Ada alasan bagus mengapa kita harus selalu mematuhi rambu ini.

Photobucket
Di balik indahnya laut nan biru…………. tersembunyi lembah-lembah sempiiit, curaaam, sangat daaalam : Submarine Canyon.

Kalau kamu ingat, soal tentang submarine canyon pernah keluar di OSN 2008.

oseanografi
Mayoritas submarine canyon atau jurang bawah laut ini merupakan perpanjangan sungai-sungai yang bermuara di laut. Mayoritas loh.. karena anehnya ada juga yang tidak berhubungan dengan sungai apapun. Lebih misterius lagi, jurang-jurang ini mengerosi dasar laut sampai di bawah level air laut pada Zaman Es! Padahal segala proses erosi berhenti begitu mencapai muka air laut. Jadi, siapakah pelaku pengerosian besar-besaran ini??
Oseanografer sekarang rata-rata sepakat bahwa arus turbid lah yang berperan membentuk jurang-jurang ini.
arus turbid atau turbidity currents adalah air sarat sedimen yang bergerak menuruni lereng bawah laut (continental slope). Arus ini terbentuk saat pasir dan lumpur di continental shelf dan slope terlepas, kemungkinan besar karena gempa, lalu.. gruduk gruduk.. bergerak turun dan mengerosi dasar laut yang dilewatinya.
oseanografi
Hasil endapan arus turbid disebut turbidites. Ciri khasnya, endapan arus turbid berstruktur graded bedding: perlapisan yang butirnya makin besar ke bawah. Kok bisa? Setelah arus turbid mencapai dasar lereng, sedimen-sedimen yang tersuspensi mulai mengendap. Sedimen yang lebih kasar bin berat terendapkan lebih dahulu baru diikuti sedimen yang lebih kecil semacam lanau dan lempung.
Oya, arus turbid juga membentuk deep-sea fans, yaitu kipas-kipas endapan di dasar laut yang mirip dengan alluvial fans (kipas-kipas endapan di sungai).
oseanografi
Walaupun mekanismenya sangat kompleks dan masih berusaha dipahami oleh para ahli, tapi ditengarai arus turbidlah yang paling berperan “memahat” laut dengan submarine canyon.

2 comments on “Awas.. Jurang Bawah Laut!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *