Ajang kompetisi ilmu kebumian se-dunia paling bergengsi, International Earth Science Olympiad (IESO), kembali digelar untuk yang ke tujuh kalinya dengan tuan rumah kota Mysore, India. Tim Merah Putih yang diwakili oleh Eka Dhamayanti (SMAN 1 Mojoagung, Kediri), Evan Sugiarto Afil (SMAK Petra 2 Surabaya), M. Ardiansyah Nugraha (SMAN 1 Bogor), M. Ridwan Dzikrurohim (SMAN Sragen BBS) dan Aditya Hirawan (SMAN 1 Yogyakarta) telah menapakkan kaki ke kota yang terkenal dengan keindahan bukit Chatmundinya ini.

Adit, Ardi, Eka, Ridwan, dan Evan sesaat setelah mendarat di India

Pembukaan IESO 2013 berlangsung meriah pada 12 September 2013 pukul 10.00 waktu setempat di kampus Infosys. Upacara dihadiri oleh Menteri Pengembangan daerah Rural India dan juga Gubernur Karnataka. Turut membuka acara yaitu Dr. Harsh K. Gupta, Presiden dari Geological Society of India. Jajaran pejabat dari Kementrian Kebumian India, perwakilan organisasi IESO, Infosys Ltd., Universitas Mysore. Upacara pembukaan juga diwarnai oleh kehadiran Arunimasinha, wanita teramputasi pertama yang mampu menaklukkan Gunung Everest dan Raghav Joneja, anak India termuda yang telah mencapai puncak Everest sebagai tamu kehormatan.

Suasana upacara pembukaan IESO 2013, Tim Indonesia tampak mengenakan batik coklat (kanan bawah)    

Seperti pada ajang IESO sebelumnya, tiap negara peserta mengarak bendera negara masing-masing. Sebanyak 30 negara (antara lain Indonesia, Spanyol, Malawi, Kuwait, Nigeria, USA, dan sebagainya) akan mempertarungkan wakil-wakil terbaiknya dengan jumlah total 220 peserta.

30 bendera peserta IESO diarak di acara pembukaan

Namun, tidak hanya sekedar berlomba, para peserta pun diharapkan mengakrabkan diri dengan teman-teman lintas benua dan juga akan menikmati kekayaan budaya kota Mysore yang sempat menjadi ibukota dari dinasti Wodeyar. Eka, Evan, Ardi, Adit, dan Ridwan juga tidak kesulitan untuk memulai persahabatan dengan para peserta IESO lainnya, seperti pada foto di bawah ini di mana mereka telah berfoto ria dengan tim IESO India dan Korea Selatan.

Eka, Evan, Ridwan, Ardi, dan Adit sudah akrab dengan teman-teman dari berbagai negara

 Pembina tim IESO Indonesia, Dr. D. Hendra Amijaya (Jurusan Teknik Geologi UGM), Drs. Zadrach L. Dupe, MSc (Prodi Meteorologi ITB), Saptono Budi Samodra, ST, MSc (Jurusan Teknik Geologi UGM), M. Irfan, SSi, MSi (Prodi Astronomi ITB) dan Dra. Arfah Laidiah Razik, MA serta Rosyid Achmadi, BA (Kemendikbud) juga hadir untuk mendampingi putra-putri terbaik bangsa di bidang ilmu kebumian ini, dan bertindak sebagai reviewer soal, penterjemah soal, pengawas jalannya lomba dan wakil juri untuk scoring.

(dari kiri) Pak Sapto, Evan, Ridwan, Ardi, Bu Arfah, Eka, Adit, Pak Zadrach, Pak Rosyid, dan Pak Hendra berfoto di panggung pembukaan IESO 2013

Tim IESO Indonesia akan segera memulai serangkaian tes analisis di empat bidang kebumian: Geologi, Meteorologi & Klimatologi, Hidrologi & Oseanografi, serta Astronomi, baik tes tulis, praktek lab, maupun lapangan, dalam 3 hari ke depan. Mari kita doakan agar Eka dkk. diberi kelancaran dan kemudahan dalam upaya mengharumkan nama bangsa di kancah olimpiade kebumian ini. Amin!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *