosfer, atmosfer, hidrosfer, dan astronomi.




Sedangkan rangkaian practical test mengujikan berbagai macam aspek geologi, meliputi geologi struktur, mineralogi, petrologi, paleontologi, dan analisis peta . Peserta antara lain diminta untuk menentukan kedudukan struktur (strike dan dip) model perlapisan, mendeskripsikan peraga batuan, mendeskripsikan peraga fosil baik mikroskopis maupun makropis, melakukan pembacaan dan analisis peta geologi serta citra digital, serta mengidentifikasi mineral menggunakan alat-alat sederhana. Selain di bidang geologi, peserta juga menjalankan tes astronomi berupa penggunaan teropong dengan solar filter dan juga pengolahan data astronomi.





Tentu saja, untuk menghilangkan kepenatan para peserta setelah menjalani berbagai tes, maka pada sore hari setelah written test berakhir peserta IESO diajak mengunjungi Pusat Perlindungan Sipil Modena. Pada hari berikutnya setelah practical test para peserta pun kembali berjalan-jalan ke Villa Sorra, sebuah taman yang kaya akan nilai-nilai budaya Italia dengan lankskap yang sangat indah.

Selain kedua tes diatas, masih ada satu jenis tes lagi yang akan dijalankan peserta pada 10-11 September 2011, yaitu International Team Field Investigation (ITFI), sebuah penelitian bersama yang melibatkan interaksi antar anggota tim dengan kebangsaan berbeda-beda. Meskipun ITFI tidak dihitung ke dalam penilaian untuk medali, namun ajang ini cukup prestise dengan menawarkan award khusus berupa Best Cooperation Team dan Best Presentation Team.

Kita doakan semoga tim Indonesia dapat menjalankan ITFI dengan baik dan lancar serta mengharumkan nama bangsa di kancah olimpiade internasional.

Untuk foto-foto dan video kegiatan IESO selengkapnya dapat dilihat di www.ieso2011.unimore.it 

Read more...

34 Negara Berpartisipasi dalam IESO 2011

>> Kamis, 08 September 2011

IESO 2011 yang sedang berlangsung pada 5-14 September 2011 di Modena, Italia, diikuti sebanyak 34 negara di mana 25 negara berpartisipasi dengan mengirimkan tim student. Ke-25 negara tersebut antara lain diikuti oleh tim-tim lawas seperti Kamboja, Prancis, Indonesia, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Hungaria, Kuwait, Malawi, Nepal, Filipina, Rusia, Singapura, Spanyol, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Ukraina, dan USA, dan juga beberapa negara pendatang baru seperti Israel, Honduras, Kyrgyztan, Belarusia, dan Australia. Sembilan negara lain hanya mengirimkan observer ke ajang IESO 2011 ini, yaitu antara lain Malta, Cyprus, Ethiopia, Norwegia, Pakistan, Afrika Selatan, Argentina, Austria, termasuk negara tetangga kita, Malaysia.



Peserta dari berbagai negara mulai berdatangan ke Modena pada 5 September 2011 yang diikuti dengan welcome dinner dan ice breaker party, yaitu semacam pesta perkenalan agar para peserta dapat lebih akrab satu sama lain. Masing-masing negara akan memutar video perkenalan delegasi selama acara ini berlangsung.

Keesokan paginya pada tanggal 6 September 2011, diadakan upacara pembukaan yang dihadiri pejabat kementrian Pendidikan Italia. Pada upacara tersebut masing-masing perwakilan negara akan mengarak bendera negara masing-masing sebagai seremonial bahwa IESO 2011 telah dimulai.





kemudian pada hari itu juga acara dilanjutkan dengan wisata ke Salse di Nirano, sebuah cagar alam geologi yang memiliki banyak fenomena-fenomena geologi yang unik dan kompleks.



Hari berikutnya (7 September 2011) dilanjutkan dengan wisata ke kota kanal yang sangat terkenal di Italia, yaitu Venesia.

Sedangkan pada hari ini (8 September 2011), para student akan menjalani Written Test selama 4 jam. Mari kita doakan agar tim IESO Indonesia mendapatkan hasil yang terbaik dalam IESO kelima kali ini.

Untuk foto-foto dan video kegiatan IESO selengkapnya dapat dilihat di www.ieso2011.unimore.it

Read more...

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP