PERS RELEASE : KONTINGEN INDONESIA KEMBALI DARI 10TH INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD 2016 DI JEPANG

>> Selasa, 30 Agustus 2016

Pada tanggal 20 s.d. 27 Agustus 2016, delegasi Indonesia yang terdiri dari 4 siswa dan didampingi 4 pembina mengikuti 10th International Earth Science Olympiad (IESO) yang diselenggarakan di Mie, Jepang. 10th IESO ini diikuti oleh 26 negara partisipan dan 1 negara observer.

IESO adalah ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah menengah) untuk bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan mengenai geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer  (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi  dan klimatologi) dan astronomi. Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi.

Siswa-siswa yang mewakili Indonesia dalam kompetisi ini adalah siswa yang dijaring melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Ilmu Kebumian Tahun 2015 di Yogyakarta oleh Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Pendidikan Menengah, Depdikbud. Para siswa tersebut menjalani pelatihan dan seleksi melalui 4 tahap pembinaan di Yogyakarta dan Bandung selama total 3 bulan di akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016.

Tim Indonesia terdiri dari 4 orang siswa yaitu
-          Diannovi Islamiyati (SMA Kesatuan Bangsa BBS, Yogyakarta)
-          Gabriela Leilani Wijaya (SMAK BPK Penabur Jakarta)
-          Irvan Albert Riady (SMA Petra 2 Surabaya)
-          Dzaky Irfansyah (SMAN 39 Jakarta)

Para siswa tersebut didampingi oleh beberapa pembina yaitu Dr. D. Hendra Amijaya (Departemen Teknik Geologi UGM), Dr. Joko Wiratmo, MP (Prodi Meteorologi ITB),  Dr. Hakim L. Malasan (Prodi Astronomi ITB) dan Sulaksono, SSos (Kemendikbud).

Uji kemampuan siswa pada kompetisi ini berupa tes tertulis dan tes praktek di lapangan.  Semua tes dilaksanakan di Mie dan sekitarnya. Tes tertulis dan praktek bidang meteorologi dan astronomi dilaksanakan di Kampus Universitas Mie, sedangkan praktek bidang geologi dilaksanakan di daerah Yanaidani dan Katsurabata. Pada IESO tahun ini juga terdapat tes praktek mengenai energi terbarukan yaitu energi listrik dari sebuah kincir angin di lokasi Kampus Universitas Mie.

Selain itu terdapat kompetisi yang disebut ITFI (International Team Field Investigation). Dalam kompetisi ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa siswa dari berbagai negara yang kemudian harus melaksanakan tugas berupa investigasi  lapangan di Pantai Shichiri-mihama di daerah Kumano Kodo sesuai materi yang telah ditetapkan terutama untuk melihat beberapa permasalahan yang berhubungan dengan interaksi geosfer, atmosfer, hidrosfer dan biosfer. Topik yang diangkat dalam kegiatan ini adalah pembentukan pantai dan mitigasi bencana tsunami yang mungkin melanda daerah itu. Dalam kompetisi ini peserta harus memecahkan masalah yang diberikan. Kerjasama dan kreativitas presentasi menjadi penilaian utama untuk menentukan kelompok yang mendapatkan penghargaan tambahan.

Pada IESO tahun ini juga diselenggarakan kompetisi kelompok berupa bernama ESP (Earth Science Project). Setiap kelompok harus membuat suatu riset mengenai bencana alam yang mungkin terjadi di Mie dan sekitarnya. Hasil riset tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah poster yang kemudian dipamerkan dan dinilai oleh para juri.

Selain melakukan kompetisi, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempelajari budaya setempat dengan adanya program budaya dan kunjungan ke beberapa lokasi wisata yang menjadi cagar budaya dunia yaitu Ise Jingu (kuil suci di kota Ise), Iga Ueno (kota asal ninja di Mie) dan Museum Daerah Mie. Dalam kegiatan ini para peserta juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan siswa SMA setempat dalam kegiatan ITFI. 

Pada IESO 2016 tim Indonesia berhasil meraih 1 medali perak untuk kompetisi perorangan yaitu atas nama Dzaky Irfansyah dan 3 medali perunggu atas nama Diannovi Islamiyati, Gabriella Laelani Wijaya dan Irvan Albert Riyadi. Selain itu dalam ITFI siswa Indonesia mendapatkan penghargaan Emas untuk Dzaky Irfansyah dan Perunggu untuk Diannovi Islamiyati.  Pada kompetisi ESP, Gabriella Laelani Wijaya meraih prestasi berupa penghargaan Emas. Pada IESO tahun ini juara umum diraih Taiwan dengan perolehan 4 medali emas.

11th IESO tahun 2017 akan diselenggarakan di kota Nice, Perancis. Direncanakan IESO tahun yad akan diselenggarakan pada akhir bulan Agustus.

Foto. Siswa Indonesia peserta 10th IESO di Jepang (kiri-kanan) Dzaky Irfansyah, Gabriella Laelani Wijaya, Diannovi Islamiyati, Irvan Albert Riyadi.


Tim Pembina Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia
Koordinator

Dr. D. Hendra Amijaya












0 komentar:

Posting Komentar

Tentang TOIKI.or.id

TOIKI.or.id merupakan situs resmi dari Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang menyediakan berita terbaru seputar Olimpiade Kebumian, materi-materi belajar Kebumian dalam KebumianZone, dan toko resmi buku-buku dan peralatan penunjang pelatihan Olimpiade Kebumian.

Kontak TOIKI

Pembina
Dr. D. Hendra Amijaya, ST, MT
d/a Teknik Geologi UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281

lebih lanjut >>


  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com, improved bySaushine2011

Back to TOP