2 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu dari Tanah Matador

>> Sabtu, 14 Februari 2015















International Earth Science Olympiad kembali diadakan pada tahun 2014. Kali ini, edisi IESO ke 8 itu diselenggarakan di Palace La Magdalena, Santander, Spanyol, pada tanggal 22-29 September 2014.

IESO adalah ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah menengah) untuk bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan mengenai geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi), dan astronomi (sains keplanetan). Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi.

IESO sendiri terdiri dari tes teori dan tes praktek. Terpisah dari itu, IESO memiliki ciri khas yakni ITFI / International Team Field Investigation, dimana para siswa dari berbagai negara dibentuk menjadi 1 kelompok dan diberikan kasus untuk dipecahkan kemudian dipresentasikan dihadapan para juri.

Seperti biasanya, Indonesia kali ini mengirim 1 tim inti yang terdiri dari 4 orang, yakni Aditya Hirawan, Cokro Wibowo Suratno, Gunawan Setiawan, dan Maria Pradnya Paramita. Para siswa ini terpilih dari seleksi ketat yang dilakukan oleh Tim Pembina Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia yang dimulai dari Olimpiade Sains Tingkat Kota (OSK), Olimpiade Sains Tingkat Provinsi (OSP), Olimpiade Sains Tingkat Nasional (OSN), serta Pelatnas yang terbagi menjadi 3 tahap baik di Jogjakarta maupun Bandung. Mereka didampingi oleh tiga mentor, yakni Dr. D Hendra Amijaya, S.T, M.T, Drs. Zadrach L. Dupe, M.Si., Dr. Hakim L. Malasan. Selain itu, tim Indonesia juga didampingi oleh Dra. Arfah Laidiah Razik, MA dari Kemendikbud SMA.

Berkat dukungan dari seluruh pihak dan masyarakat Indonesia, tim Indonesia berhasil memborong 4 medali. Selain itu, mereka juga dianugrahi 3 penghargaan untuk ITFI (International Team Field Investigation)
  1. Aditya Hirawan (SMAN 1 Yogyakarta), Peringkat 18, Medali Perak
  2. Cokro Wibowo Suratno (SMAN 1 Yogyakarta), Peringkat 25, Medali Perak + Best Enthusiasm Group (ITFI)
  3. Gunawan Setiawan, (SMAK Petra 2 Surabaya), Peringkat 36, Medali Perunggu + Best Cooperation Group (ITFI)
  4. Maria Pradnya Paramita (SMAN 3 Malang), Peringkat 45, Medali Perunggu + Best Research Group (ITFI)
"Seru acaranya, banyak hal baru yang didapatkan dari IESO ini karena tipe soal berbeda dengan IESO sebelumnya. Bentuknya seperti studi kasus", ujar Aditya Hirawan terkait pengalaman IESOnya yang kedua
 Sementara itu, Gunawan Setiawan mengatakan bahwa perbedaan IESO kali ini dengan edisi sebelumnya justru menjadi kesulitan bagi dirinya. "Soalnya seperti membaca soal ujian Bahasa, banyak studi kasus, saya bingung. Tes prakteknya juga seperti Rallygame, lari dari pos yang satu ke pos berikutnya, jauh dari yang saya bayangkan.", ucapnya.

Dengan hasil ini, maka Tim Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia / IESOers telah berhasil mengumpulkan 2 medali emas, 15 medali perak, dan 10 medali perunggu semenjak partisipasinya dari IESO 2008.

Edisi IESO selanjutnya akan diselenggarakan di Pocos de Caldas, Brazil, pada tahun 2015
Kiri - kanan : Pak Zadrach, Bu Arfah, Gunawan, Cokro, Aditya, Maria, Pak Hakim, dan Pak Hendra bersama sama dengan bendera Merah Putih dan bendera IESO.
Viva Indonesia, Go Get Gold!

TOIKI,
Divisi MedInfo


Read more...

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP