Luthfi mengatakan… 

kak sau, bahas tentang pengukuran stratigrafi dong. Kan peta geologi, strike, sama dip kan udah, sekalian hitung-hitungannya. Misalnya buat ngukur kedalaman singkapan dll. Makasih 🙂

Sebenarnya, mengukur ketebalan lapisan batuan gak butuh ilmu kebumian, apalagi ilmu nujum… Cukup punya basic ilmu trigonometri lalu pakai nalar sedikit, voila! Ketahuan sudah true depth-nya.
Tapi, ketebalan “sesungguhnya” kayak bagaimana sih ? Sekarang, coba ambil buku terdekat di sekitarmu dan sebuah penggaris. Ukur tebalnya. Pastinya, kamu akan menempatkan penggaris itu dalam posisi lurus, seperti yang diilustrasikan pada gambar berikut.
Photobucket
Inilah ketebalan sesungguhnya.

Bagaimana kalau penggaris itu miring seperti ini?
Photobucket
Hasil yang terbaca adalah ketebalan semu.
Lapisan batuan pun begitu; kamu harus mengukur ketebalan yang tegak lurus dari dasar/atas lapisan.
Masalahnya, sering ahli geologi berjalan-jalan di bukit lalu menemukan singkapan batuan yang terpotong miring sehingga ketebalan yang diukur adalah ketebalan semu. Tidak ada data lain kecuali strike dan dip batuan, serta kemiringan lereng bukit (slope). Padahal, data ketebalan asli super duper vital dalam mencari sumber batubara, misalnya, sehingga potensi ekonominya (berapa kg batubara yang bisa dihasilkan) dapat diketahui sebelum mulai mengeksplorasi. Gimana dong?
{untuk mengingatkan:
dip adalah sudut kemiringan lapisan batuan diukur dari bidang horizontal. Lambang: d
Slope berarti sudut kemiringan lereng diukur dari bidang horizontal. Lambang: s
Tebal sesungguhnya dilambangkan dengan t. Tebal semu dilambangkan dengan w.
Semua pengukuran ini mengasumsikan bahwa “pemotongan” tegak lurus strike (dengan kata lain, true dip-lah yang dipakai).
Lebih jauh tentang dip dan strike ada di artikel Aku Peta.. Aku Peta… Aku Peta Geologi!}
Kasus #1 : dip lapisan searah dengan slope, Dip > Slope
Photobucket

Kasus #2: dip lapisan searah dengan slope, Dip > Slope

Photobucket

Kasus #3 : dip lapisan berlawanan dengan slope, Dip > Slope

Photobucket

Kasus #4: dip lapisan berlawanan dengan slope, Dip > Slope

Photobucket

Kasus #5 : Lapisan Horizontal
Photobucket

Kasus #6: Lapisan Vertikal

Photobucket
Gampang ‘kan?
Jika ada pertanyaan, monggo tuliskan di field komentar di bawah ini  terimakasih!

2 comments on “Nge-Trig untuk Cari Ketebalan Lapisan

  • mengapa yang sudut yang dicari tuh sudut kemiringan lapisan terhadap lereng?

    dan kenapa di setiap persamaannya tuh nilai sin tetep sin, ga berubah jadi cos atau tan,,. ???

    makasih untuk jawabannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *