PERS RELEASE : The 9TH INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD 2015 BRASIL

>> Senin, 21 September 2015

PERS RELEASE
The  9TH INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD 2015 BRASIL

Dengan selesainya penyelenggaraan lomba 9th International Earth Science Olympiad (IESO) di Pocos de Caldas, Brasil, yang telah dilangsungkan dari tanggal 13 s.d. 20 September 2015, dimana Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirimkan tim  yang mengambil bagian dalam olimpiade tersebut. Puji syukur kepada Tuhan, kali ini tim Indonesia memperoleh 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu, dengan perincian :

Nama
Asal Sekolah /Propinsi
Medali
Abdel Hafiz
SMAN 1 Sumatera Barat
Emas
Jason Hartanto
SMAN 1 Sidoarjo, Jawa Timur
Perak
Nanda Adi Kurniawan
SMAN 3 Malang, Jawa Timur
Perak
Ryan Setyabudi
SMAN 2 Purwokerto, Jawa Tengah
Perunggu

Para siswa tersebut didampingi oleh beberapa pembina yaitu Drs. Zadrach L. Dupe, MSc (Prodi Meteorologi ITB), Dr. Salahuddin Husein (Departemen Teknik Geologi UGM), Dr.rer.nat. M. Ikbal Arifyanto  (Prodi Astronomi ITB) dan Heri Fitrianto (Kemendikbud), seperti yang ditunjukkan oleh gambar 1. 9th IESO ini sendiri diikuti oleh 23 negara dengan jumlah siswa yang berpartisipasi adalah 95 orang. Ada beberapa Negara yang baru pertama kali ikut berpartisipasi, yaitu: Kazakhstan, Ukraina, Portugal, Bolivia dan Norwegia.  Banglades, merupakan satu-satunya negara terdaftar yang tidak hadir.

Penyelenggaraan lomba kali ini sangat istimewa, karena untuk pertama kalinya siswa dan mentor ditempatkan  pada hotel yang sama, yaitu hotel Palace. Sehingga perlu pengaturan jadwal kegiatan dan makan sedemikian rupa sehingga para siswa dan para mentor tidak bisa melakukan komunikasi, termasuk dengan mengumpulkan gadget para siswa. Kegiatan bersama baru dilakukan setelah seluruh tes telah dilakukan, baik tes teori maupun tes praktek.



Gambar 1. Tim IESO 2015
Berbeda dengan 8th IESO di Spanyol, tes teori kembali dilaksanakan seperti tes-tes  IESO sebelumnya dengan perbedaan, tidak dilakukan pengelompokan soal berdasarkan bidang, tetapi dicampur secara acak dengan jumlah soal total 67 soal, meliputi bidang-bidang: Geologi dan Geofisika, Meteorologi, Oceanografi dan Hidrologi dan Astronomi. Pengelompokkan soal per bidang baru dilakukan pada tes praktek, sehingga siswa harus melakukan 5 buah tes praktek, yaitu tes hidrologi, meteorology, geofisika, geologi dan astronomi.

Nilai akhir setiap siswa dihitung dengan formulasi ((nilai teori  x 0,7) + (nilai praktek x 0,3)). Nilai akhir tim Indonesia berkisar antara 48,5 – 57,0.  Dengan distribusi nilai demikian  dan batas peroelah Medli Medali Emas 56,2 medali perak 50,1 dan medali perunggu 43,5 maka tim IESO 9 Indonesia berhak atas 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Medali emas ini merupakan medali emas pertama yang diperoleh tim IESO Indonesia di luar negri (sebelumnya 2 medali emas, pada 4th IESO 2010, ketika Indonesia menjadi tuan rumah).

Disamping lomba utama tersebut diatas, IESO juga menyelenggarakan lomba kelompok dimana untuk kali ini seluruh siswa peserta dibagi atas 12 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan siswa dari beberapa Negara. Setiap kelompok diminta  untuk menyelesaikan 2 macam lomba, yaitu International Team Field Investigation (ITFI) dan Earth Science Project (ESP).

Untuk lomba ITFI, Kelompok dimana siswa Indonesia menjadi anggotanya mendapat tugas dengan topik “Pedro Balao” atau Batu Balon yang bentuknya istimewa dan merupakan salah satu tujuan wisata kota Pocos de Caldas (Gambar 2), mereka harus menjelaskan sejarah geologi pembentukan batuan tersebut. Sedangkan untuk ESP, seluruh tim mendapat tugas untuk membahas mengenai fenomena El Nino yang sedang berlangsung di Lautan Pasifik Timur bagian ekuatorial yang dampaknya sangat terasa di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia. Mereka diminta untuk mencari penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini dan pengaruhnya terhadap cuaca dan iklim di Brasil. Siswa Indonesia atas nama Abdel Hafiz bersama kelompoknya meraih juara pertama. Disamping itu  Jason Hartanto memperoleh penghargaan sebagai salah satu siswa terfavorit 9th IESO.

Dengan prestasi yang demikian, Indonesia memperoleh trophy juara umum ke 3 setelah Taiwan dan Korea.
Gambar 2. Pedro Balao (sumber intenet)

Jepang akan menjadi tuan rumah penyelenggara 10th IESO tahun 2016, direncana akan diselenggarakan di Prefektur Mie, Jepang bagian tengah. Salah satu hal yang menarik dari Prefektur Mie adalah karena langsung menghadap ke samudra pasifik dan terletak diantara kota Nagoya, Osaka dan Kyoto.

Memiliki garis pantai Mie sepanjang 1000 km, dengan dataran yang bergelombang merupakan pemandangan yang indah untuk dinikmati. 

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP